ItWorks.id- Pengembangan teknologi komunikasi generasi keenam (6G) tidak hanya berfokus pada peningkatan kecepatan jaringan, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam desain perangkat, khususnya pada teknologi antena.
Peneliti Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yohanes Galih Adhiyoga, menjelaskan bahwa dalam sistem komunikasi generasi terbaru, antena tidak lagi berdiri sebagai komponen tunggal. Desain antena kini harus terintegrasi dengan berbagai komponen aktif seperti integrated circuit (IC), transistor, filter, hingga jaringan pencatu dalam satu perangkat.
“Pengembangan antena saat ini menjadi bagian dari rekayasa sistem yang lebih luas, bukan sekadar desain struktur radiasi,” ujar Yohanes saat kunjungan industri Universitas Telkom Kampus Purwokerto ke BRIN Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun, Bandung, (31/3) dilansir Humas BRIN dalam siaran pers, baru-nbaru ini.
Menurutnya, riset 6G merupakan langkah jangka panjang yang perlu dipersiapkan sejak dini meskipun implementasi 5G masih terus berkembang. Persiapan tersebut penting agar teknologi 6G nantinya mampu menghadirkan peningkatan signifikan pada kecepatan, latensi, dan performa jaringan.
PRT BRIN saat ini mengembangkan antena mikrostrip, baik single-layer maupun multilayer, yang masing-masing memiliki keunggulan berbeda, mulai dari peningkatan gain dan pengendalian pola radiasi hingga bandwidth yang lebih lebar. Namun, setiap desain memiliki trade-off sehingga pemilihan struktur antena harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.
Yohanes menambahkan, tantangan terbesar dalam riset antena bukan hanya pada desain, melainkan integrasi dengan komponen aktif agar seluruh sistem dapat bekerja optimal tanpa saling mengganggu, terutama pada perangkat modern seperti smartphone yang memuat berbagai fungsi komunikasi sekaligus.
Dalam kunjungan industri tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada ekosistem riset antena secara langsung, mulai dari proses desain, simulasi, hingga pengujian menggunakan fasilitas seperti anechoic chamber dan perangkat network analyzer berfrekuensi tinggi, serta fasilitas fabrikasi PCB untuk pembuatan prototipe antena.
Kepala PRT BRIN, Nasrullah Armi, berharap kegiatan tersebut dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai dunia riset dan mendorong keterlibatan lebih lanjut melalui magang maupun kolaborasi penelitian.














