ItWorks.id- Indeks PembangunanManusia (IPM yang mengukur sejauh mana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam aspek ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, kian tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kinerja IPM tahun 2025 mencapai 75,90, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 75,02.
Dengan capaian tahun ini, Indonesia dinilai tetap berada dalam kategori pembangunan manusia tinggi. Peningkatan IPM 2025 didorong oleh peningkatan semua indikator penyusun. Komponen harapan hidup saat lahir meningkat menjadi 74,47 tahun.“Dari sisi pendidikan, harapan lama sekolah naik menjadi 13,30 tahun, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 13,21 tahun. Sementara rata-rata lama sekolah tercatat sebesar 9,07 tahun, naik dari 8,85 tahun pada tahun 2024,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, pada paparan pers (5/11/2025), di di Gedung BPS, Jakarta.
Selanjutnya, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan naik dari Rp12,3 juta pada tahun lalu menjadi Rp12,8 juta pada tahun ini.”Pengeluaran riil per kapita per tahun yang telah disesuaikan adalah rata-rata konsumsi penduduk per tahun yang dihitung berdasarkan harga konstan tahun 2012 dengan wilayah rujukan Jakarta Selatan. Angka ini juga telah disesuaikan dengan tingkat inflasi dan daya beli paritas”, jelas Edy.
Secara spasial, 3 (tiga) provinsi mencatat IPM tertinggi yaitu DKI Jakarta (85,05), DI Yogyakarta (82,48), dan Kepulauan Riau (80,53). Ketiga provinsi tersebut berada pada kategori tinggi. Sedangkan IPM terendah yaitu Provinsi Papua Pegunungan sebesar 54,91. BPS juga mencatat bahwa Provinsi Jawa Barat mencatat kenaikan IPM tertinggi yaitu sebesar 0,98 poin.














