
Jakarta, Itech- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) menjalin kerja sama dengan UNDP (United Nations Development Programme) untuk melaksanakan program penghapusan merkuri yang diberi nama “Integrated Sound Management of Mercury in Indonesia’s Artisanal and Small-Scale Gold Mining” (ISMIA).
Program tersebut telah diusulkan kepada GEF (Global Environment Facility) melalui program GEF-GOLD yang direncanakan berlangsung selama Tahun 2017-2022. Sedangkan tujuan program ISMIA untuk mengurangi/menghilangkan penggunaan merkuri di sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Indonesia melalui penyediaan bantuan teknis, alih teknologi, pembentukan kemitraan publik swasta dan memfasilitasi akses terhadap pembiayaan untuk pengadaan peralatan pengolahan emas bebas merkuri.
Sebagai langkah awal pelaksanaan program tersebut, dilakukan launching dan inception workshop yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan program ISMIA kepada seluruh stakeholder dan untuk menjaring pendapat serta masukan yang akan bermanfaat dalam penyusunan rencana kerja 4 tahun ke depan.
Menurut Deputi BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam(TPSDA) BPPT Wimpie Agung Noegroho Aspar, pihaknya telah melakukan kajian, inovasi teknologi pengelolaan emas yang bebas merkuri dan akan diterapkan kepada pertambangan skala kecil. khususnya di kabupaten Lebak. “BPPT terus mengembangkan solusi teknologi alternatif dalam rangka menghilangkan merkuri dalam proses pengolahan tambang emas skala kecil, tanpa merugikan para penambang. Tahun ini, kita mendapat dukungan dari UNDP dan Kementerian LHK,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/6).
Lebih lanjut dikatakan, konsep inovasi yang dihadirkan BPPT adalah harus melihat dulu karakteristik tipe endapan emas pertama tipe endapan emas sekunder karena tipe ini secara alamiah sudah terpisahkan secara fisik ukuran butirnya kasar. Nah, disini BPPT rekomendasi menggunakan pemisahan secara gravitasi karena emas mempunyai masa jenis yang jauh lebih besar dari batuan yang dibawanya sehingga nanti akan terpisahkan secara gravitasi. Selain itu, BPPT juga membuat desain proses peralatan dan proses desain pengolahan setelah itu emas diekstraksi.
Sementara itu, Dirjen Pengelolaan Sampah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Tuti H Mintars mengatakan, tanpa disadari, distribusi pencemaran merkuri sudah berlangsung tanpa Tak hanya terbatas di daerah itu saja tetapi melebar jauh ke perairan bebas bahkan internasional. Dampak lingkungan, limbah merkuri dibuang ke laut, sungai, atau terserap kemudian ikan menjadi terkontaminasi. Begitupula merkuri dibuang dan diserap oleh tanah,” tuturnya. Salah satu bahaya merkuri adalah penyakit Minamataatau Sindrom Minamata.
Pilot project fasilitas pengolahan emas bebas merkuri terletak di wilayah pertambangan rakyat di Kampung Sampay, Desa Lebak, Kabupaten Lebak. Pengelolaan fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi pada November 2017. Pembangunan fasilitas tersebut selain menjalankan instruksi presiden tapi juga dapat memberikan manfaat yang baik. Seperti diketahui, Maret lalu presiden telah menyampaikan instruksi penghentian penggunaan merkuri di tambang rakyat. (red/ju)













