ItWorks- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kinerja pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III/2025 yang mencapai sebesar 5,04% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Produk domestik bruto atau PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal III/2025 mencapai Rp6.060 triliun dan PDB atas harga konstan mencapai Rp3.444,8 triliun.
Di tengah dinamika perdagangan internasional, ekonomi Indonesia tangguh dan tetap mencatat pertumbuhan yang solid. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,04 % (y-on-y) pada triwulan-III 2025, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 4,95%. Sebagai pembanding, ekonomi sejumlah negara tetangga juga mengalami pertumbuhan di tengah tekanan perdagangan internasional, di antaranya: Vietnam 8,2% , Tiongkok 4,8 %, Malaysia 5,2 %, dan Singapura 2,9 %.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, mengungkapkan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode ini salah satunya didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap terjaga. “Hal tersebut didukung oleh kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi, serta terus tumbuhnya beberapa indikator seperti transaksi online dari e-retail dan marketplace, dan nilai transaksi uang elektronik, kartu debit, dan kredit,” ujarnya pada paparan pers (5/11/2025), di di Gedung BPS, Jakarta.
Secara spasial, ekonomi tumbuh positif di seluruh wilayah. Pulau Jawa mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17% dan Sulawesi 5,84%, keduanya di atas rata-rata nasional. Sementara itu, wilayah Maluku dan Papua tetap tumbuh positif sebesar 2,68 persen, meskipun mengalami perlambatan dibandingkan dengan triwulan-III tahun sebelumnya.
Secara spesifik, sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan cukup tinggi sebesar 9,65%. Hal ini didorong oleh meningkatnya lalu lintas data serta transaksi perdagangan melalui sistem elektronik. Sedangkan sektor pertanian tumbuh hingga 4,93 % didorong oleh adanya peningkatan permintaan domestik.














