Jakarta, Itech- Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan Indonesian Medical Education and Research Institute Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IMERI – FKUI) di Salemba, Jakarta, Rabu (12/4). JK menungkapkan betapa pentingnya riset pada dunia kesehatan dan kedokteran yang berguna untuk meningkatkan kualitas kesehatan 250 juta lebih penduduk Indonesia saat ini.
Selain itu, JK juga mengajak kepada semua profesor dalam dunia kedokteran untuk bergabung bersama dengan IMERI, melakukan riset pada dunia kesehatan. Lebih lanjut, ia juga meminta kepada para dokter meluangkan satu hari dalam seminggu untuk bergabung dalam riset IMERI. Tujuan didirikannya pusat IPTEK unggulan dalam bidang kedokteraan dan kesehatan yang didirikan dengan menggunakan dana Islamic Development Bank (IDB) ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Tanah Air.
“Riset kesehatan mengenai penyakit tropis contohnya, penelitian di bidang masih belum banyak dilakukan oleh negara lain. Riset ini dan potensi riset lainnya dapat dikembangkan oleh IMERI dengan bekerjasama dengan peneliti-peneliti lain, baik dalam negeri maupun luar negeri,” papar JK seraya menambahkan bahwa ilmu kedokteran berkembang sangat cepat, berubah 100 persen tiap tiga tahun, jadi dokter yang tidak meneliti selama tiga tahun ilmunya tinggal setengah.
Menurut Rektor UI Muhammad Ani, “IMERI-FKUI memiliki 12 klaster riset, 2 klaster pendidikan, 3 klaster penunjang riset, serta 3 fasilitas pendukung pendidikan yang bertujuan menghasilkan terobosan inovasi guna peningkatan kualitas pendidikan dan pelayaman kesehatan di Indonesia,” tuturnya. Konsep pembangunan IMERI-FKUI sangat sesuai dengan Nawa Cita Jokowi – JK terutama dalam hal meningkatkan ketahanan dan kemandirian bangsa Indonesia di bidang kesehatan.
Ditempat yang sama, Menteri Ristekdikti M. Nasir mengatakan, tantangan masyarakat global terkait masalah kesehatan terus meningkat. Oleh karena itu, pihaknya merancang peta jalan (road map) agenda riset nasional dimana riset kesehatan dan kedokteran masuk menjadi fokus utama apalagi keberadaan IMERI – FKUI) sangat penting dan strategis. Ia pun mendorong lembaga IMERI tumbuh menjadi Pusat Unggulan IPTEK bidang Kedokteran dan Kesehatan Indonesia. “Riset berkualitas dapat menjadi solusi bagi permasalahan bangsa, sekaligus menjawab tantangan global ” ujarnya.
Dalam 10 tahun ke depan IMERI-FKUI diproyeksikan untuk menjadi Medical Science Techno-Park Indonesia, yaitu pusat riset dan inovasi kesehatan dan kedokteran Indonesia yang dilengkapi sampai pada tahap industri. Sepuluh tahun lagi IMERI-FKUI diharapkan menjadi Salemba Valley atau Silicon Valley-nya Indonesia di bidang kedokteran dan kesehatan.
Sementara itu, Dekan FK-UI, Ratna Sitompul menjelaskan, IMERI-FKUI memiliki 12 klaster riset, dua klaster pendidikan, dan tiga klaster penunjang riset. Selain itu terdapat tiga fasilitas pendukung pendidikan yang bertujuan menghasilkan terobosan inovasi guna peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Beberapa klaster unggulan antara lain adalah klaster-klaster riset infeksi, kanker, kardiovaskular, serta reproduksi. Juga dikembangkan klaster riset human genetic, stem cell, drug development, serta pendidikan kedokteran dan pengembangan pendidikan berbasis simulasi. (red)













