ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Ancaman Siber Berbasis AI Meningkat, Sistem Keamanan Terfragmentasi Mulai Ditinggalkan Perusahaan

Fauzi
6 May 2026 | 10:54
rubrik: Business Solution
Ancaman Siber Berbasis AI Meningkat, Sistem Keamanan Terfragmentasi Mulai Ditinggalkan Perusahaan

Ilustrasi, Image: Fortinet

Share on FacebookShare on Twitter

Meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai sektor industri membuat lanskap keamanan siber global terus mengalami perubahan signifikan seiring.

Namun di balik percepatan transformasi digital tersebut, banyak organisasi kini menghadapi tantangan baru berupa meningkatnya kompleksitas keamanan siber akibat sistem yang tidak terintegrasi, volume alert yang terus bertambah, serta kebutuhan operasional keamanan yang semakin besar.

Hal tersebut terungkap dalam studi terbaru Fortinet bersama Forrester Consulting yang melibatkan 585 pengambil keputusan keamanan siber di kawasan Asia Pasifik. Studi tersebut menunjukkan bahwa ancaman berbasis AI kini menjadi salah satu kekhawatiran terbesar organisasi, di tengah meningkatnya kompleksitas infrastruktur dan operasional keamanan yang mereka miliki.

Sebanyak 69% organisasi mengaku khawatir terhadap ancaman berbasis AI, sementara 64% lainnya menyebut kompleksitas tools keamanan dan arsitektur yang terfragmentasi sebagai tantangan utama dalam operasional keamanan siber. Selain itu, 46% organisasi mengaku kewalahan menghadapi volume alert keamanan yang terlalu besar sehingga menyulitkan tim keamanan membedakan ancaman nyata dan aktivitas normal. Studi juga menemukan bahwa 43% organisasi masih mengandalkan proses manual untuk menangani ancaman dan insiden keamanan.

Country Director Fortinet Indonesia, Edwin Lim, mengatakan banyak organisasi saat ini memiliki terlalu banyak solusi keamanan yang berjalan secara terpisah tanpa integrasi yang memadai. Kondisi tersebut membuat visibilitas terhadap ancaman menjadi terbatas dan memperlambat proses deteksi maupun respons.

“Banyak organisasi memiliki terlalu banyak solusi keamanan yang berdiri sendiri. Akibatnya, tim keamanan kesulitan memperoleh visibilitas menyeluruh dan merespons ancaman dengan cepat,” kata Edwin.

Menurutnya, organisasi kini perlu mulai menyederhanakan arsitektur keamanan mereka agar operasional keamanan dapat berjalan lebih efisien sekaligus mampu mendukung pemanfaatan AI secara optimal. Karena itu, pendekatan keamanan berbasis platform terintegrasi mulai menjadi prioritas banyak perusahaan di kawasan Asia Pasifik.

BACA JUGA:  Fokus Akselerasi Pertumbuhan Industri Kreatif, Threego Targetkan Pendapatan Rp1 Triliun di 2023

Saat ini baru sekitar 29% organisasi yang telah menggunakan platform keamanan terpadu, namun angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 60% dalam 12–24 bulan mendatang. Pergeseran tersebut didorong oleh kebutuhan perusahaan untuk mengurangi kompleksitas tools, meningkatkan integrasi lintas domain keamanan, serta memperkuat efisiensi Security Operations Center (SOC).

Forrester Consulting Project Lead, Amelia Lau, mengatakan organisasi di kawasan APAC kini berada dalam fase transisi menuju model keamanan yang lebih terintegrasi dan otomatis. Menurutnya, pendekatan berbasis platform akan menjadi fondasi penting untuk meningkatkan visibilitas, efisiensi operasional, dan ketahanan siber organisasi.

“Organisasi menghadapi tantangan ganda, yakni ancaman berbasis AI yang berkembang pesat serta meningkatnya kompleksitas internal. Pendekatan berbasis platform akan menjadi fondasi penting untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan siber,” ujarnya.

Di sisi lain, AI kini semakin diposisikan sebagai teknologi utama dalam operasi keamanan modern. Studi menunjukkan sebanyak 95% organisasi berencana meningkatkan investasi AI untuk keamanan siber. Mayoritas organisasi percaya AI dapat membantu meningkatkan akurasi deteksi ancaman, mempercepat respons insiden, serta mengurangi ketergantungan pada proses manual.

Namun demikian, VP of Marketing and Communications APAC Fortinet, Rashish Pandey, menegaskan bahwa AI tidak akan dapat memberikan hasil optimal tanpa integrasi yang kuat dan fondasi data yang terpadu.

“AI membutuhkan data yang terhubung dan visibilitas yang menyeluruh. Tanpa integrasi, AI justru berisiko memperbesar kompleksitas dan menambah tantangan baru bagi tim keamanan,” ujar Rashish.

Edwin menambahkan bahwa organisasi kini perlu membangun fondasi keamanan yang lebih terpadu agar mampu menghadapi ancaman siber modern yang berkembang semakin cepat. Menurutnya, integrasi, otomatisasi, dan visibilitas terpadu akan menjadi kunci penting dalam mendukung transformasi operasi keamanan di era AI.

BACA JUGA:  Perkuat Ekosistem AI, Qiscus Luncurkan Qiscus AI dan Solusi Terbaru Robolabs LLM

“Integrasi, otomatisasi, dan visibilitas terpadu menjadi kunci untuk membantu organisasi mempercepat deteksi serta respons ancaman di era AI,” pungkasnya.

Tags: AIAncaman SiberFortinetGenerative AI
Previous Post

SailPoint: Identity Security, Investasi Keamanan dengan ROI Tertinggi

Next Post

Safety Jadi Prioritas, IPC TPK Perkuat Budaya Kerja Aman di Terminal Petikemas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Allianz Indonesia Gelar Program Eazy di Rumah Aja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sequis Empower Hours Dorong Conscious Branding dan Ketahanan Finansial Perempuan Wirausaha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Pre-Order nubia Neo 5 Series, nubia Siapkan Hadiah 99 Batangan Emas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi, LKPP Gandeng Axioo dalam Pengadaan Laptop Produk Dalam Negeri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto