ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Sumsub Dorong Tata Kelola Agentic AI yang Lebih Bertanggung Jawab

Fauzi
27 October 2026 | 12:25
rubrik: Digital
Sumsub Dorong Tata Kelola Agentic AI yang Lebih Bertanggung Jawab

Image: Sumsub

Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id – Bergeser dari sekadar alat yang membantu tim bekerja, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di organisasi-organisasi di Indonesia terus berkembang dan semakin bersifat agentic.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai pergeseran ini membuka banyak peluang, sekaligus menuntut pengembangan yang adaptif dan bertanggung jawab. Namun, riset Sumsub, infrastruktur kepercayaan berbasis AI pertama untuk operasi kepatuhan berskala besar, justru menemukan adopsi AI melaju lebih cepat ketimbang kemampuan organisasi menyediakan bukti yang bisa diverifikasi atas setiap keputusan yang diambil AI mereka.

Temuan ini berasal dari APAC State of Digital Trust: AI Governance Benchmark, survei independen Sumsub terhadap 720 profesional senior di sembilan negara Asia-Pasifik (APAC) yang digarap Blackbox Research bersama Singapore FinTech Association.

Hasilnya, 96% organisasi Indonesia yakin dapat menjelaskan keputusan AI mereka, namun hanya 34% yang benar-benar menyimpan rekam jejaknya secara utuh dan antimanipulasi. Sumsub menyebut fenomena ini sebagai “Accountability Asymmetry”, yaitu jarak antara seberapa jauh organisasi mengandalkan keputusan AI-nya dan seberapa baik mereka mampu membuktikan keputusan apa yang sebenarnya diambil.

Beberapa temuan lain terkait organisasi di Indonesia:

● 91% nyaman membiarkan AI mengambil keputusan tanpa keterlibatan manusia dalam proses rutin, namun angkanya turun menjadi 55% begitu menyangkut transaksi keuangan.
● 64% sudah pernah mengalami AI bertindak sendiri dan berujung masalah atau hasil yang tak diinginkan.
● 94% pernah memakai sistem AI di luar tujuan awalnya dalam setahun terakhir, peran AI yang berjalan saat ini kerap berbeda dengan yang dulu disetujui.
● 56% menyebut kualitas data sebagai kekhawatiran terbesar saat AI bertindak mewakili mereka, menjadi kekhawatiran tertinggi di APAC.
● 99% mengaku siap mengadopsi solusi yang bisa melacak setiap tindakan AI sampai ke orang yang bertanggung jawab.

BACA JUGA:  Bidik Segmen Gen Z, Advan Luncurkan Smartphone Terbaru Berotak Dimensity 7060 ‘Advan Macha’

Tekanan juga datang dari sisi regulasi. Lewat Panduan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menetapkan standar minimum bagi bank dalam mengelola AI di sepanjang siklus hidupnya, mulai dari manajemen risiko hingga audit. Belum lagi dua Peraturan Presiden, soal Peta Jalan AI Nasional dan Etika AI, yang kini tinggal menunggu tanda tangan Presiden untuk resmi berlaku.

Bagi organisasi di Indonesia maupun seluruh APAC, tantangannya adalah menerjemahkan ekspektasi tata kelola tersebut ke dalam praktik sehari-hari, memanfaatkan AI yang semakin otonom, sambil tetap menjaga pengawasan dan mampu menunjukkan apa yang telah dilakukannya. Tantangan ini membutuhkan kerangka kerja yang praktis serta keahlian lintas sektor.

Untuk membantu menjawab kesenjangan ini, Sumsub meluncurkan Sumsub Agentic AI Council (atau “Council”), sebuah forum lintas sektor di APAC yang mempertemukan berbagai pakar dan keahlian untuk menyusun kerangka kerja praktis, berbagi praktik terbaik, dan mendorong adopsi agentic AI yang lebih bertanggung jawab.

Lewat Council, para pemimpin dari kalangan kebijakan, teknologi, akademik, industri, hingga masyarakat sipil di APAC duduk bersama untuk menyusun panduan penggunaan agen AI yang bertanggung jawab. Semuanya berpijak pada tiga pilar:

● Adopt: Mengeksplorasi pemanfaatan agentic AI yang bertanggung jawab dan berdampak di seluruh ekonomi digital, mulai dari kepatuhan, pencegahan fraud (penipuan), pengalaman pelanggan, dan efisiensi operasional.
● Build: Membangun fondasi teknis dan operasional untuk agen AI yang tepercaya, termasuk identitas agen, kredensial yang bisa diverifikasi, arsitektur yang aman, keterlacakan (traceability), dan interoperabilitas.
● Govern: Membahas kebijakan, standar, dan mekanisme akuntabilitas yang diperlukan seiring meningkatnya otonomi sistem AI, guna memperjelas pembagian tanggung jawab dan menyusun pendekatan tata kelola yang praktis.

BACA JUGA:  Arrow Electronics Gaet STARFINDO Perkuat Startup Teknologi

“Organisasi di Indonesia melihat potensi AI yang sangat besar, tetapi adopsinya perlu dibarengi kemampuan untuk menunjukkan bagaimana AI itu dipakai, melacak keputusan yang diambilnya, dan memastikan siapa yang bertanggung jawab,” ujar Penny Chai, Vice President, APAC di Sumsub. “Seiring agen AI mengemban tanggung jawab yang semakin besar, organisasi butuh infrastruktur kepercayaan yang menopang akuntabilitas itu di lapangan. Lewat framework Know Your Agent, kami menaruh akuntabilitas manusia sebagai inti, tiap agen AI dikaitkan dengan identitas manusia yang terverifikasi, dan menggunakan liveness check untuk memastikan otorisasi manusia pada momen-momen kritis.”

“Seiring organisasi di Indonesia menjajaki peluang agentic AI, kemampuan untuk tetap mengawasi, melacak keputusan AI, dan menunjukkan akuntabilitas harus ikut tumbuh seiring adopsinya,” ujar Jason Chan, APAC Government Relations Lead di Sumsub. “Dari pengalaman kami membantu banyak organisasi membangun kepercayaan dalam interaksi digital, kami melihat secara langsung tantangan-tantangan ini. Sumsub Agentic AI Council hadir untuk mempertemukan keahlian dari seluruh APAC, berbagi sudut pandang soal tantangan nyata dalam mengadopsi agentic AI yang bertanggung jawab.”

Para pakar yang tertarik dapat mendaftarkan minatnya melalui tautan di sini untuk menjadi salah satu founding advisor Council, yang akan diumumkan Sumsub menjelang pertemuan perdana pada kuartal I 2027. Para founding advisor inilah yang nantinya ikut menyusun kerangka kerja praktis soal bagaimana agen AI membuktikan untuk siapa mereka bertindak, apa saja yang boleh mereka lakukan, dan apa yang sudah mereka kerjakan. Kelompok kerja pertama Council rencananya fokus ke agentic commerce, yaitu saat agen AI bertindak mewakili konsumen dan pelaku bisnis.

Tags: Agentic AIAIGenerative AISumsub
Previous Post

Garmin Luncurkan fēnix 9 dan fēnix 9 Pro di Indonesia

Next Post

Top Digital: Inovasi Digital PGE Selain Percepat Proses Bisnis Hasilkan Efisiensi Puluhan Miliar Rupiah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

Albarsah
23 October 2026 | 20:39

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

Busthomi
23 October 2026 | 10:44

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank  Menuju Bank Syariah Global

TOP Digital Awards 2026: BSI Perkuat Strategi Digital Bank Menuju Bank Syariah Global

Ahmad Churi
22 October 2026 | 16:12

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

TOP Digital Awards 2026: Hadirkan CrediGO, Bank Wonogiri Pangkas Proses Kredit Hingga 30 Menit

Mi’roji
22 October 2026 | 16:08

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rakernas ISAA 2026, Kemenhub Dorong Profesionalisme Layanan Keagenan Kapal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: WOM Finance Bangun Mesin Pertumbuhan Digital Organik, Pangkas Biaya Iklan 75%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Veeka, Bantu Pengguna Temukan Pasangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto