ItWorks.id – Acara pembukaan forum internasional The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang digelar di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski pada Kamis (22/10/2026) turut dihadiri Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi.
Kehadiran Kepala BSSN di acara ini menjadi bentuk penegasan bahwa keamanan siber dan pelindungan data merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif digital yang tengah berkembang pesat di tanah air.
WCCE 2026 yang mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity” ini dibuka secara resmi oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Teuku Riefky Harsya. Forum multilateral terbesar di bidang ekonomi kreatif ini mempertemukan ribuan delegasi, pelaku industri, akademisi, dan pembuat kebijakan dari puluhan negara untuk merumuskan masa depan industri kreatif global.
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menyampaikan bahwa transformasi digital di sektor ekonomi kreatif membawa peluang besar sekaligus tantangan keamanan yang kompleks. Industri kreatif seperti pengembangan game, aplikasi, film, animasi, hingga pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) sangat bergantung pada keandalan infrastruktur digital dan pelindungan kekayaan intelektual.
“Kita harus menerapkan prinsip security by design pada setiap ekosistem digital untuk melindungi para pelaku ekonomi kreatif, UMKM, serta kreator lokal dari ancaman kejahatan siber, pencurian data, dan pembajakan digital,” tegas Kepala BSSN Nugroho, seperti dikutip ItWorks dari laman bssn.go.id.
Langkah ini juga selaras dengan mandat Presiden Prabowo Subianto dalam Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045, di mana keamanan transaksi elektronik dan ketahanan siber menjadi pilar fundamental menuju Indonesia Emas 2045.
WCCE 2026 kali ini juga memiliki agenda penting, salah satunya adalah pembahasan dokumen Jakarta Vision on Creative Economy. Dokumen strategis ini dirancang berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk diusulkan sebagai resolusi resmi pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar ekonomi kreatif masuk ke dalam agenda prioritas pembangunan global pasca-SDGs 2030.
Dalam konteks tersebut, BSSN mengambil peran penting untuk memastikan aspek kedaulatan data dan regulasi tata kelola keamanan digital dalam pilar ekraf global mampu bersaing dengan aman di kancah internasional. Melalui partisipasi aktif ini, BSSN berharap iklim investasi digital di Indonesia terus meningkat karena didukung oleh jaminan keamanan siber yang tangguh.
Acara berskala internasional ini turut dihadiri oleh jajaran menteri dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih, yang memperkuat komitmen whole-of-government dalam mendukung kemajuan ekonomi kreatif nasional. Di antara pejabat tinggi negara yang hadir adalah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.
Sinergi antarkementerian dan lembaga ini menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan integrasi infrastruktur, diplomasi internasional, tata kelola data, hingga jaminan keamanan digital.














