Di balik udara sejuk Bukittinggi yang sering diselimuti kabut pagi, semangat baru tengah tumbuh di RSUD dr. Achmad Mochtar (RSAM). Rumah sakit kebanggaan Bukittinggi ini kini melangkah jauh melampaui fungsi pelayanan medis. Melalui RSAM TV, mereka menjadikan rumah sakit bukan hanya tempat berobat, tetapi juga ruang belajar dan berbagi bagi masyarakat.
Resmi mengudara sejak 2024, RSAM TV menjadi simbol nyata transformasi digital RSAM Bukittinggi. Kehadirannya bahkan mengantarkan RSAM masuk ke jajaran rumah sakit daerah paling inovatif di Sumatera Barat dan menjadi sorotan pada ajang TOP Digital Awards 2025.
Dari Layanan Menuju Literasi Kesehatan
Gagasan awal RSAM TV sederhana namun visioner: menjembatani komunikasi antara rumah sakit dan masyarakat tanpa batas. “Kami ingin pasien dan publik mendapatkan informasi kesehatan yang benar, cepat, dan menyenangkan,” ungkap drg. Busril, MPH, Direktur RSUD dr. Achmad Mochtar, saat sesi penjurian TOP Digital Awards 2025, Selasa, 11/11/2025.
Program RSAM TV tidak hanya menampilkan berita internal rumah sakit, tetapi juga mengemas edukasi kesehatan dengan bahasa ringan dan visual menarik—dari tips gizi, pencegahan penyakit, hingga profil dokter yang ramah dan inspiratif. Tak heran, banyak warga Bukittinggi dan sekitarnya kini rutin menyimak tayangan daringnya.
Inovasi dari Dalam Rumah
Keistimewaan RSAM TV terletak pada kemandiriannya. Seluruh proses—dari konsep, produksi, hingga sistem penyiaran—dikembangkan oleh tim internal RSAM. Televisi digital ini juga terintegrasi dengan aplikasi Mobile RSAM dan situs resmi rumah sakit, menjadi bagian penting dari ekosistem digital kesehatan.
Selain itu, RSAM telah mengimplementasikan sistem Rekam Medis Elektronik (RME), Anjungan Pendaftaran Mandiri (ARM), dan berbagai aplikasi layanan lain yang memudahkan pasien. Kini, melalui RSAM TV, semangat digitalisasi itu menembus ruang komunikasi publik.
Televisi Kesehatan Pertama di Sumatera Barat
RSAM TV disebut sebagai televisi kesehatan mandiri pertama di Sumatera Barat. Dengan jaringan internal dan kanal digital, RSAM TV hadir sebagai media edukasi yang dekat dengan masyarakat. Di ruang tunggu pasien, layar-layar digital bukan sekadar hiburan, tapi jendela pengetahuan tentang prosedur medis dan gaya hidup sehat.
Menurut drg. Busril, MPH, digitalisasi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga cara membangun kepercayaan publik. RSAM TV menjadi medium untuk memperkuat transparansi informasi dan mempererat hubungan antara rumah sakit dan masyarakat.
Digital Humanism: Teknologi dengan Hati
Lebih dari sekadar proyek digital, RSAM TV mencerminkan filosofi “digital humanism”—bahwa teknologi harus tetap berpihak pada manusia. Melalui tayangan informatif dan empatik, RSAM berupaya menciptakan pengalaman pelayanan yang ramah, terbuka, dan manusiawi.
“Teknologi boleh berubah, tapi nilai kemanusiaan tetap harus menjadi inti,” tutur drg. Busril, MPH.
Menyalakan Inspirasi dari Bukittinggi
Kini, dari lereng Gunung Marapi, layar RSAM TV terus menyala—membawa pesan tentang harapan, pencegahan penyakit, dan kehidupan yang lebih sehat. Inovasi ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tempat kecil, selama ada visi, keberanian, dan kepedulian.
RSAM TV bukan sekadar kanal informasi, tetapi cermin masa depan pelayanan publik yang manusiawi, transparan, dan berkelanjutan.
Turut hadir dari RSAM Bukittinggi di Penjurian: Wadir Pelayanan, dr. Vera Maya Sari.SP.DLP.MM; Wadir Umum dan SDM, Reni Susanti.SKP.MKep,Ns.Sp Kep.MB; Wàdir Keuangan, dra. Trizayenni.Apt.MSc.; Kabang Perbendaharaan dan Akutansi, Ns.Yulnofaldi.S.Kep.MPH.; dan Ka.Instalasi TIK, Veny Anggriani.S.Kom.















