PT PLN Indonesia Power (IP) Services terus memperkuat proses transformasi digitalnya. Langkah anak usaha dari PT PLN IP yang berfokus pada operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik ini dalam transformasi digital sebagai bagian dari strategi menuju operational excellence.
Melalui penerapan teknologi cerdas dan sistem terintegrasi, PLN IP Services terus berupaya menghadirkan layanan energi yang efisien, transparan, sekaligus adaptif terhadap perkembangan global.
Dalam sesi penjurian TOP Digital Awards 2025, yang digelar secara daring Senin (10/11/2025), Direktur Utama PT PLN IP Services, Hari Cahyono menjelaskan, transformasi digital menjadi tulang punggung upaya perusahaan dalam meningkatkan daya saing di era industri energi yang semakin kompleks.
“Kami berkomitmen mendorong operational excellence melalui intelligent digital transformation yang terintegrasi di seluruh lini bisnis,” ujar Hari dalam paparannya itu.
Dalam proses penjurian kali ini, Hari Cahyono didampingi oleh timnya, yakni Ganis Nugraheni Purnamawati selaku Sekretaris Perusahaan, Arief Budiman sebagai Manager Sistem Informasi, Mardiana Budiasti (LATIK), dan M. Fikri Adli (Staf STI).
Disebutkan, setidaknya PLN IP Services saat ini mengelola empat bisnis utama, yakni Energy Supply, O&M Services / MRO Services, IPPC Services, dan Rental Power Services.
Dengan kapasitas pembangkit mencapai 21.000 megawatt (MW) dan 60 unit kerja di seluruh Indonesia, sehingga digitalisasi di setiap proses menjadi keharusan untuk menjamin efisiensi operasional dan akurasi pengambilan keputusan.
“Kami mengelola 21.000 megawatt pembangkit dengan dukungan sekitar 4.700 karyawan di 60 unit kerja, sehingga sistem digital yang terintegrasi menjadi kebutuhan mendasar,” ungkap Hari.
Roadmap Digital
Sejak 2022, PLN IP Services telah menjalankan roadmap digitalisasi yang mencakup pengembangan tata kelola IT, big data, dan business intelligence. Tahun 2025 menjadi tonggak penting untuk penerapan data governance yang lebih matang serta integrasi sistem secara menyeluruh.
“Kami membangun fondasi sejak 2022. Tahun ini, kami fokus pada implementasi data governance dan pemanfaatan big data yang lebih luas,” tutur Hari.
Lebih jauh ditegaskannya, dalam proses transformasi digital PLN IP Services sendiri diwujudkan melalui berbagai aplikasi internal yang mendukung proses bisnis.
Beberapa di antaranya adalah:
- All-In EBS (Energy Business Solution) untuk manajemen proyek dan keuangan, terintegrasi dengan ERP induk.
- Aplikasi Manohara (Monitoring Outage & Pemeliharaan). Outage Management adalah Serangkaian Proses Sinergi dan Berkesinambungan dari kegiatan Pre Overhaul (Perencanaan dan Persiapan), Overhaul Execution (Pelaksanaan OH) sampai dengan Post Overhaul (Laporan, Evaluasi dan Rencana Tindak Lanjut) untuk mencapai Tujuan “5 ON” (On Time, On Cost, On Scope, On Quality dan On Safety).
- Maximo, yaitu aplikasi untuk Computerized Maintenance Management System di pembangkitan. Atau bisa disebut aplikasi yang digunakan dalam melakukan pencatatan dan aktifitas asset management.
- College sebagai platform learning center digital dan pengembangan kompetensi pegawai.
- IRMA untuk risk management, serta ada juga AMS untuk administrasi surat-menyurat berbasis digital.
“All In – Energy Solution ini merupakan aplikasi terpadu yang dirancang untuk mendukung pengelolaan energi secara optimal. Aplikasi ini menyediakan berbagai fitur dan layanan digital guna meningkatkan efisiensi, akurasi, serta integrasi dalam pelaksanaan kegiatan operasional pengelola energi,” kata dia.
Lebih lanjut Hari menegaskan, integrasi aplikasi juga bukan hanya mempercepat proses bisnis, tetapi juga meningkatkan transparansi dan kualitas layanan.
“Integrasi aplikasi ini memungkinkan setiap data dapat berkomunikasi secara langsung dan mengurangi penggunaan aplikasi yang sama, serta dapat mempercepat pengambilan data bagi BOD, sehingga produktifitas meningkat dan proses bisnis menjadi lebih transparan,” ujar dia.
“Jadi, integrasi ini membuat data lebih cepat diakses manajemen dan menjadikan proses bisnis lebih transparan serta produktif,” imbuh Hari.
Selain aplikasi, dalam mendukung transformasi digital, PLN IP Services menerapkan infrastruktur keamanan berlapis. Perusahaan juga menerapkan tata kelola IT untuk memastikan kepatuhan dan kualitas pengelolaan sistem informasi.
Selanjutnya, kata dia, Perusahaan juga telah memiliki Disaster Recovery Plan (DRP) dan Disaster Recovery Center (DRC) guna menjamin keberlangsungan layanan digital.
Strategi Jangka Panjang
Hari kembali menegaskan, transformasi digital di PLN IP Services ini akan terus berkembang sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menjadi penyedia solusi energi terpercaya di tingkat global.
“Kami percaya transformasi digital bukan proyek sementara, tetapi perjalanan berkelanjutan menuju keunggulan operasional dan layanan energi yang terintegrasi,” tandas Hari Cahyono.
Untuk itu, dalam proses transformasi digital di PLN IP Services ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia. Perusahaan mengembangkan platform e-learning “College” serta sistem talent scouting dan talent profiling berbasis data.
“Kami ingin seluruh pegawai menjadi bagian dari transformasi ini. Karena digitalisasi bukan sekadar teknologi, tapi juga budaya kerja baru. Jadi ini langkah kita sebagai Digitalisasi Sumber Daya Manusia atau man power planning,” tegas Hari.
Editor: Fauzi














