ItWorks.id- Mengusung tema “Asia’s Largest Network of Glass and Facades”, pameran Glasstech Asia & Fenestration Asia 2025 siap digelar dengan menghadirkan sejumlah inovasi produk dan teknologi terbaru di industri kaca dan fenestrasi (fasad konstruksi) di kawasan Asia.
Dihelat oleh Debindo Global Expo bekerjsama dengan menggandeng Messe Muenchen International (MMI) Asia, pameran akan berlangsung 6-9 November 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Indonesia. Pameran dagang kaca dan fasad terbesar di Asia ini, selain ajang untuk menunjukkan tren dan inovasi produk-produk terbaru di industri pasar kaca, juga akan menampilkan teknologi dan inovasi terbaru di industri ini. Termasuk produk yang lebih ramah lingkungan bagi industri ini sesuai tuntutan ESG- untuk memenuhi standar keberlanjutan yang mencakup aspek ESG (Environmental-lingkungan), Social- (Sosial), dan Governance (tata kelola).
ESG kian menjadi perhatian luas dari berbagai pihak, seperti investor, konsumen, dan regulator, yang mendorong perusahaan lebih bertanggung jawab atas dampak operasinya terhadap lingkungan dan masyarakat, serta memastikan praktik manajemen yang baik.
“Banyak inovasi produk dan tren teknologi baru yang akan dihadirkan dalam pameran ini, termasuk untuk menjawab tuntutan keberlanjutan, terutama produk yang lebih ramah lingkungan, rendah emisi (low-e), smart glass (kaca pintar yang berkontribusi pada kelestarian lingkungan hingga bahan material terbarukan,” ungkap Direktur PT. Debindo Global Expo Rafidi Iqra Muhammad dalam jumpa pers (21/10/2025), di Jakarta.
Penyelenggaraan pameran ini juga tak lepas dari prospek pertumbuhan industri kaca dan pasar Indonesia yang masih begitu besar. Hal ini sejalan dengan perkembangan industri konstruksi bangunan, seperti properti komersial, perkantoran, hingga residensial yang belakangan juga makin bergairah.
Pameran ini juga menjadi wahana penting untuk mempertemukan para profesional industri dari produsen, pemasok, arsitek, hingga pengembang untuk menjelajahi teknologi terbaru dan solusi berkelanjutan di bidang konstruksi. “Kami harap pameran teknologi kaca terkemuka di Asia ini akan menjadi pendorong baru pertumbuhan berbagai industri dalam penggunaan produk kaca, terutama di sektor konstruksi bangunan properti komersial dan residensial di Indonesia. Pasar di Indonesia, secara konsisten menunjukkan pertumbuhan positif belakangan ini, ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Ms. Annie Suwapit – Exhibition Manager GAFA mengungkapkan, berkaca dari kesuksesan event serupa sebelumnya “Glasstech Asia dan Fenestration Asia di Ho Chi Minh City, Vietnam 2024, di mana berhasil menarik banyak pengunjung profesional dari sektor kaca dan fenestrasi serta menghadirkan lebih dari 250 peserta pameran dari lebih dari 50 negara, pihaknya optimistis, tahun ini bisa lebih menunjukkan kesuksesan yang sama yang juga banyak pengunjiung. Optimisme tersebut mengingat bahwa industri kaca dan fenestrasi di Asia Tenggara terus berkembang dan semakin menarik perhatian dunia, termasuk di Indonesia.
Fenestrasi sendiri merujuk pada elemen desain bangunan yang berkaitan dengan bukaan seperti jendela, pintu, dan system fasad yang memungkinkan pencahayaan alami, ventilasi, serta konektivitas visual antara ruang dalam dan luar, komponen vital dalam arsitektur modern yang menuntut efisiensi energi dan kenyamanan penghuni.
Acara jumpa pers ini juga dihadiri perwakilan perserta pameran, di antaranya Rifan Pramanda – PT Asahimas Flat Glass Tbk, Christian Jonathan – Direktur Pelitamaju Facades, Yustinus Gunawan – Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP), serta Fibra Reelianto – Ketua Umum Perkumpulan Ahli Fasad Indonesia (PERAFI). Mereka menyampaikan kesiapan dan mengungkapkan optimismenya untuk kesuksesan acara pameran ini.














