ItWorks.id- Penggunaan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara hidup dan bekerja di berbagai sektor dengan sangat cepat. Namun, terobosan di sektor Internet of Things (IoT) sebetulnya tidak semata-mata berangkat dari pusat data (data center), justru muncul dari edge – yang ada di perangkat, yaitu pemrosesan data berlangsung di perangkat tempat permintaan awal terjadi.
Ketika miliaran device (perangkat) digital terkoneksi mengumpulkan dan memproses data secara waktu nyata (real time), maka mendekatkan kecerdasan ke sumber data menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan kecepatan respons, hemat daya, dan tingkat keamanan yang dibutuhkan pasar.
Dalam hal ini, MediaTek, telah mendedikasikan diri selama bertahun-tahun merancang sejumlah system-on-chip (SoC) yang tergolong paling hemat daya di dunia. Banyak dari SoC ini memiliki fitur seperti NPU (neural processing unit), yang dirancang khusus untuk mempercepat pemrosesan AI. “Kami telah memproduksinya dalam skala besar, yaitu lebih dari dua miliar unit tiap tahun, dan telah digunakan pada berbagai perangkat mulai ponsel pintar, smartTV hingga perangkat IoT, jaringan, dan sebagainya,” terang sumber resmi Meditek dalam rilis pers yang dilansir (17/12/2025).
MediaTek, merupakan perusahaan semikonduktor global yan tekah banyak hadirkan terobosan dan inovasi teknologi chipset atau SoC (System on Chip) terbaru untuk mendukung dan memperkaya kehidupan masyarakat melalui solusi teknologi pintar, IoT, dan lainnya. Tak hanya pada perangkat smart phone, namun juga mobile devices lainnya, termasuk mesin-mesin elektronik untuk rumah tangga (home appliance), gaming, hingga kebutuhan industri seperti otomotif.
“Pengalaman-pengalaman kami dalam memproduksi tersebut, akhirnya juga memberikan kami gambaran tentang masa depan IoT, bahwa perangkat IoT bergantung pada bagaimana menyediakan kemampuan AI yang kuat ke perangkat. Masa depan tersebut kini mulai terwujud melalui produk kami bernama: MediaTek Genio,” terang lebih lanjut dalam rilis pers.
Komputasi awan (cloud computing) memang memungkinkan kemajuan besar dalam penerapan AI secara luas, tapi untuk perangkat IoT, pendekatan tersebut masih kurang atau menghadapi keterbatasan. Sebab, di sektor otomasi industri atau sistem otonom, keterlambatan data (latency) tidak dapat ditoleransi. Di sisi lain, pengiriman data secara terus-menerus ke cloud untuk diproses juga memerlukan biaya besar dan, tentu saja, tidak efisien. Di sektor kesehatan, keamanan, dan infrastruktur kota mengirimkan data sensitif ke cloud cenderung menimbulkan kekhawatiran besar menyangkut privasi.
Tantangan-tantangan tersebut semakin terasa ketika skala perangkat IoT berkembang hingga miliaran perangkat. Maka, pendekatan yang sepenuhnya bergantung pada cloud, jelas ini tidak mampu memenuhi kebutuhan dalam kecepatan respons, hemat biaya, dan keberlanjutan.
Mengapa edge AI itu begitu penting?
Teknologi edge AI memindahkan pemrosesan data ke tempat terjadinya permintaan dan data dihasilkan. Alih-alih mengirimkan aliran data video atau sensor tanpa henti ke pusat data (data center), perangkat pengguna dapat memproses data secara lokal dan hanya mengirimkan informasi yang benar-benar relevan. Pendekatan ini sekaligus menjawab persoalan kecepatan, penghematan biaya, keberlanjutan, dan privasi data. Inilah mengapa MediaTek menempatkan kemampuan edge AI sebagai inti strategi AI yang terus dikembangkan.
Membangun Internet of Things yang cerdas
MediaTek Genio dirancang untuk era baru IoT, yaitu kombinasi pemrosesan edge AI berkinerja tinggi dan hemat daya dengan dukungan siklus hidup produk yang lama. Berbekal dari keahlian kami di bidang mobile silicon dan konektivitas, platform MediaTek Genio mengintegrasikan NPU yang canggih khusus AI di perangkat. Selain itu, dukungan untuk kemampuan multimedia untuk kebutuhan layar dan audio, serta berbagai opsi konektivitas mulai Wi-Fi, Bluetooth, hingga 5G RedCap atau layanan 5G Broadband berkemampuan penuh.
Tak kalah penting ialah platform ini yang dibangun untuk penggunaan jangka panjang. Perangkat IoT seringkali harus beroperasi di lapangan selama bertahun-tahun, makanya MediaTek Genio mendukung kondisi tersebut melalui siklus hidup produk yang lebih lama, pembaruan sistem operasi dan keamanan yang berkelanjutan, serta fleksibilitas multi-OS, seperti Linux, Ubuntu, dan Android yang kini sudah dipakai secara luas. Dukungan ini tentu saja akan memberi kepercayaan bagi OEM untuk merancang solusi yang dapat diskalakan, bertahan lama, dan adaptif.
Mediatek sudah melihat secara nyata bagaimana edge AI mengubah sektor industri. Pengalaman ini dirasakah oleh salah satu mitra kami yang menggunakan SoC MediaTek Genio 700. Mereka membangun solusi pemantauan pabrik yang mampu melakukan inspeksi keselamatan berbasis AI secara waktu nyata. Ada pula mitra lainnya, mereka memakai MediaTek Genio 1200 yang lebih kuat untuk lingkungan industri berat; di mana inferensi lokal mengurangi latensi dan menjaga keandalan pemrosesan data meski dalam kondisi keterbatasan bandwidth.
Disebutkan, contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa edge AI bukan sekadar konsep, tapi juga bekerja dan memberikan nilai nyata pada saat ini.
Kini, perangkat IoT telah dimaknai sebagai perangkat-perangkan yang tidak hanya terhubung, tapi juga cerdas, responsif, dan berkelanjutan. Khusus bagi OEM, pengembang, dan pelaku industri, ini jelas peluang nyata yang bagus, untuk memindahkan AI ke edge yang sekaligus membuka kemampuan baru, model bisnis baru, dan peningkatan produktivitas. MediaTek, bangga menjadi bagian dari transformasi karena ketika kecerdasan hadir di edge, maka perangkat IoT benar-benar menjadi hidup.














