ItWorks.id- Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo Pemprov Kalsel), tahun ini untuk ketiga kalinya kembali terpilih, masuk nominasi untuk meraih penghargaan “TOP Digital Awards 2025. Presentasi dan wawancara penjurian disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Pemprov Kalsel, DR. Muhamad Muslim, S.Pd., M.Kes., didampingi Tim IT (Information Technology) dengan membawakan materi presentasi berjudul “Pemerintahan Digital Untuk Pelayanan Publik Optimal”.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi atau digitalisasi untuk berbagai layanan publik atau masyarakat agar makin mudah, transparans, efektif, cepat dan terukur. “Upaya ini terutama dilakukan melalui pengembangan sistem aplikasi e-government atau pemerintah digital, sesuai tuntutan penerapan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) sebagai landasan konseptual dalam mengelola pemerintahan digital di Provinsi Kalsel. Hal ini juga sejalan dengan salah satu misi Pemrov Kalsel poin lima, yakni -Tata Kelola Pelayanan Publik Yang Mudah dan Cepat-,” ungkap Kadiskominfo Pemprov Kalsel, DR. Muhamad Muslim, S.Pd., M.Kes., saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2025” yang diselenggarakan Majalah ItWorks secara daring melalui aplikasi zoom, meeting pada (02/12/2025).
Pemerintah Provinsi Kalsel memiliki visi menjadi “Gerbang Logistik Kalimantan”, yang akan diwujudkan melalui berbagai program pembangunan ke depan, termasuk peningkatan infrastruktur digital. Ditegaskan bahwa transformasi digital untuk sistem administrasi pemerintah, bukan lagi tren, melainkan sudah menjadi keharusan, terlebih untuk layanan publik. Dengan sistem aplikasi digital, layanan dapat diakses kapan saja dan di mana saja, sehingga memungkinkan masyarakat di mana pun, termasuk di daerah terpencil, bisa mendapatkan pelayanan yang setara. Ha ini juga membuka peluang bagi kelompok rentan untuk mendapatkan akses pelayanan yang lebih baik, yang setara dengan lainnya.
Menuju Smart Province
Secara umum, Kalimantan Selatan (Kalsel) berkomitmen menuju smart province melalui program yang fokus pada digitalisasi untuk berbagai layanan publik. Bahkan digitalisasi tak hanya layanan pemerintah, namun juga bidang lain. Mulai dari bidang pendidikan, layanan kesehatan, ekonomi untuk mendukung pelaku UMKM, dan lainnya. Dalam hal ini pemerintah Kalses juga mendukung ketersediaan jaringan, seperti penyediaan Wi-Fi gratis di (ruang terbuka hijau pintar), lingkungan sekolah, dan lainnya. Hal ini juga bertujuan untuk mendorong keratifitas masyarakat melalui penggunaan internat, seperti ekonomi digital, sekaligus juga meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat.
“Meskipun masih ada tantangan dalam mencapai keterjangkauan merata, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika terus berupaya mengejar pengembangan untuk menekan blank spot dengan berbagai program perluasan jangkauan sinyal internet. Dalam hal ini, tentu pemerintah juga menjalin kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi swasta untuk ikut mengatasi hal ini, sekaligus tentunya juga menjadi peluang usaha bagi mereka. Artinya kami juga membuka peluang investasi untuk pembangunan infrastruktur di daerah kami,” ujarnya.
Ditambahkan, untuk meningkatkan kinerja dan layanan publik menuju Kalimantan Selatan Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan, juga telah dihadirkan sejumlah sistem aplikasi digital, baik untuk internal seperti e-office, maupun hubungan dengan pihak luar. Seperti aplikasi untuk layanan perizinan, layanan masyarakat, dan lainnya.
Di antaranya ada solusi TTE Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Solusi aplikasi Pengelolaan Informasi & Opini Publik, aplikasi Lapor Kalsel, Ekosistem Data Kalimantan Selatan, RAKAT (Ruang untuk Rakyat) Banua untuk mengakses layanan public, aplikasi BEKANTAN yang menyajikan informasi potensi dan peluang investasi, digitalisasi zakat, dan beberapa aplikasi lainnya.
TTE Srikandi sudah diimplementasi sejak 2020 yang dibangun oleh kombinasi internal dan mitra eksprernal. SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) merupakan aplikasi yang digunakan untuk pengelolaan tata naskah secara digital, yang dirancang menyeluruh mulai dari pembuatan surat, disposisi, penandatanganan elektronik, hingga pengarsipan.
“Sistem ini menggantikan proses manual yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan dokumen pemerintah. Fitur unggulannya ada disposisi realtime, TTE tersertifikasi, Tracking surat masuk/ keluar, Arsip digital terintegrasi, Dokumentasi riwayat prosesf. Manfaat atau dampak untuk instansi, distribusi surat lebih cepat; Proses persetujuan cepat; Efisiensi pengelolaan arsip dinamis; Penghematan biaya operasional; Peningkatan transparansi,” terangnya.
Adapun aplikasi Pengelolaan Informasi & Opini Publik berbasis Artificial Inteligence (AI) dibangun sejak 2020 yang digunakan untuk monitoring isu dan memantau pemberitaan di media/portal berita online dan dinamika opini publik. Sistem berbasis AI ini mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data/ informasi secara otomatis untuk menghasilkan insight dan laporan terkait isu strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Fitur unggulannya ada Dashboard Top Issue, Top Person, Top Influencer, Media Share, Sentiment, Report) dan ISA (Dashboard, Streaming, Issues, Engagement, Emotion, Sentiment, Contributors, Demography). Manfaat atau dampak untuk Masyarakat / Pemangku Kepentingan: Informasi pemerintah lebih cepat, jelas, dan terverifikasi. Masyarakat lebih terlindungi dari misinformasi; Stabilitas opini publik lebih terjaga; Pemerintah bisa lebih responsif & professional.
Aplikasi RAKAT (Ruang Untuk Rakyat)
Inovasi lain yang tak kalah penting yakni aplikasi Rakat (Ruang Untuk Rakyat) Banua yang mulai dibangun dan diimplementasi tahun 2024 yang akan resmi dilaunching 2026. Rakat merupakan aplikasi layanan publik terintegrasi melalui platform digital yang dirancang untuk mempermudah akses dan pengelolaan berbagai layanan publik dengan tujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kenyamanan bagi masyarakat.
Aplikasi Rakat ini mengintegrasikan berbagai jenis layanan dalam satu sistem (Rumah Sakit, pajak kendaraan, pelatihan, info bahan pokok, dan info wisata), sehingga memungkinkan pengguna untuk mengakses informasi, melakukan transaksi, atau mengajukan permohonan secara langsung melalui aplikasi. Fitur unggulannya yakni integrasi beberapa layanan publik di mdalam satu aplikasi berbasis mobile. Sehingga memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan atau informasi yang berhubungan dengan layanan publik di dalam satu aplikasi.
“Inovasi yang kami terus lakukan merupakan bagian dari upaya pemerintah Kalsel meningkatkan layanan publik dengan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien yang juga didukung dengan SDM dan sistem aplikasi TI yang memadai,” ujar Muhamad Muslim kepda tim juri Top Digital Awards 2025.
Adapun juri penilai terdiri ; Jonathan Prabowo (Badan Riset dan Inovasi Nasional /BRIN), DR Subandi (Universitras Budhi Luhur / Praktisi Consulting ICT), Benyamin De Haan (Senior Advisor MSI Group), Dwinda Ruslan (Senior Business Consultant Yayasan Pakem) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (Managing Editor ItWorks).
Muhammad menambahkan, dengan berbagai inovasi yang dilakukan, Pemrpov Kalsel melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel juga bisa terus menuingkatkan capaian skor indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). “Alhamdulillah dengan dukungan semua tim di Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terutama dalam upaya meningkatkan Indeks SPBE ini, hasilnya pun masih baik. Tahun 2023 posisi indeks SPBE Provinsi Kalsel berada di level 2,69 poin (kategori baik). Tahun lalu indeks SPBE kami naik di posisinya 3,63 (Sangat Baik), ujarnya.
Pihaknya optimistis, nilai tersebut masih bisa naik pada tahun mendatang. Untuk itu pihaknya juga akan terus melakukan inovasi dan koordinasi dengan seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel dalam pengembangan sistem aplikasi yang fokus ke layanan publik sesuai dengan spirit dari SPBE ini.














