ItWorks- Salesforce (NYSE: CRM), penyedia solusi CRM (Customer Relationship Management) berbasis Kecerdasan Buatan (AI) global, hari ini mengumumkan kehadiran Agentforce 3, sebuah upgrade besar pada platform tenaga kerja digital mereka yang memberikan perusahaan visibilitas dan kontrol penuh untuk menskalakan agen AI tanpa kompromi.
Seiring adopsi enterprise yang kian cepat, hambatan utamanya kini jelas: tim tidak bisa melihat apa yang dilakukan agen, maupun menyempurnakannya dengan cepat. Solusi inovasi agentforce 3 akan mengubah itu semua. Berdasarkan pembelajaran dari ribuan implementasi sejak peluncuran awalnya pada Oktober 2024, Agentforce telah membantu pelanggan menciptakan nilai nyata, termasuk menyelesaikan 70% obrolan administratif 1-800 Accountant secara otomatis selama masa puncak musim pajak tahun 2025.
Agentforce 3 memberi para pemimpin alat untuk memantau, meningkatkan, dan memperluas tenaga kerja AI mereka dengan percaya diri. Dengan Command Center baru untuk observabilitas penuh, dukungan standar terbuka Model Context Protocol (MCP) untuk interoperabilitas plug-and-play, dan lebih dari 100 tindakan industri siap pakai untuk mempercepat nilai bisnis. Agentforce 3 membantu perusahaan memperluas hal yang berhasil, memperbaiki yang belum optimal, dan membuka potensi penuh dari Agentic AI—dengan kejelasan, kontrol, dan kecepatan.
“Agentforce menyatukan agen AI, data, aplikasi, dan metadata untuk membentuk platform tenaga kerja digital terdepan, membantu ribuan perusahaan memaksimalkan potensi AI saat ini,” kata Adam Evans, EVP & GM Salesforce AI dalam rilis pers (25/06/2025).
Mengapa Adopsi Agentforce 3 Penting
Adopsi agen AI sedang meningkat pesat. Menurut Slack Workflow Index yang akan segera dirilis, penggunaan agen AI naik 233% dalam enam bulan terakhir, dan selama periode yang sama, 8.000 pelanggan telah mendaftar untuk menggunakan Agentforce. Namun hingga kini, platform agen masih kekurangan alat, pengawasan, dan visibilitas yang diperlukan untuk dapat berkembang di skala enterprise. “Agentforce 3 menjawab tantangan ini—memberikan visibilitas menyeluruh, integrasi alat yang aman, dan kontrol kelas enterprise untuk menjadikan kecepatan agen sebagai keunggulan kompetitif,” tambah Adam Evans.
Dijelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pihaknya mendengarkan masukan pelanggan dan terus berinovasi. Hasilnya adalah Agentforce 3—lompatan besar yang menghadirkan kecerdasan, performa, dan kepercayaan yang lebih tinggi untuk setiap implementasinya. “Agentforce 3 akan mengubah cara manusia dan AI bekerja sama, meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan transformasi bisnis secara signifikan.” ujarnya.
Agentforce Command Center –Optimalkan Agen AI
Seiring agen AI mulai menangani tugas rutin dan bekerja lebih dekat dengan rekan manusia, tim membutuhkan lapisan observabilitas baru yang dirancang untuk era tenaga kerja digital. Agentforce Command Center adalah lapisan tersebut: solusi observabilitas menyeluruh yang memberikan para pemimpin tampilan terpadu untuk memantau kesehatan agent, mengukur kinerja, dan mengoptimalkan hasil.
Terintegrasi dalam Agentforce Studio, fitur ini melengkapi siklus hidup agen dengan alat canggih untuk memahami dan menyempurnakan performa agen dalam skala besar.
• Temukan pola interaksi untuk optimalkan performa agent: Command Center memungkinkan tim menganalisis setiap interaksi agen AI, menggali detail, memahami tren penggunaan, dan melihat rekomendasi berbasis AI untuk meningkatkan Agentforce secara berkelanjutan.
• Pantau kondisi agen dan tanggapi secara real-time: Dapatkan analitik langsung terkait latensi, frekuensi eskalasi, dan tingkat error—disertai notifikasi instan saat masalah muncul, agar tim bisa bertindak cepat dan menjaga performa agen tetap stabil.
• Pahami apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan: Command Center menyediakan dasbor lengkap yang melacak adopsi agent, umpan balik, tingkat keberhasilan, biaya, dan performa topik—membantu tim fokus pada apa yang efektif.
• Lacak aktivitas agen dalam tools yang sudah digunakan tim Anda: Agentforce merekam semua aktivitas agen dalam model data session-tracing yang bisa dikembangkan di Data Cloud. Dengan standar OpenTelemetry, sinyal agen ini dapat langsung terhubung ke alat-alat seperti Datadog, Splunk, Wayfound, dan lainnya.
• Hadirkan Command Center yang bisa disesuaikan untuk setiap tim: Pantau Agen AI bersama rekan kerja manusia langsung di alur kerja. Dimulai dari services coud, aktivitas agen muncul real-time di wallboard agar supervisor bisa langsung memantau dan bertindak. Ke depan, setiap departemen akan punya Command Center yang dirancang khusus untuk kebutuhannya.
• Bangun dan uji agen lebih cepat dengan tools berbasis AI: Di Agentforce Studio, cukup gunakan bahasa alami untuk membuat topik, instruksi, dan skenario uji. Testing Center mensimulasikan skala besar dengan suntikan status dan evaluasi berbasis AI—agar agen bisa diuji maksimal sebelum diluncurkan.
Semua peningkatan di Agentforce 3 didukung oleh pembaruan pada arsitektur Atlas, menghadirkan fondasi enterprise-ready lewat latensi lebih rendah, akurasi lebih tinggi, ketersediaan global, dan opsi kontrol tambahan melalui LLM/large language models (bahasa besar) baru yang di-host di infrastruktur Salesforce.
• Pilihan LLM yang Diperluas dengan Host dari Anthropic: Agentforce kini mendukung penggunaan model Claude Sonnet dari Anthropic yang di-host melalui Amazon Bedrock di dalam lingkungan tepercaya Salesforce, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di industri yang menuntut kepatuhan tinggi sekalipun.
Sebagai bagian dari kerja sama ini, Anthropic akan bermitra dengan Salesforce untuk membantu pelanggan di industri teregulasi meningkatkan adopsi Agentforce dengan Claude. Pada akhir tahun ini, Salesforce juga akan memungkinkan pelanggan menggunakan Google Gemini di Agentforce, memperkuat posisi Agentforce sebagai pemimpin dalam solusi agen AI yang tepercaya dan fleksibel.
• Performa Lebih Cepat dan Fitur Response Streaming: Agentforce kini lebih responsif dengan latensi yang 50% lebih rendah sejak Januari 2025. Fitur response streaming juga sudah tersedia secara umum, memungkinkan pengguna melihat jawaban muncul secara langsung saat diketik.














