ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Studi: 93% Eksekutif Pengembang Software Bakal Kembangkan Agen AI Sendiri

Fauzi
22 July 2025 | 14:27
rubrik: Research
Share on FacebookShare on Twitter

Penelitian terbaru dari OutSystems mengungkap tren meningkatnya prioritas terhadap agentic AI di kalangan eksekutif perangkat lunak (software) perusahaan dengan 93% organisasi telah atau berencana untuk mengembangkan agen AI khusus mereka sendiri.

Kesimpulan tersebut didapat dari hasil studi yang berjudul “Navigating Agentic AI & GenAI in Software Development: Human-Agent Collaboration” yang telah tersedia dan dipublikasikan berkat kerja sama dengan CIO Dive dan KPMG. Studi tersebut secara spesifik mengeksplorasi penggunaan AI secara luas di seluruh otomatisasi siklus pengembangan software (SDLC) dalam bisnis di seluruh dunia.

Saat ini, para pemimpin di sektor teknologi informasi menghadapi banyak tantangan besar dalam menciptakan nilai bisnis yang terukur sambil mengelola sumber daya yang terbatas dan memastikan investasi teknologi selaras dengan tujuan strategis jangka panjang. Agentic AI hadir sebagai solusi untuk mengatasi hambatan yang sering muncul dalam pendekatan teknologi tradisional, seperti perangkat yang terfragmentasi serta keterbatasan dalam mengakses dan mengintegrasikan data yang tersebar di seluruh organisasi

Dengan agentic AI, para eksekutif perusahaan dapat mengotomatisasi proses berskala besar, menciptakan pengalaman digital yang lebih personal, dan mendorong inovasi lebih cepat. Teknologi ini juga memungkinkan akses data lintas organisasi, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan, regulasi, dan tata kelola. Dengan demikian, AI menjadi kunci dalam mentransformasi proses bisnis dan membentuk masa depan yang berfokus pada kecerdasan buatan.

“Siklus pengembangan software kini tengah mengalami perubahan besar, seiring meningkatnya investasi AI untuk menjaga daya saing organisasi,” ujar CEO OutSystems, Woodson Martin.

Lebih lanjut Martin mengatakan dengan mengintegrasikan AI ke dalam alat pengembangan software, para pemimpin di sektor teknologi informasi dapat menghadapi perubahan ini secara efektif dan aman. “Dalam waktu dekat, agen AI akan berfungsi layaknya tim spesialis yang memantau kebutuhan bisnis, menemukan peluang, dan menyempurnakan solusi secara proaktif. Dengan begitu, developer dan pemimpin bisnis bisa lebih fokus pada inovasi dan prioritas strategis. Laporan ini menunjukkan bagaimana kemajuan AI mengubah peran tradisional dan membuka ruang kolaborasi baru antara manusia dan teknologi,” katanya.

BACA JUGA:  Maksimalkan Pemanfaatan AI, Indosat Gunakan Copilot for Microsoft 365

Laporan OutSystems tersebut memuat hasil survei terhadap 550 pimpinan perusahaan software global yang meneliti bagaimana adopsi AI dapat mengubah proses pengembangan software, dengan hasil yang terukur. Lebih dari dua pertiga responden melaporkan adanya peningkatan produktivitas para pengembang, dan peningkatan kualitas software yang ditunjukkan dengan berkurangnya jumlah bug.

Sebanyak 62% responden melaporkan peningkatan kapabilitas pengembangan dan 60% menunjukkan adanya peningkatan efisiensi pengujian dan jaminan kualitas (quality assurance). Dengan AI yang bertindak sebagai penghubung untuk proses pengembangan software, perkembangan ini lebih dari sekadar peningkatan efisiensi.

Teknologi ini memungkinkan para pengembang untuk terhindar dari tugas-tugas yang repetitif dan menjadi lebih fokus dengan pembuatan solusi inovatif melalui kemitraan dengan para pemimpin bisnis dan menyelesaikan tantangan pengguna yang lebih kompleks. Hal ini menciptakan peran baru bagi para pengembang untuk meningkatkan kecepatan dan peningkatan skalabilitas yang inovatif.

Laporan ini juga menemukan bahwa peningkatan penggunaan dan eksperimen dengan agentic AI dalam 24 bulan ke depan diperkirakan akan mendorong transformasi tenaga kerja dan inovasi di berbagai organisasi. Sebanyak 69% eksekutif software memprediksi bahwa AI akan menciptakan peran baru yang lebih spesialis seperti fungsi pengawasan, tata kelola, prompt engineering, arsitek agen, dan orkestrasi agen untuk mendukung struktur organisasi yang berkembang. Selain itu, 63% responden menyatakan bahwa AI akan menuntut peningkatan keterampilan secara signifikan atau pelatihan ulang bagi tim pengembangan yang sudah ada.

Tambahan temuan penting lainnya dari laporan tersebut meliputi, pergeseran pesat terhadap otonomi yang dimotori AI: Agen AI khusus menjadi pusat peralihan menuju operasional yang lebih otonom untuk digerakkan oleh AI. Hampir setengah dari eksekutif software (46%) menyatakan bahwa organisasi mereka telah mengintegrasikan agentic AI ke dalam aplikasi dan alur kerja, sementara 28% lainnya tengah melakukan uji coba aktif.

BACA JUGA:  Smartphone Flagship OPPO Find X8 Series Resmi Melantai di Pasar

Penggunaan agen untuk layanan pelanggan menjadi prioritas teratas: Lebih dari setengah responden (49%) berencana untuk mengadopsi agen AI untuk mendukung layanan pelanggan khususnya dalam menangani pertanyaan dan tugas secara mandiri, guna meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelanggan. Sementara itu, hanya sedikit eksekutif software yang memprioritaskan aplikasi yang dilengkapi dengan agen di berbagai bidang seperti pengembangan produk (38%), sales dan marketing (32%), supply chain management (28%), sumber daya manusia (24%), atau keuangan dan akuntansi (23%).

Investasi AI untuk mendorong hasil bisnis yang signifikan: Lebih dari separuh responden menyebutkan bahwa motivasi utama penggunaan AI adalah untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (56%), mengoptimalkan tugas pengembangan yang rutin dan berulang (55%), mempercepat waktu pengembangan software(54%), dan mempercepat transformasi digital (53%).

Otomatisasi berbasis AI menimbulkan sejumlah tantangan tata kelola, keamanan, dan penskalaan yang baru: Meskipun otomatisasi bertenaga AI membuka potensi yang signifikan, adopsi yang lebih luas telah menimbulkan resiko terkait tata kelola, keamanan, dan penegakan aturan. Tiga dari lima eksekutif software menyebutkan berbagai tantangan ini (64%), juga diiringi dengan kekhawatiran akan transparansi dan keandalan keputusan yang dihasilkan oleh AI (64%).

Di saat yang sama, pesatnya perkembangan perangkat AI telah menciptakan masalah baru terkait pengelolaan dan pengawasan, dengan 44% eksekutif software mengidentifikasi adanya peningkatan jumlah beban teknis dan penyebaran AI sebagai resiko yang kritis. Mengatasi tantangan-tantangan tersebut merupakan hal yang sangat penting dalam upaya mencapai potensi maksimal dari AI secara tepat.

Managing Director di KPMG LLP, Michael Harper mengatakan ada banyak organisasi yang telah memulai uji coba sejak satu tahun yang lalu atau bahkan sebelum itu, dan kini mereka mulai melihat peningkatan efisiensi yang nyata di berbagai bidang seperti pembuatan kode dan pengujian aplikasi. “Aktivitas-aktivitas ini memberikan kepercayaan diri yang lebih besar bagi organisasi untuk menggunakan alat ini dan membantu mereka untuk terus maju,” katanya.

BACA JUGA:  Survei Mengungkap Tantangan Bisnis Online Dibalik Akselerasi Digital, Apa Itu?
Tags: Agentic AIAIGenerative AIOutSystems
Previous Post

Waspada! Targetkan Karyawan, Terdeteksi Email Phishing yang Menyamar Kebijakan HRD

Next Post

Lantronix Luncurkan Seri Router Nirkabel 5G Segmen Industrial

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IPC TPK Perkuat Komitmen ESG Lewat ReWear Project, Sulap Seragam Bekas Jadi Produk Bernilai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja di Indomaret Kini Bisa Bayar Pakai QRIS Melalui Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Babak Baru Tata Kelola Ekspor, Pemerintah Konsolidasikan Tiga Komoditas Strategis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto