ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Virtual reality membawa konser musik ke ruang tamu Anda

Teguh Imam Suyudi
20 May 2018 | 09:02
rubrik: Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Teknologi telah membuat industri musik bertekuk lutut 20 tahun yang lalu, tetapi saat ini bintang pop dan label rekaman menggunakan kekuatan komputasi untuk menemukan pemirsa baru dan mengambil keputusan kreatif baru. Industri musik kini bangkit dengan dukungan virtual reality, artificial intelligence.

Bintang pop favorit Anda hadir di rumah Anda

Virtual reality membuat penggemar merasakan konser musik dari kenyamanan sofa mereka, cukup dengan mencolokkan headset.

Bahkan, Melody VR, sebuah start-up teknologi yang berbasis di London, yang diluncurkan awal bulan ini, menawarkan konser oleh bintang seperti The Who, Royal Blood dan Rag ‘N’ Bone Man melalui set virtual reality seperti Oculus Go dan Samsung Gear VR.

Beberapa orang merasa itu bisa mengubah musik menjadi pengalaman pasif, seperti menonton TV, tapi musisi Imogen Heap berpikir ada implikasi sosial yang besar juga.

“Banyak dari teknologi ini akan membantu kita menjadi lebih manusiawi, lebih kreatif,” tambahnya.

Jam tangan Anda dapat memilih musik agar sesuai dengan suasana hati Anda

Layanan streaming menawarkan ratusan daftar putar berbasis mood atau suasana hati – untuk bersantai, berolahraga atau bahkan putus hubungan asmara.

Tetapi bagaimana jika layanan streaming dapat “membaca” suasana hati Anda dengan memantau data di jam tangan atau pelacak kebugaran? Jika Anda stres, itu akan memicu daftar putar santai, misalnya.

“Saya ingin ‘mode gembira’” kata Stuart Dredge, editor di Music Ally. Layanan streaming itu akan berkata, “Dude, kamu harus mendengarkan band ini! kamu akan menyukainya.”

Layanan streaming akan menjadi lebih intuitif

Saat ini, algoritma yang digunakan Spotify dan Apple sudah canggih, tapi akhirnya mereka hanya mengeluarkan ribuan aliran dari Ed Sheeran dan Taylor Swift saja.

BACA JUGA:  Ini Langkah lanjut Satgas Cegah Meluasnya Judi Online

Masalahnya, kata Manan Vohra dari penyedia musik digital 7Digital, “kita masih mengandalkan ide popularitas global”.

“Sesuatu yang dianggap heavy metal di Inggris mungkin tidak dianggap seperti itu di Denmark,” ia menjelaskan. Sementara daftar putar relaksasi yang terdiri dari 100 lagu mungkin tidak membuat rileks untuk setiap pengguna.

Di masa depan, Artificial Intelligence akan belajar lebih banyak tentang nuansa pengguna yang berbeda, dan budaya, untuk menyediakan daftar putar yang lebih pribadi.

 Melihat ‘belakang layar’ lagu favorit Anda

Augmented reality – yang memproyeksikan konten yang dihasilkan komputer ke tampilan pengguna di dunia nyata – dapat memberi kita akses lebih besar ke ‘pekerjaan batin’ pemusik.

Seniman yang bagus sudah menggunakannya untuk memperluas dan mengilustrasikan berbagai lapisan dalam lukisan, kata Stef Pascual dari Crown Talent, yang mewakili seniman seperti Ella Henderson dan Becky Hill.

“Bayangkan Anda bisa memanfaatkannya juga untuk sebuah lagu, dan mendengarkan semua demo dan segalanya,” katanya.

Bintang akan memesan tur berdasarkan tempat mereka populer

Ini sudah terjadi. Penyanyi folk Lucy Rose baru-baru ini mengadakan tur ke Amerika Selatan setelah mempelajari statistik Spotify-nya dan menyadari bahwa musiknya sangat populer di sana.

Ini adalah model yang diikuti oleh perusahaan Denmark, WARM, yang memungkinkan band untuk mengetahui stasiun radio mana yang memainkan musik mereka; sehingga mereka dapat langsung menargetkan kota-kota tersebut.

Musisi lain kemudian dapat menggunakan data tersebut untuk mencari tahu kota mana yang tertarik dengan genre musik tertentu.

“Saat ini, musik didistribusikan lebih cepat dari yang dapat dipahami oleh manusia,” kata CEO Jesper Skibsby. “Sangat mudah bagi orang untuk menemukan musik baru di mana pun di dunia.”

BACA JUGA:  Insto Official Eye Drop Piala Presiden E-Sports 2020

Situs web tiket akan memberi tahu Anda tentang band lain yang mungkin Anda sukai

Andy Parsons dari Ticketmaster mengatakan situsnya menggunakan predictive intelligence software atau perangkat lunak intelijen prediktif untuk terus memberikan informasi kepada para fans tentang pertunjukan mendatang.

“Kami mengirimkan 10 juta email unik setiap hari Kamis,” ia mengungkapkan.

Sehingga para fans akan mengetahui, “Ada begitu banyak tur di luar sana dan saya ingin dapat menemukan hal-hal baru.”

Tujuan utamanya adalah halaman depan toko Ticketmaster akan menjadi unik untuk setiap pengguna.

Imogen Heap mengatakan personalisasi dapat dimanfaatkan lebih jauh untuk membantu penggemar “menemukan lebih banyak tentang artis yang ingin mereka lihat” dengan menyediakan foto, rilis baru, video dan biografi.

Data juga dapat juga membantu “mendukung lingkaran orang di sekitar artis itu” – jadi jika ada gitaris yang Anda sukai, Anda bisa mengikuti mereka dari band ke band seiring perubahan karir mereka.

Apakah komputer akan menyusun tangga lagu?

Komputer dapat menjadi kreatif, kata Margaret Boden dari Sussex University, yang telah mempelajari Artificial Intelligence sejak tahun 1950-an.

Dia mengutip contoh dari sistem pembelajaran mendalam yang dilatih untuk memainkan permainan Cina kuno Go.

Pada 2016, program artificial intelligence mengalahkan juara dunia Ke Jie, dengan menghadirkan dua gerakan baru “yang kelihatannya benar-benar gila”, kata Boden. Namun langkah-langkah itu kemudian diadopsi oleh pemain profesional.

Perangkat lunak “tentu dapat meniru Mozart dan Beethoven”, kata Marcus O’Dair dari Sussex University. Dan mereka dapat melakukannya dengan sangat meyakinkan.

Skenario yang lebih mungkin adalah bahwa bintang pop akan menggunakan teknologi AI untuk memacu kreativitas.

“Mereka akan berkata, ‘OK, saya tidak tahu ke mana saya pergi dengan lagu ini – tetapi saya ingin sesuatu dalam gaya ini, atau dalam gaya komposisi saya sendiri’” kata Pascual,” dan mereka akan menggunakannya untuk mendapatkan inspirasi.”

BACA JUGA:  Bisa Bayar Transaksi Pakai QR Code di Aplikasi Muamalat Digital Islamic Network

Berita ini diambil dari BBC.com

Tags: Artificial Intelligencevirtual reality
Previous Post

Teknologi keuangan membantu pekerja migran mengirim uang ke rumah

Next Post

Rico Usthavia Frans, Chairman baru iCIO Community

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meluncur di Indonesia, Laptop Berotak Intel Core Ultra Series 3 Sajikan Performa AI PC Generasi Berikutnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Luncurkan Program Doktor Akuntansi, BINUS Siapkan Pemimpin Riset dan Transformasi Bisnis di Era AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Indo Intertex 2026, Menperin Dorong Industri TPT Tingkatkan Adopsi Teknologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamatkan Hiu Paus Dengan Main Game Ocean Buddy di Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto