Jakarta, Itech – Saat ini banyak pengguna yang menggunakan media sosial seperti Facebook dan Instagram untuk berjualan produk-produknya dan menjadi tempat iklan digital yang sangat potensial.
Apalagi, Facebook Indonesia mengungkapkan ada sebanyak 92 persen pengguna Internet Indonesia terdaftar di Facebook dan/atau Instagram.
Para pengguna Facebook yang aktif menjual produknya dan para pelaku bisnis pasti mengetahui bulan Ramadan adalah momentum yang tepat untuk menjual produk dan menjaring konsumen melalui platform dalam jaringan.
“Pengguna Facebook jauh lebih aktif saat Ramadan berlangsung. Bahkan, postingan selama Ramadan naik 2 kali lipat dibandingkan dengan 3 bulan sebelum dan sesudah Ramadan,” kata Sri Widowati (Country Manager Facebook Indonesia) di Jakarta, Jumat.
Fitur Baru
Khusus Ramadan, Facebook akan memberikan pelayanan paket iklan Paket Solusi RamadanFacebook yang terdiri dari iklan video di Facebook dan Instagram Stories serta iklan Tv-Sync.
“Paket ini menawarkan produk yang dapat membantu bisnis dan brand terhubung dengan konsumen bahkan sebelum mereka mulai melihat atau menyadari bahwa mereka memerlukan produk tertentu selama Ramadan,” ucapnya
Widowati mengatakan iklan video memiliki potensi yang jauh lebih besar untuk menarik pembeli dibandingkan gambar atau foto biasa. Data Facebook mencatat selama bulan Ramadan2017 waktu tonton video di Facebook naik 74 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ini soal bagaimana kita membuat mereka mampu menghentikan jempol mereka di postingan kita ketika mereka menyusuri linimasa. Iklan digital sama pentingnya dengan iklan konvesional,” ucapnya.
“Layanan ini pengusaha dalam menggaet konsumen secara lebih masif dan beriklan dengan konten yang lebih menarik. Ada 115 juta pengguna Facebook dan 45 juta pengguna Instagram per bulan. Angka tersebut memungkinkan sebuah brand lebih tersebar,” ujarnya.
Pengusaha dapat menggunakan fitur iklan Instagram Story. Indonesia sebagai produsen Instagram Story terbesar di dunia memungkinkan pengusaha lebih mudah menggaet konsumen saat Ramadan. Pengguna Instagram mengalami peningkatan saat Ramadan sebesar 19 perse karena pengusaha kecil menengah sangat mungkin menggunakan fitur ini karena mudahnya pembuatan konten.
Kemudian, ada fitur 4C TV Sync yang memungkinkan pengusaha dapat menyelaraskan jadwal tayang iklan produknya di Facebook dengan di televisi. “Kenyataannya banyak orang menonton televisi sambil mengoperasikan mobile phone. Fitur ini bisa menjadi pengingat,” kata Widowati.
Iklan Tv-Sync menyasar pengguna yang sebelumnya beriklan hanya dengan cara konvensional. Iklan itu dapat memberikan hasil yang lebih baik dengan menambahkan jangkauan dari audiens yang tidak bisa diraih lewat iklan televisi.
Saat ini ada sebanyak 75 persen audiens televisi menonton tayangan sambil memainkan smartphone dan lebih dari setengahnya mengaku kegiatan yang mereka lakukan adalah membuka media sosial dan berkomunikasi dengan temannya lewat aplikasi pesan instan.
Keempat, kata Widowati, pengusaha dapat menggunakan fitur click to messenger ads. Fitur ini menurutnya memungkinkan pengusaha berinteraksi langsung dengan pengguna melalui fitur Facebook Messenger.
“Ketika konsumen mengklik iklan di laman Facebook, akan langsung terhubung ke Messenger. Di situ pengusaha dan pembeli bisa berinteraksi langsung,” kata Widowati.
Fitur itu juga bisa menghindarkan konsumen dari penipuan karena konsumen bisa langsung bertanya spesifikasi barang dan berinteraksi dengan penjual. Lagi pula, hanya usaha yang telah terverifikasi oleh Facebook dapat menggunakan fitur ini.
Kelima, kata Widowati, pengusaha bisa menggunakan fitur sponsored messages. Fitur ini memungkinkan pengusaha terus bersentuhan dengan konsumennya agar menjadi pelanggan.
Tips
Widowati juga memberikan kiat bagi pengusaha dalam membuat iklan di Facebook. Menurutnya, untuk konten video harus memiliki materi yang menarik di tiga detik awal dari durasi keseluruhan.
“Brand harus sudah disebut di tiga detik pertama,” kata Widowati.
Terakhir,konten iklan harus berisi gambar bergerak. Karena, menurutnya, pengguna Facebook cenderung mengabaikan dengan gambar statis.














