ItWorks.id- Dalam upaya meningkatkan akselerasi pembelajaran bagi Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Keuangan sesui dengan visi “Menjadi Pengelola Keuangan Negara untuk Mewujudkan Perekonomian Indonesia yang Produktif, Kompetitif, Inklusif, dan Berkeadilan”, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan, terus mengoptimalkan kapabilitas aplikasi Kemenkeu Learning Center (KLC) dengan menambah modul pembelaran yang lebih komprehensif hingga pengatau sistem keamanan siber-nya. Selain itu, juga dilakukan upgrade KLC menjadi Super Apps atau aplikasi super yang menggabungkan berbagai layanan dan fungsi di dalam satu platform.
Kemenkeu Learning Center (KLC) merupakan media pembelajaran online yang membahas berbagai materi tentang Pengelolaan Keuangan Negara yang dapat diakses oleh seluruh pegawai Kementerian Keuangan dan masyarakat umum. KLC berfungsi untuk mendukung proses pendidikan dan peraturan Kepala BPPK Nomor 6 Tahun 2024 Pedoman Manajemen Pembelajaran pelatihan yang diselenggarakan di lingkungan Kemenkeu.
Sejalan dengan hal tersebut, BPPK juga terus melakukan terobosan dan inovasi metode pembelajaran dengan mengoptimalisasi peran serta dukungan Teknologi Informasi dalam prosesnya. Terutama dengan memperkut peran dan kapabilitas aplikasi pembelajaran e-Learning sebagai media pembelajaran yang kini terus perkuat pengembangannya. KLC yang berjalan saat ini merupakan pengembangan dari KLC generasi pertama, yang kini terus ditingkatkan dan telah tersedia dalam versi mobile, sehingga makin memudahkan para pengguna untuk melakukan pembelajaran.
Demikian diungkapkan Kepala Bagian Manajemen Pengetahuan, Komunikasi, dan Kerja Sama, BPPK Kemenkeu, Arfiansyah Darwin dalam wawancara penjurian Top Digital Awards 2025 yang diselenggarakan Majalah ItWorks pada (04/11/2025) secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Hadir juga dari BPPK Kemenkeu, di antaranya Eko Satyono – Kepala Subbidang Program dan Sistem Kerja, Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan (BaTii), Muhamad Octariyaddi – Kepala Subbagian Analisis Data Pembelajaran, Hafid Mukhlasin – Pranata Komputer Muda- BaTii, serta tim lainnya (Lidia Kristi, Muamar Kadafi, Rizki Hamdani, Zainul Muttaqin, Eko Satyono, serta Sukma Perdana).
“Pembelajaran modern e-learning melalui KLC, kian jadi andalan yang kini terus kita perkuat dengan modul yang lebih komprehensif, termasuk keandalan teknologinya untuk ekosistem pembelajaran modern bagi peningkatan SDM Kemenkeu, melalui virtual meeting dan juga knowledge sharing di seluruh unit. Melalui strategi ini, KLC menjadi media pembelajaran yang kian lengkap, membahas berbagai materi tentang Pengelolaan Keuangan Negara yang dapat diakses oleh seluruh pegawai Kmenkeu dan juga masyarakat umum,” ungkap Arfiansyah Darwin dalam presentasinya di depan Tim Juri Top Digital Awards 2025 dengan membawakan materi presentasi berjudul “Kemenkeu Learning Center – Digitalisasi Proses Bisnis Pembelajaran Keuangan Negara”.
Pembentukan Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan (BaTii)
Dalam hal pengembangan sistem IT dan transfomasi digital yang dilakukan di BPPK, secara umum untuk tata kelola TIK, mengikuti arah kebijakan tata kelola dan manajemen SPBE Kementerian Keuangan. Hal ini tertuang dalam PMK Nomor 110 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Lingkungan Kementerian Keuangan. Dalam kaitan ini, juga dilakukan pembentukan Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan (BaTii), mengubah tata kelola dan kebijakan TI yang selama ini berada di Pusintek dan Unit Eselon I, menjadi terpusat pada BaTii.
Terkait pengembangan modul (Modul Dev) juga terus ditingkatkan. Tahun lalu (2024) terdapat 30 modul Dev dan tahun 2025 ditingkatan menjadi 41 modul Dev dan tahun 2026 ditargetkan menjadi 43 modul Dev. Untuk pengembangan R&D Modul KLC-office,ada perubahan Proses Bisnis (NWOW, tim kerja) & Integrasi KLC-Semantik BPPK.
Dari sisi keandalan teknologi, juga terus dilakukan penguatan. Di antaranya dilakukan migrasi infrastruktur KLC dari Data Center lama ke Smart Data Center. Dilakukan migrasi dari sistem lama ke smart Data Center Pusintek baru (tier-4). Pelaksanaan migrasi layanan KLC dilakukan mulai akhir bulan Mei s.d. akhir bulan Oktober 2023. Juga dilakukan penambahan fitur dengan smart technology.Di antaranya Chatbot AI KMS R&D + Implementasi AI Chatbot KMS dan AI Tutor Mingo untuk LMS (Learning Management System).
Dengan pengembangan ini, KLC kini telah menjadi rumah bagi ratusan e-learning dan ribuan media pembelajaran keuangan negara, baik berupa artikel, buku, maupun video, yang dapat diakses melalui laman klc.kemenkeu.go.id. Saat ini ada sekitar 17.552 published knowledge documents berupa (Visual, Audio, & Audio Visual) terkait keuangan negara yang dapat diakses kapan saja, dan dimana saja.
Ia menambahkan selain pembelajaran yang sudah terprogram, KLC juga bermanfaat sebagai forum diskusi melalui fitur Community of Practice. Di sini, pengunjung KLC dapat berdiskusi terkait keuangan negara dengan rekan sejawat dan dipandu oleh pakar di bidangnya.
latform KLC berbasis aplikasi smarthphone telah support untuk android dan IoS. Secara umum, aplikasi KLC memiliki lima fitur utama yakni, fitur Pelatihan yang memuat topik pelatihan keuangan negara, fitur Pengetahuan; berisi tentang berbagai video pembelajaran di KLC, fitur Bantuan; untuk mengajukan pertanyaan dan petunjuk jika mengalami kendala, fitur Akun Saya; untuk membuat akun pribadi dan memonitor perkembangan belajar selama mengakses KLC, dan fitur Lencana; dimana user bisa melihat lencana (badge) yang didapatkan setelah menyelesaikan pelatihan tertentu.
KLC kembangkan secara internal oleh BPPK untuk aplikasi inti didalam KLC ini ada Learning Management System (LMS) dan Knowledge Management System (KMS) yang disupport oleh modul-modul lain seperti ujian online, sertifikasi, kerjasama program pembelajaran, dashboard pembelajaran yang bisa diakses unit eselon satu untuk memantau pegawainya yang sedang belajar di BPPK.
Pengembangan KLC juga untuk memenuhi target inisiatif transformasi dan reformasi birokrasi Kemenkeu. Dalam hal tersebut, ada target kenaikan pembelajaran berbasis digital. Satu kelebihan tersendiri dari KLC adalah keberadaan konten yang menghibur, konten yang interaktif. Dalam konteks tersebut, KLC mengakomodir aset pembelajaran dalam bentuk SCORM berbasis HTML5 yang memungkinkan pembelajaran menjadi interaktif. Juga adanya multimedia integration. KLC mengakomodir aset pembelajaran dalam bentuk video berformat MP4 dan MPG yang menjadi lebih menarik, serta masiha da beberapa keungulannya lainnya.
Dalam presentasinya, Arfiansyah juga mengulas tentang upaya peningkatan keamanan siber untuk KLC ini. Ia, antara lain, menjelaskan bahwa BPPK telah menggelar migrasi ke Smart Data Center Pusintek (tier 4). Migrasi tersebut berlangsung di Mei 2023 hingga akhir Oktober 2023.
BPPK pun telah menggelar sertifikasi pen-test (penetration test) dan auditor internal SMKI. Pen-test memungkinkan perbaikan kelemahan sebelum sistem dirilis /digunakan secara luas. “Ada dua pegawai kami yang sudah mendapatkan sertifikat pen-test dari LSP BSSN,” ujar Arfiansyah.
Selain itu juga dilakukan pelatihan terhadap 22 Pegawai IT dan Kepatuhan Internal di BPPK, sehingga memperoleh sertifikasi internal auditor berdasarkan ISO 27001:2022.
TOP DIGITAL Awards merupakan ajang corporte rating (penilaian) dan juga penghargaan bidang IT dan Telko yang diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah ItWorks dari MSI Group, dengan didukung oleh para Pakar dan Dewan Juri dari berbagai asosiasi TI, seperti APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer), MASTEL (Masyarakat Telematika Indonesia), APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Indonesia), IDTUG (Indonesia Telecommunication User Group), dan LKN (Lembaga Kajian Nusantara – Asta Cita). Dari sejak tahun pertama penyelenggaraan, yakni tahun 2016, TOP DIGITAL Awards didesain sebagai ajang penghargaan yang sarat dengan aspek pembelajaran bersama.














