Perusahaan industri dari seluruh sektor di seluruh dunia semakin memusatkan perhatiannya pada Industri 4.0 dan sudah mulai menerapkannya. Mengutip studi tentang Industri 4.0 yang dilakukan lembaga internasional PricewaterhouseCoopers dengan judul: The PwC Global Industry 4.0 Survey menunjukan adanya perbedaan tujuan digitalisasi antar satu negara dengan negara lainnya
Kelompok korporasi di Jepang atau Jerman menggunakan digitalisasi terutama untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk. Di Amerika Serikat, muncul kecenderungan untuk mengembangkan model bisnis baru dengan bantuan penawaran dan jasa digital, dan untuk memberikan produk dan jasa secara digital secepat mungkin. Perusahaan manufaktur di Tiongkok berfokus pada ketahanan mereka melawan kompetitor internasional dengan mengurangi biaya.
Baca juga: Industri 4.0: Membangun Perusahaan Digital
Bagaimana dengan Indonesia? Kementerian Perindustrian telah meluncurkan peta jalan (roadmap) industri bertajuk Making Indonesia 4.0 sebagai langkah pemerintah dalam membangun industri manufaktur yang berdaya saing global dalam percepatan implementasi industri 4.0 memasuki era digital. Peluncuran peta jalan tersebut diresmikan saat pembukaan Industrial Summit 2018 oleh Presiden Joko Widodo pada 4 April 2018 lalu.
Lalu sektor industri apa saja yang menjadi prioritas? Lima sektor manufaktur telah dipilih sebagai proyek percontohan yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronik. Lima sektor industri tersebut dipilih agar semakin memiliki daya saing yang kuat dengan negara lain. Selain itu struktur pasar lima sektor ini terhitung dalam dan kuat sehingga bisa ditingkatkan kemampuannya dalam teknologi yang lebih tinggi. Pemerintah juga akan membentuk Komite Industri Nasional (Kinas) yang khusus menangani Industri 4.0. secara terintegrasi. Pemerintah yakin Industri 4.0 akan menjadi salah satu pilar penting industri nasional untuk mencapai target Indonesia masuk 10 besar ekonomi dunia di tahun 2030.
Industri 4.0 atau revolusi industri yang keempat adalah kegiatan industri yang berfokus pada digitalisasi seluruh aset fisik dan proses dari awal hingga akhir serta integrasi ke dalam ekosistem digital dengan rekanan rantai nilai. Data & Analitik adalah kemampuan inti dalam Industri 4.0. Penerapan Industri 4.0 digerakkan oleh teknologi yang menjadi sarana utama. (tis)














