ItWorks-Menurut survei Kaspersky, kurang dari sepertiga responden memercayai AI untuk merencanakan perjalanan (travel planning). Daftar penggunaan AI yang paling populer di antaranya adalah untuk penelitian, dengan 76% responden mengonfirmasi bahwa itu adalah penggunaan AI yang paling umum.
Dalam beberapa tahun terakhir, artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah menjadi bagian integral dalam penggunaan internet, mengubah cara seseorang mencari dan memverifikasi informasi. Seiring perkembangan AI, kehadirannya pun semakin meningkat, menjadikan perangkat bertenaga AI hampir ada di mana-mana.
Di puncak musim liburan, Kaspersky memutuskan untuk mencari tahu seberapa sering orang menggunakan AI dalam merencanakan agenda perjalanan, dan aspek apa saja yang siap dipercayakan wisatawan kepada kecerdasan buatan.
Dilansir dalam rilis baru-baru ini disebutkan, hasil survei mengonfirmasi bahwa AI telah menjadi alat yang tersebar luas di kalangan pengguna internet aktif, 72% responden mengaku menggunakan AI setidaknya sekali. Di bawah usia 35 tahun, angka ini mencapai 88%. Namun, seperti yang diperkirakan, generasi yang lebih tua (54+) cenderung kurang menggunakan layanan AI, dengan hanya 54% yang pernah berinteraksi dengan AI dan 20% tidak menunjukkan minat untuk mencoba.
Ternyata penggunaan AI yang paling populer adalah untuk penelitian, dengan 76% responden mengonfirmasi bahwa itu adalah penggunaan AI yang paling umum. Tempat kedua dan ketiga ditempati AI untuk bekerja (45%) dan belajar (40%). Hiburan (39%) dan bereksperimen dengan teknologi (39%) berada di posisi keempat. AI dalam perencanaan perjalanan atau travel planning, dengan 28% suara, belum termasuk di antara penggunaan AI yang paling populer.
Terlepas dari persentase pengguna yang relatif kecil yang menerapkan AI dalam perencanaan perjalanan, hampir semuanya (96%) puas dengan pengalaman ini. 44% menyatakan “sempurna” sementara 52% menyatakan “baik”, yang masih merupakan salah satu skor kepuasan tertinggi. Dalam kedua kasus tersebut, sebagian besar responden mengonfirmasi bahwa mereka berencana menggunakan AI saat mempersiapkan perjalanan di masa mendatang, (84%) yang menunjukkan bahwa layanan AI mungkin akan jauh lebih populer sebagai alat perencanaan dalam waktu dekat.
Studi ini dilakukan oleh pusat riset pasar Kaspersky bekerja sama dengan penyedia riset Toluna pada musim panas 2025. Survei ini melibatkan 3.000 responden dari 15 negara (Argentina, Chili, Tiongkok, Jerman, India, Indonesia, Italia, Malaysia, Meksiko, Arab Saudi, Afrika Selatan, Spanyol, Turki, Inggris, dan Uni Emirat Arab).
AI Bantu Perjalanan
Bagi wisatawan, AI tetap mempertahankan fungsi terpopulernya – riset. 70% responden yang telah menggunakan AI dalam perencanaan perjalanan mempercayai AI untuk mengidentifikasi acara dan aktivitas lain bagi mereka, baik itu mencari tempat wisata yang cocok, rute wisata populer, maupun toko suvenir. 66% menggunakan AI untuk memilih akomodasi, 60% membuat daftar restoran dengan bantuannya, dan 58% bahkan menugaskan AI untuk mencari tiket.
Menariknya, keluarga dengan anak-anak lebih aktif menggunakan berbagai fungsi AI dalam mempersiapkan perjalanan dibandingkan audiens yang tidak memiliki anak, yang menunjukkan bahwa AI membantu pengguna menghemat waktu.
Dibandingkan dengan riset informasi, pemesanan yang didukung AI kurang populer di semua kelompok. Menurut survei, 45% responden memesan hotel melalui layanan AI, 43% memesan tiket, dan hanya 38% yang memesan restoran dengan bantuan AI. Khususnya, 45% peserta menyatakan bahwa mereka menggunakan bantuan AI untuk menjawab pertanyaan seputar visa dan migrasi, yang menimbulkan beberapa kekhawatiran.
Baru-baru ini kisah tentang seorang penulis Australia yang tidak dapat terbang ke konferensi di Chili karena saran visa yang salah dari ChatGPT menunjukkan bahwa risiko halusinasi AI lebih besar daripada manfaat penghematan waktu untuk hal yang paling penting.
Untuk memastikan keamanan perjalanan Anda, Kaspersky menyarankan:
- Selalu periksa kembali informasi yang diberikan AI. Jangan melakukan pembelian atau memesan di situs web sebelum Anda memverifikasi keasliannya secara independen.
- Saat merencanakan perjalanan, jangan lupakan internet seluler di luar negeri. Pertimbangkan untuk menggunakan eSIM agar selalu terhubung dengan keluarga dan teman Anda.
- Selalu periksa kembali jaringan Wi-Fi sebelum terhubung, gunakan VPN, dan hindari bergabung secara otomatis ke hotspot yang tidak dikenal.
- Lindungi perangkat Anda, jangan meninggalkannya tanpa pengawasan di tempat ramai, tetapkan kata sandi yang kuat, dan pasang solusi keamanan yang andal, yang akan membantu melindunginya dari berbagai ancaman siber.














