ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Bangun SOC Kian Jadi Kesadaran Baru Keamanan Digital di Asia Pasifik

Ahmad Churi
4 March 2026 | 11:38
rubrik: Research
Bangun SOC Kian Jadi Kesadaran Baru Keamanan Digital di Asia Pasifik
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id- Kesadaran perusahaan terhadap pentingnya pusat operasi keamanan siber atau Security Operations Center (SOC) kini memasuki fase baru. Jika sebelumnya investasi SOC dipandang sebagai proyek teknologi, kini organisasi di kawasan Asia Pasifik mulai melihatnya sebagai kebutuhan strategis untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah meningkatnya risiko digital.

Riset global terbaru dari Kaspersky menunjukkan pertanyaan utama perusahaan bukan lagi apakah perlu membangun SOC, melainkan apa yang benar-benar dibutuhkan agar SOC dapat berjalan efektif dan memberikan nilai nyata. Temuan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran bahwa keamanan siber bukan sekadar perlindungan teknis, tetapi fondasi operasional di era ekonomi digital.

Ekspektasi Cepat, Realitas Kompleks

Dari riset yang dilansir melalui siaran pers (04/3/2026) disebutkan, banyak organisasi berharap SOC dapat dibangun dalam waktu singkat dengan anggaran terbatas. Namun realitas di lapangan jauh lebih kompleks. Secara global, anggaran rata-rata pembangunan SOC mencapai sekitar 2 juta dolar AS, meski variasinya sangat besar tergantung skala organisasi dan tingkat kematangan digital.

Menurut Kepala Konsultasi SOC Kaspersky, Roman Nazarov, pembangunan SOC harus dipahami sebagai investasi jangka panjang, bukan proyek sekali jadi. “Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun SOC dapat sangat bervariasi, sehingga angka apa pun dapat dianggap realistis. Investasi awal terutama mencakup lisensi dan perangkat keras, dengan biaya yang sangat dipengaruhi oleh skala infrastruktur dan rangkaian produk yang dipilih. Penting untuk melihat ini sebagai fase pengeluaran modal. Selanjutnya, biaya operasional yang substansial – khususnya gaji personel – akan membentuk total biaya kepemilikan secara keseluruhan. Untuk memastikan bahwa investasi ini efektif dan selaras dengan kebutuhan organisasi, sangat penting untuk mengembangkan rencana strategis yang secara jelas mendefinisikan tujuan, proses, dan tonggak pencapaian sejak awal. Pendekatan ini membantu memaksimalkan pengembalian investasi dan membangun postur keamanan siber yang tangguh,” kata Roman Nazarov, Kepala Konsultasi SOC di Kaspersky,” ujarnya.

BACA JUGA:  Waspada Mobile Malware Menyamar Faktur Mencuri Kredensial Perbankan Pengguna

Disebutkan, dalam hal jangka waktu, dua pertiga perusahaan di Asia Pasifik (69%) mengharapkan untuk membangun SOC mereka dalam waktu 6-12 bulan, sementara seperempat (25%) mengantisipasi proyek yang lebih lama hingga dua tahun.

Secara global, meskipun beroperasi di lingkungan yang lebih kompleks, perusahaan berskala besar cenderung memprioritaskan penyebaran SOC lebih cepat daripada organisasi menengah. Dalam praktiknya, ini sering berarti meluncurkan SOC untuk segmen kritis terlebih dahulu dan kemudian memperluas cakupan di seluruh infrastruktur secara bertahap.

Penelitian ini juga menyoroti bahwa membangun SOC memiliki berbagai tantangan, bukan hanya satu hambatan dominan. Evaluasi efektivitas SOC (34%) paling sering disebutkan oleh responden Asia Pasifik, yaitu oleh sepertiga responden (34%). Hal ini sering melibatkan berbagai KPI, mulai dari metrik keuangan seperti Pengembalian Investasi (ROI) dan tolok ukur operasional seperti Waktu Rata-rata untuk Mendeteksi (Mean Time to Detect /MTTD) dan Waktu Rata-rata untuk Merespons (Mean Time to Response/MTTR), hingga tujuan strategis seperti memastikan kepatuhan terhadap standar industri.

Pada saat yang sama, banyak perusahaan di sini kesulitan dengan biaya modal yang tinggi (33%) dan kesulitan mengintegrasikan berbagai solusi dan sistem (30%). Lebih dari seperempat perusahaan juga menggarisbawahi bahwa sumber daya manusia tetap menjadi kendala kritis di samping teknologi dan anggaran. Hampir 1 dari 3 organisasi di kawasan Asia Pasifik juga menunjukkan kurangnya keahlian di antara karyawan yang ada (29%) dan bahkan di pasar tenaga kerja eksternal (24%).

Selain itu, perusahaan yang ingin membangun SOC di sini bergulat dengan pengelolaan solusi keamanan yang kompleks (29%), kurangnya rencana aksi yang jelas (26%), dan kesulitan dalam membangun proses internal (26%).

Tags: SOC
Previous Post

Rilis Ryzen AI 400 Series, AMD Tawarkan Lebih Banyak Pilihan PC AI

Next Post

Didukung Cisco, Indosat Luncurkan Security Command Center

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Perluas Bisnis, MTM Andalkan Inovasi, AI, dan Cybersecurity

TOP Digital Awards 2026: Perluas Bisnis, MTM Andalkan Inovasi, AI, dan Cybersecurity

Fauzi
7 November 2026 | 16:33

TOP Digital Awards 2026: Bangun Ekosistem Digital Terintegrasi, MTF Pangkas Proses Input Kredit Jadi 18 Menit

TOP Digital Awards 2026: Bangun Ekosistem Digital Terintegrasi, MTF Pangkas Proses Input Kredit Jadi 18 Menit

Busthomi
6 November 2026 | 15:56

TOP Digital Awards 2026: Bethsaida Healthcare Andalkan  AI, Pangkas Waktu Tunggu Pasien Hingga 50%

TOP Digital Awards 2026: Bethsaida Healthcare Andalkan AI, Pangkas Waktu Tunggu Pasien Hingga 50%

Ahmad Churi
6 November 2026 | 15:50

TOP Digital Awards 2026: Dari Pengajuan hingga Bayar Angsuran, FIFGROUP Hadirkan Kemudahan Lewat FIFGO

TOP Digital Awards 2026: Dari Pengajuan hingga Bayar Angsuran, FIFGROUP Hadirkan Kemudahan Lewat FIFGO

Mi’roji
6 November 2026 | 13:59

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Dorong BPR Penataran Blitar Bangkit Dari Kondisi Sulit

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Dorong BPR Penataran Blitar Bangkit Dari Kondisi Sulit

Ahmad Churi
6 November 2026 | 11:38

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DCI Gandeng Uptime Institute, Perluas Pelatihan Pusat Data

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DataOn HR Conference 2026 Soroti Penerapan AI untuk Memperkuat Kinerja dan Potensi SDM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berkat ALMIRA, CIMB Niaga Berhasil Bangun dan Terapkan Infrastruktur Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Melindungi Mata Uang Kripto ala Kaspersky

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Lenovo Tunjuk Presiden Motorola Mobility Baru

Fauzi
5 November 2026 | 14:38

ItWorks.id - Lenovo mengumumkan penunjukan Amar Babu sebagai Mobile Business Group General Manager and Motorola Global President, efektif mulai 1...

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto