ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Survei: Perusahaan yang Tertinggal dalam Persaingan AI Berisiko Kehilangan US$87 Juta per Tahun

Fauzi
29 July 2025 | 11:53
rubrik: Research
Share on FacebookShare on Twitter

Couchbase, Inc. merilis temuan dari survei tahunannya yang kedelapan terhadap para pemimpin TI global. Studi terhadap 800 pengambil keputusan senior di bidang TI dari perusahaan yang memiliki 1.000 karyawan atau lebih, mencakup sektor keuangan, layanan kesehatan hingga gim dan lainnya, menemukan bahwa perusahaan yang tidak dapat menggunakan AI secara efektif dan tepat waktu dapat kehilangan rata-rata 8,6% dari pendapatan mereka per bulan. Dalam sampel, itu setara dengan kerugian tahunan rata-rata hampir US$87 juta per perusahaan.

Sejumlah perusahaan berisiko signifikan antara lain karena 21% di antaranya mengaku memiliki kontrol “nol” atau “tidak memadai” atas penggunaan AI, yang memungkinkan karyawan dapat mengakses perangkat yang terlalu banyak, atau sebaliknya terlalu terbatas, sehingga meningkatkan risiko. Sementara sebanyak 64% responden khawatir bahwa mereka tidak memanfaatkan AI secepat yang seharusnya karena “kelumpuhan pengambilan keputusan.”

Taruhannya tinggi, dengan 78% responden percaya pengadopsi AI awal akan menjadi pemimpin industri dan 73% menyatakan bahwa AI sudah mengubah lingkungan teknologi mereka. Catatan besaran investasi mencerminkan urgensi ini: pengeluaran AI untuk teknologi termasuk GenAI, AI agentik, dan bentuk AI lainnya akan melonjak 51% pada tahun 2025 hingga 2026, dibandingkan dengan pertumbuhan 35% dalam modernisasi digital secara keseluruhan. Ini akan menyumbang lebih dari separuh dari seluruh pengeluaran modernisasi digital. Perusahaan dengan kontrol atas AI mereka, dan yang terpenting terhadap data pendukungnya, akan berada di posisi terbaik untuk memanfaatkan AI.

“Evolusi dari GenAI ke AI agentik menciptakan peluang besar bagi perusahaan yang dapat memanfaatkan teknologi ini secara efektif,” kata Julie Irish, Chief Information Officer Couchbase.

“Kemampuan menciptakan dan mengoperasikan aplikasi AI yang inovatif dalam skala besar sangat penting bagi perusahaan yang sukses. Strategi data yang tepat, termasuk metode untuk memastikan kualitas data yang tinggi, skalabilitas, dan aksesibilitas, saat ini menjadi lebih penting daripada sebelumnya untuk memastikan perusahaan membuka nilai AI,” sambungnya.

BACA JUGA:  AwanPintar.id: Indonesia Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar di 2025

Temuan kuncinya antara lain:

  • Tertinggal dari gelombang AI memiliki konsekuensi signifikan: 99% perusahaan mengalami masalah yang mengganggu atau menggagalkan proyek AI, termasuk masalah mengakses atau mengelola data yang diperlukan; persepsi bahwa risiko kegagalannya menjadi terlalu tinggi; dan ketidakmampuan untuk tetap sesuai anggaran. Masalah-masalah ini memiliki konsekuensi nyata, menghabiskan 17% investasi AI dan menunda pencapaian tujuan strategis rata-rata selama enam bulan.
  • Menutup kesenjangan pemahaman tentang data adalah kunci kontrol: 70% perusahaan mengakui pemahaman mereka tentang data (misalnya, kualitas dan aksesibilitas data real-time) yang dibutuhkan untuk mendukung AI masih “tidak lengkap,” berkontribusi pada 62% yang tidak sepenuhnya memahami risiko dari dari AI (misalnya masalah keamanan atau manajemen data). Sebaliknya, mereka yang memiliki pemahaman lebih besar lebih percaya diri, dan 33% lebih siap untuk AI agentik.
  • Arsitektur data berkembang dan membutuhkan konsolidasi: Arsitektur data yang tepat sangat penting untuk AI. Namun perusahaan mengatakan arsitektur mereka saat ini memiliki masa pakai rata-rata hanya 18 bulan sebelum akhirnya tidak dapat lagi mendukung aplikasi AI internal mereka. 75% perusahaan memiliki arsitektur dengan banyak basis data, yang mempersulit untuk memastikan keluaran AI yang akurat dan konsisten; 61% tidak memiliki perangkat untuk mencegah data kepemilikan dibagikan secara eksternal, yang meningkatkan risiko keamanan dan kepatuhan; dan 84% tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan, mengelola, dan mengindeks data vektor berdimensi tinggi yang diperlukan untuk penggunaan AI yang efisien. Untuk mengatasi tantangan ini, semua perusahaan yang disurvei sedang mengonsolidasikan dan menyederhanakan tumpukan teknologi AI mereka agar kontrol AI menjadi lebih mudah dan lebih efisien.
  • Mendorong eksperimen yang berkontribusi pada kesuksesan AI: Sikap perusahaan tentang AI memiliki dampak penting pada kesuksesannya. Perusahaan yang mendorong eksperimen AI memiliki 10% lebih banyak proyek AI yang berhasil masuk produksi dan 13% lebih sedikit pengeluaran AI yang terbuang bila dibandingkan dengan perusahaan dengan pendekatan yang lebih restriktif.
  • Perkembangan baru dalam AI cepat mencapai keseimbangan: Meskipun AI agentik dan GenAI adalah konsep yang jauh lebih baru, proporsi pengeluaran AI untuk AI agentik (30% dari total), GenAI (35%) dan bentuk AI lainnya (35%) kini sudah hampir merata. Hal ini menunjukkan perusahaan berinvestasi besar-besaran untuk mengikuti perkembangan AI karena 66% khawatir bahwa AI dan pendekatannya berkembang lebih cepat daripada kemampuan organisasi mereka untuk mengimbangi.
  • Ketidakmampuan mengimbangi AI meningkatkan risiko tergeser: Perusahaan menyadari potensi gangguan AI, memungkinkan perusahaan yang lebih kecil dengan pemahaman teknologi yang lebih baik untuk menggantikan pesaing yang lebih besar tapi kurang gesit. Lebih dari separuh (59%) pemimpin TI khawatir organisasi mereka berisiko digeser oleh pesaing yang lebih kecil, namun pada saat yang sama sebanyak 79% dari mereka percaya dapat melakukan hal yang sama dan menggeser pesaing mereka yang lebih besar.
BACA JUGA:  Couchbase Capella Kini Masuk Ekosistem Microsoft Azure

“Data ini mengungkapkan peluang luar biasa sekaligus risiko signifikan dari AI,” lanjut Irish. “Meskipun 73% CIO bersemangat tentang potensi AI dan merasa terdorong untuk lebih banyak menggunakannya, perusahaan yang menguasai data merekalah yang akan menjadi yang paling mendapat keuntungan. Kuncinya adalah memiliki kontrol yang kuat dan arsitektur yang sesuai dengan tujuan perusahaan. Ketika perusahaan membangun fondasi yang tepat untuk mendukung aplikasi penting yang berisi alur kerja AI, dan menargetkan use case dengan ROI yang jelas, CIO akan berada di posisi terbaik untuk mengubah AI menjadi keunggulan kompetitif yang nyata.”

Turut berkomentar Matt McDonough, SVP of Product Couchbase, mengatakan platform data pengembang yang modern sangat penting untuk keberhasilan perusahaan menerapkan AI

“Dengan kemampuan seperti pencarian vektor, Layanan AI Terintegrasi, dan dukungan untuk pengembangan AI agentik, Couchbase membuat pelanggan mampu mengembangkan sistem dan aplikasi agentik dalam skala besar, dengan harga kompetitif dan kinerja yang unggul. Dengan mendukung pengelolaan semua jenis data yang terlibat dalam interaksi AI, platform kami membantu perusahaan menyatukan beban kerja AI, operasional, analitik, vektor, dan seluler ke dalam satu arsitektur multifungsi. Pendekatan holistik ini tidak hanya meningkatkan visibilitas, kontrol, dan perlindungan data, tetapi juga memberi perangkat yang dibutuhkan pengembang untuk berinovasi dengan gelombang teknologi AI berikutnya,” tandasnya.

Tags: AICouchbaseGenerative AI
Previous Post

WIR Group Gelar Kompetisi AI and Tech SATRIA 2025

Next Post

Telkom Hadirkan OCA AI, Chatbot Builder Tanpa Coding

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siapkan Talenta Digital Masa Depan, BINUS University Perluas Akses Pendidikan AI ke Seluruh Kampus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dorong Lahirnya Inovasi Sektor Keuangan, OJK Kembangkan Program Akselerasi Startup Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TransTRACK Gandeng KIM Kembangkan Kawasan Industri Cerdas Berbasis AI dan IoT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AMD Luncurkan Komputasi Full-Stack untuk Era Agentic AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Dari Token Beralih ke Kepercayaan: Memelihara, Mengelola, dan Mengamankan AI ke Tahap Produksi

Dari Token Beralih ke Kepercayaan: Memelihara, Mengelola, dan Mengamankan AI ke Tahap Produksi

Fauzi
23 July 2026 | 14:19

Oleh: Abhas Ricky, Chief Business Officer dan General Manager of Applied AI, Cloudera Organisasi di seluruh Asia Pasifik, termasuk Indonesia,...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
21 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto