ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

BRIN Perkenalkan BioMed NanoTech, Dukung Bidang Peternakan

Ahmad Churi
27 February 2026 | 13:09
rubrik: Research
BRIN Dan Google Arts & Culture Luncurkan Platform Digital Gambar Cadas Prasejarah Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan inovasi terbaru di bidang peternakan, BioMed NanoTech, medium pengencer pembekuan semen sapi berbasis nabati berteknologi nano. Inovasi ini hadir untuk memperkuat Program Inseminasi Buatan (IB) yang menjadi tulang punggung peternakan nasional.

Inovasi ini dipaparkan Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Muhammad Gunawan, dalam Temu Bisnis Biosains Terapan 2026 di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, (26/2/2026) dilansir portal web BRIN, baru-baru ini. Inovasi ini hadir untuk memperkuat program inseminasi buatan (IB) yang diharapkan bisa mendukung bidang usaha peternakan.

Program Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik saat ini menjadi tulang punggung peternakan nasional, di mana produksi dan distribusinya dikendalikan oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) nasional (seperti di Lembang dan Singosari) serta 21 BIB daerah. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, produksi semen beku nasional mencapai rata-rata kisaran 6 hingga 7 juta dosis per tahun untuk berbagai rumpun sapi.

Selama ini, BIB memproduksi semen beku menggunakan pengencer konvensional berbasis protein hewani, yakni kuning telur dan susu skim. Gunawan memaparkan dua masalah utama dari metode konvensional tersebut.

Pertama, risiko biologis. Penggunaan kuning telur membawa potensi penularan penyakit antardaerah, seperti flu burung atau bakteri.Kedua, keterbatasan analisis visual. Saat ini, evaluasi kualitas semen tidak lagi mengandalkan pandangan subjektif petugas, melainkan menggunakan perangkat lunak computer-assisted semen analysis (CASA).

Pengencer konvensional menghasilkan cairan yang keruh dan mengandung banyak partikel debris. Sehingga, perangkat lunak sering mengalami eror saat melacak pergerakan dan motilitas sperma.

Menjawab tantangan tersebut, Gunawan menegaskan formula BioMed NanoTech dirombak total dan tidak lagi menggunakan bahan baku hewani. “Kemudian tanpa protein hewani, tidak adanya kuning telur. Kita basic-nya dari kedelai, dari nabati,” jelas Gunawan.

BACA JUGA:  Studi: 15 Ribu Lebih Serangan Seluler Intai Pengguna Indonesia di Q1 2026

Melalui penggunaan bahan nabati dan teknologi nano liposom, ukuran partikel pengencer berhasil direduksi hingga ke kisaran 100 nanometer. Manipulasi ukuran ini menjadikan cairan BioMed NanoTech sangat jernih dan homogen. Sehingga, pelacakan sperma oleh sistem digital CASA menjadi sangat akurat dengan kontras yang tinggi.

Data pengujian pasca-pencairan (post-thawing) menunjukkan perlindungan seluler yang optimal. BioMed NanoTech menghasilkan tingkat abnormalitas sperma yang lebih rendah dibandingkan pengencer kuning telur, menandakan perlindungan fisik yang lebih baik terhadap struktur sperma selama proses pembekuan.

Pengencer ini juga mampu bertahan selama 12 bulan jika disimpan pada suhu 2–8 derajat celsius tanpa mengalami kekeruhan. “Kemudian, dengan ukuran yang seragam itu kita ukur juga kestabilannya. Jadi ini kita simpan satu tahun pun dia tidak keruh, tapi di suhu 4–8 derajat, ya,” jelasnya.

Dari segi operasional, BioMed NanoTech menawarkan kepraktisan karena bersifat ready to use (siap pakai). Petugas BIB tidak perlu lagi meracik dan menimbang bahan secara manual.

Cairan hanya perlu dihangatkan pada suhu 35–37 derajat celsius sebelum dicampur dengan semen sapi yang baru ditampung. Sterilitasnya terjamin karena telah difiltrasi menggunakan penyaring berukuran 0,2 mikrometer dan ditambahkan lima jenis antibiotik standar internasional, termasuk gentamisin dan tilosin.

Secara ekonomi, inovasi ini menekan biaya produksi secara signifikan. Pengencer komersial buatan luar negeri seperti Andromed, Steridyl, dan Bovifree rata-rata membutuhkan biaya di atas Rp 200 per straw.

Sementara itu, BioMed NanoTech menekan biaya hingga Rp 145,87 per straw. Terdapat potensi penghematan biaya produksi sebesar 27 hingga 33 persen dibandingkan produk impor yang ada di pasaran.

Saat ini, status teknologi BioMed NanoTech telah mencapai tahap kesiapan untuk produksi skala industri (TRL Mature). Inovasi hasil kolaborasi BRIN dan IPB University ini juga telah terdaftar patennya dengan nomor P00202415531. Kemudian, kredibilitas ilmiah dari riset ini telah diakui secara global melalui publikasi di jurnal internasional bereputasi tinggi (Q1), Veterinary World.

BioMed NanoTech tersedia dalam kemasan volume 200 mL hingga skala literan. Produk ini ditargetkan untuk segera diimplementasikan oleh balai-balai inseminasi di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:  Work Relationship Index HP: Kebahagiaan Pekerja Indonesia di Atas Rata-rata Dunia dalam Hubungan yang Sehat dengan Pekerjaan
Tags: BRIN inseminasi
Previous Post

Perkuat Infrastruktur Digital, INET Akuisisi Trans Hybrid Communication

Next Post

Maxim Rilis Tren Mobilitas 2025, Ini Kelompok Usia Paling Banyak Gunakan Transportasi Online

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pameran Global Sources Indonesia 2026 Resmi Dibuka Hari ini di JCC

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Veeka, Bantu Pengguna Temukan Pasangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Telkomsel dan MAP Luncurkan ‘MAPrivilege’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • APJATEL Tegaskan Komitmen Patuh pada Regulasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Kemandirian Teknologi Bertumpu pada Fondasi Open Source

Fauzi
31 July 2026 | 16:00

Oleh: Sergio Gago, Chief Technology Officer (CTO), Cloudera Di tengah lanskap teknologi yang semakin terkonsolidasi saat ini, segelintir penyedia teknologi...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto