Data yang komprehensif dan akurat sangat diperlukan oleh PT Astana Kinaya Mitratama, dalam proses bisnis. Dengan data seperti itu, keputusan bisnis bisa lebih cepat dan akurat.
“Untuk adanya data komprehensif dan akurat itu, kami sangat didukung oleh tim TI perusahaan,” kata Chief Operating Officer Astana Kinaya Mitratama, Selly Sylfiana, dalam tanya-jawab dengan Dewan Juri Top Digital Awards 2025 (25/11/2025).
Data seperti itu penting untuk adanya perbaikan bisnis, pengukuran skalabilitas, dan lain-lain.
“Untuk adanya data seperti itu, kami memberikan banyak keleluasaan kepada tim TI perusahaan,” papar Selly.
Tim TI di Astana Kinaya harus bergerak selangkah di depan dalam hal digitalisasi, dibandingkan tim dari unit lain. Juga harus siaga setiap waktu.
Selly pun mencontohkan manfaat yang diperoleh Astana Kinaya dari digitalisasi. Proses perekrutan karyawan baru, saat ini, sudah lebih cepat-efisien berkat dukungan dari sistem digital perusahaan tersebut.
“Juga, ada banyak proses internal yang telah dimudahkan-dipercepat oleh sistem digital kami.”
Astana Kinaya sudah memulai transformasi digital sejak lama. Dalam hal itu, digitalisasi di perusahaan induk menjadi pusat transformasi itu.
Transformasi digital tersebut mengacu ke peta jalan (road map). Dalam proses itu, tim leader TI dari anak usaha bisa berkomunikasi dengan tim leader TI dari perusahaan induk.
“Yang dibahas dalam hal itu, antara lain, tentang hal-hal yang harus menjadi prioritas di anak usaha, dalam proses transformasi digital,” kata Selly.
Dalam kesempatan yang sama, Manajer TI Astana Kinaya Mitratama, Ishak Komarudin, menjelaskan banyak hal tentang sistem TI atau pun digitalisasi pada perusahaan tersebut. Antara lain, ia mengatakan bahwa untuk transformasi digital, perusahaan tersebut banyak menggunakan rancangan tim internal.
“Sebab, bagaimana pun, tim internal bisa lebih mengenal dan proses bisnis perusahaan ini,” papar Ishak.
Menggunakan tim internal pun, keuntungan lain bisa muncul. Antara lain bahwa inovasi-inovasi lebih mudah dilakukan.
Astana Kinaya pun, Ishak menjelaskan, mendesain agar tim TI tersebut ukurannya ramping dan tak memerlukan banyak personil.














