PT BPR Bank Jombang terus mempercepat langkah transformasi digital untuk memperkuat layanan dan efisiensi operasional. Melalui berbagai inovasi berbasis teknologi, bank milik Pemerintah Kabupaten Jombang ini konsisten berupaya menjadi salah satu BPR terdepan dalam digitalisasi perbankan daerah.
Kasubag Litbang dan IT Development Bank Jombang, Arif Widodo menjelaskan, dalam dua tahun terakhir pihaknya fokus pada pengembangan sistem dan aplikasi internal.
“Kami berkomitmen untuk mendorong operational excellence melalui transformasi digital yang cerdas. Sejak 2023, kami banyak melakukan perubahan dalam cara kami mengembangkan sistem IT agar lebih cepat, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan nasabah,” ujar Arif dalam paparannya di depan dewan juri TOP Digital Awards 2025, Rabu (5/11/2025).
Arif sendiri hadir di penjurian ini menemani Direktur Bisnis dan Operasional Bank Jombang, Adam Joyo Pranoto. Selain itu, hadir pula Koordiantor Operasional dan Pelaporan, M. Hosaini Musy.
Lebih jauh ditegaskan Arif, transformasi digital di Bank Jombang dibangun di atas dua pilar utama, yakni sistem transaksional untuk layanan nasabah dan sistem supporting untuk efisiensi operasional internal.
Pada sistem transaksional, Bank Jombang memperkenalkan beragam layanan baru, mulai dari cashless cash withdrawal (penarikan tunai tanpa kartu) hingga mobile banking Maybank Jombang yang saat ini tengah menunggu izin dari Bank Indonesia.
Selain itu, bank juga mengembangkan platform Siscudes Non-Tunai yang digunakan oleh 32 desa di Kabupaten Jombang untuk transaksi keuangan tanpa harus datang ke kantor bank.
“Melalui Siscudes, pemerintah desa tidak perlu lagi antre ke bank untuk transfer, pembayaran mitra usaha, atau pajak. Semua bisa dilakukan secara digital, kapan pun dan di mana pun,” jelas Arif.
Bank Jombang juga menggandeng sejumlah mitra strategis seperti Flip untuk layanan transfer 24 jam, SpeedCash untuk e-wallet “Jombang Kita”, serta kerja sama dengan Bank Mandiri dan Bank MNC untuk penerbitan kartu e-money dan kartu kredit co-branding.
Langkah itu telah membawa Bank Jombang sebagai lembaga keuangan milik Pemerintah Kabupaten Jombang yang akan memiliki total aset mencapai Rp1,21 triliun pada tahun 2025 atau meningkat dari tahun 2024 lalu sebesar Rp1,12 triliun. Dengan pendapatan sekitar Rp143 miliar target 2025, juga naik dari tahun lalu di Rp126 miliar. Total laba akan sebesar Rp14,10 miliar naik dari tahun sebelumnya di Rp11.42 miliar.
Bank Jombang pun terus memperkuat peranannya dalam layanan keuangan mikro dan digital di wilayah Jawa Timur melalui inovasi dan kolaborasi strategis.
Inovasi
Selain memperkuat layanan eksternal, Bank Jombang juga memperbarui sistem internal dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Salah satu inovasi unggulan adalah Loan Application System (LAAS), sistem pengajuan kredit yang terintegrasi dengan AI dan e-KYC (verifikasi identitas digital).
“Melalui sistem ini, proses analisis dan rekomendasi kredit dilakukan otomatis oleh AI. Petugas cukup melihat hasil resume digital sebelum mengambil keputusan. Ini mempersingkat waktu dan meningkatkan akurasi penilaian,” tutur Arif.
Tak hanya itu, Bank Jombang juga memperkenalkan WhatsApp Bot yang dapat menjawab pertanyaan nasabah secara otomatis selama 24 jam, termasuk informasi saldo dan produk layanan, serta Fraud Detection System (FDS) untuk memantau potensi transaksi mencurigakan secara real time.
Selain itu, salah satu inovasi yang paling dibanggakan Bank Jombang adalah Cardless ATM, hasil kerja sama dengan PT Rintis Sejahtera. Layanan ini memungkinkan nasabah melakukan penarikan tunai tanpa kartu fisik, cukup melalui ponsel.
Adam menegaskan, inovasi tersebut menjadi tonggak penting bagi BPR daerah dalam memperkuat kepercayaan publik.
“Dulu banyak yang bertanya, ‘masa bank nggak punya ATM?’ Sekarang kami sudah punya, bahkan dengan fitur cardless. Ini bukan sekadar layanan baru, tapi juga simbol bahwa BPR mampu berinovasi layaknya bank umum,” ujar Adam.
Ia menambahkan, kehadiran ATM ini juga memperkuat posisi Bank Jombang sebagai bank penerima gaji ASN dan P3K, karena memudahkan transaksi tunai di luar jam operasional.
“Manfaatnya luar biasa bagi nasabah, terutama pegawai daerah. Mereka bisa menarik uang kapan saja tanpa khawatir lupa membawa kartu,” kata Adam.
Adam Joyo menambahkan, digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal cara berpikir baru.
“Transformasi ini bukan sekadar mengganti sistem lama dengan aplikasi baru. Ini tentang membangun budaya digital, melayani masyarakat dengan cara yang lebih cepat, mudah, dan aman,” ujarnya.
Komitmen Tata Kelola dan Penguatan SDM
Transformasi digital di Bank Jombang juga didukung oleh pembenahan tata kelola dan peningkatan kompetensi SDM. Tahun ini, Bank Jombang tengah memproses sertifikasi ISO 9001:2015 untuk memastikan standar mutu di seluruh divisi, termasuk IT.
“Kami juga menerapkan metode Agile untuk pengembangan aplikasi agar lebih cepat dan terdokumentasi. Setiap tahun, staf IT diwajibkan mengikuti pelatihan atau kursus online untuk meningkatkan kemampuan,” ujar Arif.
Ia menekankan pentingnya pemisahan fungsi IT operasional dan IT development sebagai kunci efisiensi.
“Kalau fungsi IT dijadikan satu, pengembangan tidak akan maksimal. Sejak 2017, kami pisahkan dua fungsi itu, dan hasilnya sangat terasa,” ungkapnya.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Bank Jombang menargetkan terciptanya ekosistem IT yang aman, efisien, dan berkelanjutan. “Kami ingin menjadi contoh bahwa BPR daerah juga bisa digital, bisa inovatif, dan bisa bersaing,” kata Arif menutup paparannya.
Editor: Fauzi














