ItWorks.id- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menekankan pentingnya penguatan ekosistem kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) berbasis komputasi kinerja tinggi (high performance computing/HPC) yang terpadu, etis, dan inklusif. Terutama untuk mendukung daya saing serta pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN, Boediastoeti Ontowirjo, mengatakan, AI dan HPC merupakan dua kekuatan transformatif yang kini menjadi penggerak utama ekonomi digital global. AI memiliki potensi besar untuk mempercepat inovasi, meningkatkan daya saing ekonomi, serta membantu pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Namun, implementasi AI dalam skala nyata sangat bergantung pada dukungan komputasi yang mumpuni.
“Perjalanan dari model AI teoretis menuju penerapan nyata berskala besar sangat kompleks dan sangat bergantung pada kapasitas komputasi yang canggih. Di sinilah, HPC menjadi kebutuhan yang krusial,” kata Boediastoeti, pada ASEAN Workshop on Advancing AI through HPC 2025, di Gedung B.J. Habibie, Jakarta,(17/12/ 2025) dilansir Humas BRIN melalui portal web BRIN.
Kegiatan ini diikuti delegasi negara-negara ASEAN, Republik Koreakademisi, pelaku industri, komunitas AI, serta pemangku kebijakan.
Boediastoeti mengungkapkan, HPC menyediakan kecepatan dan kapasitas untuk pemodelan kompleks, pemrosesan data berskala masif, serta pengembangan machine learning dan deep learning. Oleh karena itu, pemanfaatan AI bagi kemakmuran ASEAN perlu ditopang oleh ekosistem regional yang tangguh.
Menurut Boediastoeti, ekosistem tersebut harus mengintegrasikan tata kelola dan kerangka etika yang kuat, mekanisme berbagi data yang aman, serta optimalisasi pemanfaatan HPC agar pengembangan AI di kawasan berlangsung secara bertanggung jawab, inklusif, dan transparan. “Workshop ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut, sekaligus menjadi platform berbagi praktik terbaik, tantangan, dan kerangka kolaborasi lintas negara untuk memperkuat ekosistem AI ASEAN,” ujarnya.
Melalui kolaborasi dengan Mission of the Republic of Korea to ASEAN, BRIN berharap dapat memanfaatkan pengalaman Korea dalam teknologi dan inovasi guna menyusun agenda kerja sama regional yang lebih terarah. “Ke depan, HPC diharapkan menjadi akselerator utama inovasi AI dan pembangunan berkelanjutan di seluruh negara anggota ASEAN,” harapnya.
Garis Depan ASEAN
Sementara itu, Charge d’Affaires, Mission of the Republic of Korea to ASEAN, Hahm Jeong-Han, menilai ASEAN berada di garis depan transformasi digital global. Nilai ekonomi digital ASEAN yang saat ini diperkirakan mencapai 300 miliar dolar AS diproyeksikan tumbuh menjadi 1 triliun dolar AS pada 2030, bahkan berpotensi mencapai 2 triliun dolar AS dengan kerangka kerja yang tepat.
Ia menyebut AI sebagai inti dari transformasi tersebut. Oleh karena itu, Korea bersama ASEAN menjalankan inisiatif Korea-ASEAN Digital Innovation Flagship (KADIF) dengan dukungan dana 30 juta dolar AS untuk lima tahun ke depan. Program ini mencakup pengembangan infrastruktur HPC, penguatan kapasitas SDM, serta perluasan pemanfaatan AI untuk menjawab tantangan sosial dan lingkungan di kawasan.
“Jika kita menyatukan kekuatan Korea, Indonesia, dan ASEAN, kita dapat mempercepat kemajuan AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga bertanggung jawab dan berdampak nyata,” tutur Hahm.
Head of Science & Technology Division ASEAN Secretariat, Zurina Moktar menyampaikan bahwa kerja sama ASEAN–Korea di bidang sains, teknologi, dan inovasi terus diperkuat, termasuk melalui pengembangan pusat HPC regional. Fasilitas HPC yang tengah disiapkan tersebut akan memiliki kapasitas hingga 3,5 petaflops dan dapat diakses oleh komunitas riset di negara-negara ASEAN dan Korea.
Zurina menambahkan, penguatan HPC dan AI menjadi bagian penting dari ASEAN–Korea Action on Science, Technology and Innovation yang akan menjadi panduan kerja sama jangka menengah hingga panjang. “Fokusnya antara lain pada peningkatan kapasitas peneliti, pemanfaatan data lintas negara, serta pengembangan solusi AI untuk mendukung transformasi digital kawasan,” tandasnya.














