ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Jumlah Identitas Mesin Lampaui Identitas Manusia, Ini Saran Palo Alto Networks untuk Organisasi

Fauzi
23 July 2026 | 15:04
rubrik: Business Solution
Jumlah Identitas Mesin Lampaui Identitas Manusia, Ini Saran Palo Alto Networks untuk Organisasi
Share on FacebookShare on Twitter

Identitas kini telah melampaui malware sebagai vektor serangan utama di lingkungan perusahaan. Di kawasan Asia Pasifik (APAC), skala tantangan ini telah berkembang secara signifikan. Jumlah identitas mesin kini melampaui jumlah pekerja manusia dengan rasio 111:1 di jaringan perusahaan, didorong oleh pesatnya adopsi agen AI otonom (autonomous AI agents). Namun, sebagian besar organisasi masih mengamankan lingkungan mereka seolah-olah identitas manusia tetap menjadi aset utama yang perlu dilindungi.

Dalam sesi media interaktif, Palo Alto Networks memaparkan temuan dari 2026 Identity Security Landscape Report, yang didasarkan pada studi global terhadap 2.930 pengambil keputusan di bidang keamanan siber, yang mengungkap semakin lebarnya kesenjangan antara skala lingkungan identitas digital saat ini dengan arsitektur yang dibangun untuk mengelolanya.

Temuan Utama di Asia Pasifik (APAC)

  • Rasio 111:1. Jumlah identitas mesin kini jauh melampaui identitas manusia di lingkungan perusahaan di Asia Pasifik, didorong oleh semakin luasnya penggunaan agen AI otonom (autonomous AI agents) dalam berbagai operasional bisnis. Seluruh organisasi di APAC (100%) telah mengadopsi agen AI, dan sebagian besar memperkirakan jumlah agen AI serta identitas mesin yang mereka kelola akan terus meningkat dalam 12 bulan ke depan.
  • Realitas pembobolan keamanan. Sembilan dari sepuluh organisasi mengalami setidaknya satu insiden pembobolan keamanan (breach) yang berkaitan dengan identitas dalam 12 bulan terakhir.
  • Risiko pembaruan sertifikat. Sebanyak 97% organisasi di APAC memperkirakan akan menghadapi dampak finansial apabila proses pembaruan sertifikat (certificate renewal) tidak sepenuhnya diotomatisasi. Rata-rata potensi kerugian yang ditimbulkan mencapai USD 305.161 per tahun.
  • Titik buta dalam tata kelola. Sebanyak 98% identitas manusia di APAC memiliki hak akses yang melebihi kebutuhan perannya (overprivileged access). Selain itu, 98% organisasi di APAC melaporkan mengalami identity silos, dengan penggunaan tool AI di luar identitas formal dan tata kelola keamanan sebagai penyebab utama. Dampaknya pun nyata: fragmentasi tool identitas menambahkan rata-rata 13 jam keterlambatan dalam setiap proses respons terhadap insiden.
BACA JUGA:  XL Prabayar Luncurkan XL Circle, Tawarkan Gratis Kuota 5GB ke Tiap Anggota

“Sembilan dari sepuluh organisasi telah mengalami pembobolan keamanan terkait identitas yang berhasil dalam satu tahun terakhir, dan identitas mesin tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) mendekati 40%, yang sebagian besar didorong oleh meningkatnya penggunaan AI. Temuan dari laporan tahun ini dengan jelas menunjukkan bahwa sebagian besar organisasi belum secara efektif mencegah pembobolan keamanan yang berkaitan dengan identitas,” ujar Jeffrey Kok, Senior Director, Idira Domain Consulting di Palo Alto Networks.

“Yang paling mengkhawatirkan adalah fragmentasi, yang secara signifikan memperlambat organisasi: sistem yang tidak saling terhubung menambah waktu respons hingga berjam-jam pada setiap insiden, sementara pelaku serangan hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk membobol sistem. Pelaku serangan tidak lagi perlu membobol sistem; mereka cukup masuk (log in) menggunakan identitas manusia atau identitas AI yang dicuri, dan satu-satunya cara untuk menutup kesenjangan tersebut adalah dengan menggunakan sebuah platform yang dapat menemukan, mengendalikan, dan mengelola setiap identitas dengan tingkat kontrol keamanan yang tepat,” lanjutnya.

Apa Artinya bagi ASEAN?
Temuan di kawasan APAC ini memiliki relevansi yang sangat besar bagi ASEAN, di mana adopsi AI di lingkungan perusahaan berkembang dengan sangat pesat, dan permukaan serangan (attack surface) yang terkait dengan identitas juga terus meluas seiring perkembangannya. Sebagai contoh utama, data dari Singapura menggambarkan besarnya tantangan yang dihadapi sekaligus urgensi untuk segera mengambil langkah penanganan.

Di Singapura, jumlah identitas mesin kini rata-rata telah melampaui jumlah identitas manusia dengan rasio 107:1. Sebanyak 85% organisasi memperkirakan jumlah agen AI dan identitas mesin yang mereka miliki akan terus bertambah dalam 12 bulan ke depan. Faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan ini pun cukup jelas, yakni meningkatnya jumlah identitas mesin (51%), meluasnya hubungan dengan pihak ketiga termasuk mitra dan penyedia layanan (43%), serta semakin luasnya adopsi large language models (LLM) (41%).

BACA JUGA:  Luncurkan HUAWEI eKit, Huawei Genjot Transformasi Digital Sektor UKM Indonesia

Siddharth Deshpande, Director of Industry Solutions, JAPAC, Palo Alto Networks, menambahkan, “Para Chief Information Security Officer (CISO) di Asia Tenggara saat ini memiliki dua prioritas utama, yaitu Securing AI by Design dan Fighting AI with AI. Transformasi keamanan identitas merupakan peluang untuk meningkatkan keselarasan antara tim bisnis dengan tim keamanan dan manajemen risiko. Menghilangkan sekat (silos) dalam identitas, menghapus hak akses permanen (standing privileges), serta menerapkan kontrol hak akses yang dinamis pada setiap identitas manusia, mesin, maupun identitas AI agentik (agentic identity) merupakan langkah yang krusial untuk mendorong transformasi tersebut.”

Apa yang Perlu Dilakukan?
Untuk mengatasi kesenjangan dalam keamanan identitas, organisasi perlu mengubah cara mereka mengelola tata kelola identitas, dimulai dari tiga langkah utama berikut:

  • Kelola Agen AI secara menyeluruh. Temukan dan kelola seluruh Agen AI secara terpusat di berbagai lingkungan SaaS, cloud, dan developer. Berikan akses kepada Agen AI hanya selama diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu, serta pastikan setiap aktivitasnya tercatat dengan jelas, termasuk tindakan yang dilakukan dan atas nama siapa Agen AI tersebut bertindak.
  • Terapkan akses saat dibutuhkan dan dalam waktu tertentu. Hilangkan hak akses yang aktif secara permanen di seluruh sistem. Berikan izin hanya saat benar-benar dibutuhkan, cabut akses secara otomatis setelah tugas selesai, dan catat setiap aktivitas yang dilakukan.
  • Platformisasikan dan Otomatiskan siklus identitas. Mengotomatiskan proses identifikasi identitas, pengelolaan hak akses, serta penerapan kontrol keamanan secara real-time untuk identitas manusia maupun non-manusia merupakan satu-satunya cara agar organisasi dapat merespons ancaman dengan kecepatan yang setara dengan mesin.
Tags: Agentic AIAICyber SecurityGenerative AIIdentitas DigitalPalo Alto Networks
Previous Post

Dari Token Beralih ke Kepercayaan: Memelihara, Mengelola, dan Mengamankan AI ke Tahap Produksi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2024: BLUD UPTD PALD Kota Bekasi Terapkan Digitalisasi Dalam Pengelolaan Air Limbah Domestik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nutanix: Upaya Modernisasi Public Sector Meningkat di Tengah Tantangan Infrastruktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Naik 30%, Baznas Terus Perkuat Strategi Digital untuk Tingkatkan Pengumpulan Zakat Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Dari Token Beralih ke Kepercayaan: Memelihara, Mengelola, dan Mengamankan AI ke Tahap Produksi

Dari Token Beralih ke Kepercayaan: Memelihara, Mengelola, dan Mengamankan AI ke Tahap Produksi

Fauzi
23 July 2026 | 14:19

Oleh: Abhas Ricky, Chief Business Officer dan General Manager of Applied AI, Cloudera Organisasi di seluruh Asia Pasifik, termasuk Indonesia,...

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Saatnya Berhenti Terjebak di Masa Lalu dan Mulai Membangun Masa Depan IT

Fauzi
21 July 2026 | 10:51

Oleh: Ashesh Badani, Senior Vice President and Chief Product Officer, Red Hat Kita berada di tengah perubahan mendasar yang membentuk...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto