ItWorks.id- Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, beserta jajaran pejabat BSSN melakukan kunjungan kerja ke Markas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Sentul, Bogor. Kedatangan delegasi BSSN ini disambut langsung oleh Kepala BNPT, Komjen Pol. Eddy Hartono, beserta jajaran kedeptiannya.
Pertemuan yang berlangsung pada (11/3/2026) ini menjadi momentum krusial untuk membangun sinergi kedua instansi secara berkelanjutan dalam menghadapi dinamika ancaman keamanan siber yang kian kompleks. Saat ini, ruang siber tidak lagi sekadar medium komunikasi, melainkan dapat dieksploitasi oleh jaringan teror sebagai bentuk peperangan asimetris.
Dalam diskusi strategis tersebut, kedua lembaga menyoroti modus operandi kelompok teror yang memanfaatkan platform digital dan ruang siber. Lanskap ancaman saat ini mencakup penyebaran propaganda radikal, rekrutmen simpatisan atau lone wolf, hingga pemanfaatan aset kripto untuk pendanaan terorisme lintas negara (cyber-terrorism financing).
Dalam paparannya, Kepala BNPT Eddy Hartono menyampaikan bahwa pola ancaman terorisme saat ini telah mengalami perubahan. Indonesia, menurutnya, tidak lagi hanya menghadapi model terorisme klasik seperti pada periode sebelumnya, tetapi juga bentuk ancaman baru yang tersebar, tidak terpusat, memanfaatkan ruang digital. “Bentuk ancaman baru ini berlangsung secara persisten,” ujarnya dirilis Humas BSSN melaluim portal webnya, baru-baru ini.
Merespons hal tersebut, Kepala BSSN menegaskan komitmen institusinya untuk menyokong penuh tugas BNPT melalui kapabilitas teknis deteksi siber. BSSN siap memberikan asistensi dalam memantau anomali pergerakan informasi di ruang siber, dukungan forensik digital, serta berbagi informasi deteksi ancaman siber.
Melalui sinergi komprehensif ini, kolaborasi BSSN dan BNPT diharapkan mampu mewujudkan postur keamanan nasional yang tangguh, utuh, dan adaptif dalam melindungi kedaulatan negara, baik di dunia nyata maupun di ruang siber.














