ItWorks.id- Hexnode, divisi perangkat lunak enterprise milik Mitsogo, resmi menunjuk Ingram Micro Indonesia sebagai distributor resmi (Authorized Distributor) untuk menghadirkan solusi Unified Endpoint Management (UEM) di pasar Indonesia. Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua perusahaan untuk memperkuat keamanan siber perusahaan, sekaligus menjawab meningkatnya tren penggunaan perangkatr prbadi atau BYOD (Bring Your Own Devices) untukj mendukung aktivitas kerja di era kerja hybrid.
Pengumuman kemitraan tersebut dilakukan dalam acara media dan partner gathering pada Selasa sore (21/7/2026), di Ayana Hotel Jakarta. Komitmen kerja sama penunjukkan Ingram Micro Indonesia oleh Hexnoide sebagai distributor resmi Indonesia, ditandai dengan penandatangan naskah kerja sama yang dilakukan oleh President Director Ingram Micro Indonesia, Mulia Dewi Karnadi dan Entreprise Sales Director ASEAN Hexnode, Keith O’ Leary yang disaksikan oleh VP Sales EMEA and APJ-Hexnode, Tim Bell.
“Melalui kolaborasi ini, Hexnode berkomitmen memperkuat ekspansi bisnis di Asia Tenggara, dan Indonesia pada khususnya. Kami percaya dengan portfolio dan pengalaman Ingram Micro sebagai penyedia solusi untuk mendukung transformasi digital, kami optimistis Hexnode bisa terus memperluas portofolio solusi, terutama terkait keamanan endpoint bagi pelanggan enterprise di Indonesia,” ungkap VP Sales EMEA and APJ-Hexnode, Tim Bell.
Pihakanya mengaku optimistis, terlebih di tengah makin pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diikuti meningkatnya kompleksitas pengelolaan berbagai perangkat kerja, mulai dari perangkat perusahaan, perangkat pribadi (BYOD), perangkat lini depan (frontline devices), hingga perangkat khusus yang digunakan di berbagai sektor industri.
Hexnode UEM sendiri merupakan platform yang memungkinkan perusahaan mengelola dan mengamankan berbagai jenis endpoint dari satu konsol terpusat. Platform ini mendukung berbagai sistem operasi seperti Windows, macOS, Linux, Android, iOS, hingga platform enterprise lainnya. Selain fungsi manajemen perangkat, solusi tersebut juga menyediakan kemampuan pengelolaan kebijakan keamanan, manajemen siklus hidup aplikasi, patch management, remote monitoring and management, otomatisasi operasional, serta fitur kepatuhan terhadap regulasi.
Platform ini juga dirancang untuk mendukung berbagai skenario implementasi, termasuk perangkat kiosk, lingkungan bring-your-own-device (BYOD), hingga rugged devices yang banyak digunakan di sektor ritel, layanan kesehatan, manufaktur, logistik, maupun layanan lapangan.
Hal senada disampaikan oleh President Director Ingram Micro Indonesia Mulia Dewi Karnadi. Ia mengatakan, sebagai distributor resmi, peran perusahaan tidak hanya menyediakan teknologi, tetapi juga membangun kapabilitas lokal agar mitra mampu mengimplementasikan dan mendukung solusi secara optimal.
“Dengan menghadirkan Hexnode ke dalam portofolio kami, reseller dan system integrator dapat mengembangkan layanan managed services yang lebih kuat serta menciptakan peluang recurring revenue di bidang endpoint management. Melalui technical enablement, integrasi solusi, dan dukungan go-to-market, kami ingin membantu mitra mempercepat adopsi modern device management di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Diakui dengan makin masifnya digitalisasi atau penggunaan perangkat digital di kalangan masyarakat, termasuk tren BYOD untuk mendukung aktivitas kerja, di sisi lain juga dihadaplkan pada tantangan ancaman keamanan siber yang juga makin besar. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Indonesia mencatat sekitar 5,5 miliar insiden siber sepanjang 2025, meningkat 714 persen dibandingkan rata-rata empat tahun sebelumnya. Memasuki awal 2026, sebanyak 1,52 miliar insiden siber kembali terdeteksi, mempertegas pentingnya penerapan sistem keamanan dan manajemen endpoint yang terpusat.
Melalui kerja sama ini, perusahaan dan organisasi di Indonesia akan memperoleh akses lebih luas terhadap platform Hexnode UEM melalui jaringan reseller, system integrator, serta managed service provider milik Ingram Micro yang tersebar di berbagai wilayah.
Kemitraan tersebut juga ditujukan untuk membantu perusahaan menyederhanakan pengelolaan perangkat, memperkuat keamanan siber, mendukung kepatuhan terhadap regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dalam lingkungan teknologi informasi yang semakin terdistribusi.
Dalam kesempatan itu, Enterprise Sales Director ASEAN Hexnode Keith O’Leary mengatakan Indonesia merupakan pasar strategis bagi perusahaan dalam memperluas adopsi solusi manajemen endpoint modern. “Kami merasa terhormat dapat meluncurkan kemitraan distribusi bersama Ingram Micro. Bersama-sama kami memperkuat komitmen terhadap pasar Indonesia dan membantu bisnis mengadopsi solusi endpoint management berkelas dunia. Kami sangat antusias tumbuh bersama Ingram Micro dan ekosistem mitra mereka,” katanya.
Hexnode merupakan perusahaan penyedia solusi keamanan dan manajemen perangkat IT terpusat. Perusahaan ini membantu bisnis mengelola, melacak, dan melindungi berbagai gawai—seperti komputer, laptop, dan ponsel—dari satu kendali terpusat. Dengan solusi yang dihadirkan Hexnode, perusahaan yang menerapkan sistem Bring Your Own Device (BYOD), di mana karyawan menggunakan ponsel atau laptop pribadi untuk bekerja, bisa memudahkan sistem kendali untuk menjaga dokumen perusahaan tetap aman tanpa melanggar privasi pribadi karyawan.
Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan berharap semakin banyak organisasi di Indonesia yang mampu memperkuat keamanan perangkat digital, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus mempercepat transformasi digital melalui penerapan manajemen endpoint yang terintegrasi.















