Jakarta, Itech – BlackBerry memperpanjang masa bakti John Chen (CEO Blackberry) hingga tahun 2023. Chen telah menjadi CEO BlackBerry sejak 2013 dan bertanggung jawab meningkatkan kinerja perusahaan setelah meninggalkan bisnis smartphone.
Kini BlackBerry lebih fokus ke pelayanan software. Terpilihnya Chen membuat harga saham BlackBerry menjadi 89,9 persen dalam kurun waktu 12 bulan, hampir setara dengan harga saham ketika Chen mengambil alih BlackBerry lima tahun lalu.
“Jajaran Direktur BlackBerry sangat yakin pada John Chen,” kata Prem Watsa (Lead Director and Chair of the Compensation). “John memutar keadaan dengan sukses dan menata perusahaan untuk menerapkan kekuatan dan asetnya untuk Enterprise of Things, kategori yang memiliki potensi besar,” katanya seperti dikutip Tech Crunch.
Jajaran direksi telah memutuskan bahwa perpanjang masa bakti Chen adalah keputusan terbaik dari BlackBerry dan para pemegang saham, untuk melanjutkan sektor pelayanan hingga tahun 2023.
Hebatnya, Chen rela mendapatkan gaji yang sama walaupun masa jabatannya diperpanjang. Chen mendapatkan gaji senilai USD3 juta atau sekitar Rp41,2 miliar dengan bonus tiap tahun seperti kontraknya tahun lalu.
Secara total, Chen akan mendapatkan USD15 juta atau sekitar Rp206,3 miliar.
Chen juga akan mendapatkan 5 juta lembar saham terbatas yang dipinjamkan selama lima tahun, jika harga lembar saham BlackBerry mencapai USD16 dollar hingga USD 20 sekitar Rp 220.000 hingga Rp 275.000.
Saat in BlackBerry banting setir ke industri software cybersecurity dan sistem komputer tertanam (embedded) yang memberikan pendapatan dan pertumbuhan besar bagi BlackBerry.
“Kita akan menghasilkan uang di area yang tepat. Area utama tersebut adalah cybersecurity dan enterprise. Kita sangat baik di cybersecurity, enterprise untuk industri beregulasi seperti bank dan pemerintahan serta dinas kesehatan,” pungkas Chen.
BlackBerry juga akan bekerja sama dengan Baidu untuk mengembangkan mobil otonomos (tanpa sopir), menggunakan platform BlackBerry QNX. Bulan Januari lalu, BlackBerry juga mengumumkan Jarvis, sebuah software cybersecurity b erbasis cloud yang dapat memindai kode mobil terhadap kerentanan.














