ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Fortinet Ungkap Rekor Lonjakan Serangan Siber Otomatis Akibat AI

Ahmad Churi
30 May 2025 | 21:19
rubrik: Research
Fortinet Tunjuk ECS Indo Jaya Sebagai Distributor Resmi
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks- Laporan Global FortiGuard Labs 2025 tentang Lanskap Ancaman menyoroti maraknya kejahatan siber berbasis layanan (cybercrime-as-a-service) di darknet, yang mendorong pertumbuhan pasar yang menguntungkan untuk kredensial, eksploitasi celah keamanan, dan akses ilegal.

Fortinet, pengembang solusi keamanan siber, hari ini mengumumkan peluncuran Laporan Lanskap Ancaman Global 2025 dari FortiGuard Labs. Laporan tahunan terbaru ini menyajikan gambaran lanskap ancaman aktif dan tren sepanjang tahun 2024, termasuk analisis komprehensif terhadap seluruh taktik yang digunakan dalam serangan.

Data dalam laporan ini mengungkap bahwa pelaku ancaman semakin memanfaatkan otomatisasi, alat-alat yang dikomoditaskan, dan teknologi AI untuk secara sistematis mengikis keunggulan tradisional yang sebelumnya dimiliki oleh pihak defender seperti tim IT atau security operation center.

“Laporan Lanskap Ancaman Global terbaru kami menunjukkan satu hal yang jelas: pelaku kejahatan siber semakin mempercepat aksinya, menggunakan AI dan otomatisasi untuk beroperasi dengan kecepatan dan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Derek Manky, Chief Security Strategist dan Global VP Threat Intelligence di FortiGuard Labs milik Fortinet dilasnir dalam rilis pers (30/05/2025).

Teknik serangan baru ini, panduan keamanan tradisional tidak lagi memadai. Organisasi harus beralih ke strategi pertahanan yang proaktif dan berbasis kecerdasan, yang didukung oleh AI, zero trust, dan manajemen paparan ancaman secara berkelanjutan, agar selangkah lebih maju menghadapi lanskap ancaman yang terus berkembang pesat saat ini.

Temuan utama dari Laporan Lanskap Ancaman Global terbaru dari FortiGuard Labs mencakup:
• Pemindaian Otomatis Capai Rekor Tertinggi saat Penyerang Melakukan Shift Left untuk Mengidentifikasi Target Terbuka Sejak Dini.

Untuk memanfaatkan kerentanan baru yang ditemukan, pelaku kejahatan siber menerapkan pemindaian otomatis dalam skala global. Aktivitas pemindaian di dunia maya mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2024, meningkat sebesar 16,7% secara global dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan pengumpulan informasi digital secara masif dan canggih terhadap infrastruktur yang terbuka.

BACA JUGA:  Geser Check Point, Fortinet Peringkat Ke-2 di Asia Pasifik

FortiGuard Labs mengamati miliaran pemindaian setiap bulan—setara dengan 36.000 pemindaian per detik—yang mengungkapkan peningkatan fokus dalam memetakan layanan terbuka seperti SIP dan RDP, serta protokol OT/IoT seperti Modbus TCP.
• Marketplace di Darknet Mempermudah Akses ke Kit Eksploitasi yang Dikemas Rapi –

Pada tahun 2024, forum-forum pelaku kejahatan siber semakin berkembang menjadi marketplace canggih tempat diperjualbelikannya kit eksploitasi, dengan lebih dari 40.000 kerentanan keamanan baru yang tercatat di National Vulnerability Database (NVD), naik 39% dibandingkan tahun 2023.

Selain kerentanan zero-day yang beredar di darknet, broker akses awal juga semakin sering menawarkan kredensial perusahaan (20%), akses RDP (19%), panel admin (13%), dan web shell (12%). Selain itu, FortiGuard Labs mencatat peningkatan 500% sepanjang tahun lalu dalam jumlah log yang tersedia dari sistem yang terinfeksi infostealer malware, dengan 1,7 miliar catatan kredensial yang dicuri dibagikan di forum illegal tersebut.

• Kejahatan Siber Berbasis AI Berkembang Pesat

Pelaku ancaman memanfaatkan AI untuk meningkatkan realisme phishing dan menghindari kontrol keamanan tradisional, sehingga membuat serangan siber lebih efektif dan sulit dideteksi. Alat seperti FraudGPT, BlackmailerV3, dan ElevenLabs mendorong kampanye yang lebih masif, meyakinkan, dan efektif—tanpa batasan etika seperti yang ditemukan pada alat AI publik.

.Serangan Terarah pada Sektor Penting Meningkat Tajam.

Industri seperti manufaktur, layanan kesehatan, dan jasa keuangan terus mengalami lonjakan serangan siber yang disesuaikan, dengan pelaku ancaman memanfaatkan eksploitasi spesifik sektor. Pada tahun 2024, sektor yang paling disasar adalah manufaktur (17%), jasa bisnis (11%), konstruksi (9%), dan ritel (9%).

Baik pelaku ancaman siber yang bekerja atas nama negara tertentu maupun operator Ransomware-as-a-Service (RaaS) memusatkan upaya mereka pada sektor-sektor ini. Amerika Serikat menjadi target utama serangan ini (61%), diikuti oleh Inggris (6%) dan Kanada (5%).

BACA JUGA:  Ada Peningkatan, Platform FortiRecon dari Fortinet Tetap Selangkah di Depan Ancaman

• Risiko Keamanan Cloud dan IoT Meningkat

Lingkungan cloud terus menjadi sasaran utama, dengan pelaku ancaman mengeksploitasi kelemahan yang terus ada seperti open storage bucket, identitas dengan hak akses berlebihan, dan layanan yang dikonfigurasi secara tidak tepat.

Dalam 70% dari insiden yang diamati, penyerang memperoleh akses melalui login dari lokasi geografis yang tidak dikenali di mana hal ini menyoroti pentingnya pemantauan identitas dalam pertahanan cloud.

.Kredensial Menjadi Mata Uang Kejahatan Siber

Pada tahun 2024, pelaku kejahatan siber membagikan lebih dari 100 miliar catatan yang telah disusupi di forum bawah tanah, meningkat sebesar 42% dibanding tahun sebelumnya, yang sebagian besar dipicu oleh meningkatnya penggunaan “combo list” yang berisi username, password, dan alamat email yang dicuri.

Lebih dari separuh unggahan di darknet melibatkan basis data yang bocor, yang memungkinkan pelaku mengotomatisasi serangan credential stuffing dalam skala besar. Kelompok terkenal seperti BestCombo, BloddyMery, dan ValidMail menjadi grup siber paling aktif selama periode ini dan terus menurunkan hambatan bagi pelaku baru dengan mengemas dan memvalidasi kredensial ini, sehingga mendorong lonjakan pembajakan akun, penipuan keuangan, dan spionase korporat. (AC)

Tags: Fortinet
Previous Post

Anker Rilis Zolo Magnetic, Power Bank Nirkabel Berteknologi Kontrol Suhu

Next Post

Dukung Efisiensi, LNSW Bersiap Bangun Sistem Financial Reporting Single Window

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OpenAI Bagikan 50 Cara Penggunaan ChatGPT untuk Mahasiswa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motorola Moto E14, Smartphone Terjangkau Berbasis Android Go Edition

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRIN Dorong Kebijakan Responsif untuk Tata Kelola AI Data Center di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto