ItWorks.id- Keberadaan Point-of-Presence (PoP) Terbaru Fortinet di Singapura akan membawa pelanggan lebih dekat ke Layanan keamanan Cloud Fortinet. Terutama mendukung kebutuhan lokasi data, kepatuhan regulasi, serta layanan keamanan cloud yang skalabel.
Fortinet, perusahaan global keamanan siber yang mendorong konvergensi antara jaringan dan keamanan, hari ini mengumumkan peluncuran Point-of-Presence (PoP) regional terbaru di Singapura untuk lacework FortiCNAPP, platform perlindungan aplikasi cloud-native miliknya. Investasi ini menegaskan komitmen Fortinet dalam memperkuat postur keamanan siber di kawasan ASEAN dan Asia Selatan dengan menghadirkan layanan keamanan cloud mutakhir yang lebih dekat ke pelanggan guna mendukung kebutuhan lokasi data, menavigasi persyaratan regulasi dan mempercepat transformasi digital.
Vice President of Sales, India, SAARC, Southeast Asia & ANZ, Fortinet, Vishak Raman, menyatakan, investasi Fortinet di Singapura mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung perkembangan digital di kawasan ini. “Seiring bertambahnya percepatan adopsi cloud di ASEAN dan Asia Selatan, dengan invetasi baru ini, kami membawa layanan keamanan lebih dekat ke lokasi operasional pelanggan. Membantu mereka memenuhi kebutuhan kepatuhan lokal, memperkuat ketahanan siber, dan membuka berbagai peluang baru dengan keyakinan bahwa lingkungan cloud mereka diamankan oleh solusi keamanan berbasis AI yang skalabel,” ujarnya dalam rilis pers (14/08/2025), di Jakarta.
Keberadaan PoP di Singapura melengkapi infrastruktur Fortinet yang telah ada di kawasan ini dan menandai implementasi FortiCNAPP kedua di Asia Pasifik, menyusul peluncuran PoP-nya di Australia. Dengan Point-of-Presence yang sudah ada di Amerika Utara, Eropa dan Australia, ekspansi ini meningkatkan kemampuan Fortinet dalam menghadirkan layanan keamanan yang lebih dekat dengan lokasi operasional bisnis di seluruh dunia—menjamin kelincahan, ketahanan, dan responsivitas yang lebih tinggi.
Pengumuman ini hadir di tengah percepatan adopsi digital yang belum terjadi sebelumnya di ASEAN dan Asia Selatan. Berdasarkan laporan Fortinet: 2025 State of Cloud Security, 78% perusahaan kini menggunakan dua atau lebih penyedia cloud, sementara 61% menyebut keamanan dan kepatuhan sebagai kekhawatiran utama saat mengadopsi teknologi cloud. Investasi Fortinet yang berkelanjutan di kawasan ini, termasuk ekspansi FortiCNAPP, memastikan bahwa perusahaan dan pemerintah memiliki akses ke solusi keamanan kelas dunia yang tidak hanya tangguh dan skalabel, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan kepatuhan regional dan realitas operasional.
Country Director, Fortinet Indonesia, Edwin Lim menambahkan, organisasi di seluruh kawasan ASEAN dan Asia Selatan tengah menavigasi lingkungan cloud yang semakin kompleks sekaligus menghadapi tantangan keamanan dan kepatuhanyang kian berat.
“Keberadaan PoP FortiCNAPP baru kami di Singapura menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan perlindungan canggih, visibilitas real-time, dan skalabilitas yang membantu pelanggan mengamankan aplikasi dan data mereka serta sekaligus memungkinkan mitra kami menawarkan layanan keamanan cloud yang terlokalisasi guna mendukung transformasi digital dan kelincahan bisnis,” ujarnya.














