ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Kapal Pelat Datar, Inovasi Anak Negeri untuk Tingkatan Daya Saing Nelayan

Ahmad Churi
23 May 2018 | 10:22
rubrik: E-Gov
Kapal Pelat Datar, Inovasi  Anak Negeri  untuk  Tingkatan Daya Saing Nelayan
Share on FacebookShare on Twitter

Daya tahan Kapal Pelat Datar  hingga puluhan tahun. Jauh berbeda jika kapal terbuat dari bahan fiber atau kayu. Selain bahan dasar,  Kapal Pelat Datar juga berbahan bakar lebih hemat. Harga kapal  ini pun jauh lebih murah sehingga sangat mendukung peningkatan daya saing nelayan.

Luas lautan Indonesia mencapai 5,8 juta km2, jauh lebih luas dibandingkan daratan (1,9 juta km2). Dari sisi geografis dan demografis Indonesia yang terletak di antara dua benua dan dua samudera, sangatlah layak menjadi poros maritim dunia sehingga  berperan dalam perkembangan ekonomi dan industri dunia. Sumberdaya kelautan dan perikanan-pun  mempunyai potensi ekonomi yang sangat besar. Data Kementerian Kelautan Perikanan tercatat,  mencapai USD 800 miliar (Rp10.800 triliun) per tahun dan dapat menyediakan kesempatan kerja sekitar 40 juta orang.

Tapi sayang, kendati mempunyai potensi yang luar biasa besar, berpuluh puluh tahun, sejak negeri ini diproklamirkan oleh para founding fathers,  ragam potensi yang dimiliki belum tergali sepenuhnya. Sekitar 80% sumberdaya kelautan dan perikanan belum terjamah. Bahkan wilayah pesisir dan lautan yang memiliki potensi berbagai sumber daya alam (SDA) yang sangat kaya, justru para  nelayannya masih banyak yang hidup dibawah garis kemisikinan.

Padahal, apabila pengelolaan sektor maritim dioptimalkan, tentu akan berdampak besar pada perekonomian bangsa, berupa tersedianya peluang kesempatan kerja yang luas bagi masyarakat. Pengelolaan itu, tentu harus didukung dengan pembangunan  infrastruktur, sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kelancaran suatu industry. Salah satunya adalah optimalisasi inovasi iptek kelautan dan perikanan seperti kesejahteraan dan peningkatan daya saing nelayan.

Mirisnya, Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia yang mempunyai modalitas bahari dengan letak geografis yang sangat strategis dan budaya masyarakat bahari, selama ini masih mengandalkan kapal-kapal tradisional yang terbuat dari kayu. Dari sisi kearifan lokal dan tradisi mungkin memiliki nilai positif, namun dari sisi daya saing, efisiensi sudah tidak kondusif lagi.  Kapal kayu juga  sangat terbatas kemampuannya hanya menangkap ikan di daerah pesisir, tidak dapat dioperasikan di laut lepas. Mereka kalah bersaing dengan kapal yang lebih besar ukurannya, ditambah lagi mereka sulit mendapatkan kayu yang berkualitas disamping harga kayu juga mahal.

Inovasi Kelas Dunia

Ragam asa akan kehidupan yang lebih baik untuk pengelolaan sektor maritim terutama untuk peningkatan daya saing kehidupan nelayan, setidaknya kini mulai terjawab dengan lahirnya inovasi kelas dunia karya anak negeri, yang bernama kapal pelat datar.

BACA JUGA:  Pusyantek BPPT Pacu Komersialisasi hasil Inovasi Teknologi

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, mengatakan, Kapal Pelat Datar adalah teknologi kapal inovatif yang menggunakan baja sebagai material utama. Konstruksi kapal ini dibangun dengan pelat-pelat baja datar yang tidak melewati proses pelengkungan pelat. Teknologi ini mengasilkan produk yang lebih cepat pembuatannya dan lebih ekonomis. “Hasilnya itu  jauh lebih murah, kecepatan lebih tinggi, cara prosesnya lebih cepat, dan umur ekonomisnya lebih lama,” kata Nasir bangga.

Menurut Menteri Nasir, Kapal yang berbahan baku lokal ini memiliki kapasitas 3 Gross Tonage (GT) dan bermesin 170 PK. Saat diuji memiliki kecepatan 240 knot atau setara dengan kapal 350 PK. Penggunaan konsep “W” kapal pelat datar membuat laju kapal semakin cepat sehingga penghematan terhadap bahan bakar juga semakin tinggi.

Kapal Pelat Datar adalah, karya para peneliti dari Universitas Indonesia melalui perusahaan binaan  Kemristekdikti yaitu  PT Juragan Kapal  Indonesia yang merupakan perusahaan start-up yang bergerak di bidang produksi perkapalan, di bawah binaan Kemristekdikti dan berkolaborasi dengan jurusan Teknik Perkapalan UI. Sementara itu, PT Gunung Garuda Steel yang merupakan industri baja lokal yang akan mensuplai material sebagai material utama produksi kapal pelat datar ini

Kehadiran kapal ini, untukmengatasi persoalan tingginya kebutuhan kapal di Indonesia dan ingin mejadi solusi ketergantungan akan kapal kayu. Apalagi material baja yang digunakan juga memungkinkan nelayan-nelayan Indonesia bisa melaut lebih jauh dengan ukuran kapal yang lebih besar.

Menurut Nasir, Kapal pelat datar  asli buatan Indonesia. Semua bahan bakunya, buatan dari dalam negeri sehingga lebih murah. “Ini kapal produk anak Indonesia, bahan materialnya kapal 100 persen lokal, kalau dari fiber 100 persen impor. Ini adalah produk yang sangat menjanjikan untuk kapal di Indonesia,” ujarnya.

Tugas Kemristekdikti adalah untuk mensosialisasikan kapal pelat datar ke seluruh Indonesia melalui Menteri- Menteri lain. “Untuk sertifikasi akan kami biayai sertifikasinya,” cetus Nasir.

Menurutnya, konsep “semi- trimaran” yang digunakan pada kapal pelat datar ini belum dikembangkan oleh ahli perkapalan di mana pun di dunia sehingga diharapkan dapat menjadi identitas kapal Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia. Target kedepan,  kapal ini harus masuk produksi massal. Pembuatan kapal yang hanya memerlukan waktu satu bulan juga menjadi kelebihan kapal pelat datar.

Berikutnya, spesifikasi kapal pelat datar ini  berdimensi panjang 15.5 meter dan lebar 4 meter dengan tonase 28 GT. Kapasitas tangki bahan bakar 16,4 ton dan memiliki tangki air tawar 7,5 ton. Kapasitas memiliki ruang penyimpanan ikan sebesar 20 m3 dan ruang air blast Freezer 8 m3. Jumlah kru yang bisa diangkut sebanyak 10-13 orang, serta ruang kapal dilengkapi dengan 1 kamar mandi dan dapur. Perlengkapan navigasi dan telekomunikasi yaitu kompas, GPS, echo sounder, VHF radio, dan SSB radio masing-masing 1 unit.

BACA JUGA:  Digitalisasi Dapat Mempersempit Peluang Terjadinya Korupsi

Sedangkan untuk Kapal Berkecepatan Tinggi Teknologi Kapal Pelat Datar, dimensi panjang 13,5 meter dan lebar 3,2 meter dengan tonase 10 GT. Kapasitas tangki bahan bakar 1000 liter dan kapasitas kapal mampu memuat 20 orang penumpang dengan jumlah kru 3 orang serta 1 ton barang. Perlengkapan navigasi dan telekomunikasi yaitu kompas, GPS, echo sounder, VHF radio, dan SSB radio masing-masing 1 unit.

Kehadiran kapal ini pun disambut oleh pelaku usaha di Indonesia timur, yang mengaku bangga dengan terobosan anak anak bangsa. Seperti yang diutarakan Theo,  pengusaha kecil  yang bergerak dalam bidang kelautan perikanan asal Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Dirinya begitu antusias ketika menyinggung soal kapal pelat datar. Saat berjumpa dalam even pameran kemaritiman di Jakarta pada pertengahan tahun 2016, Theo mengatakan, dirinya membaca pernyataan Menristek Dikti Mohammad Nasir, yang  mengatakan, kapal plat datar  merupakan inovasi untuk para nelayan.

“ Ya, kita senang dengan kehadiran kapal itu, karena kabarnya memiliki keunggulan bisa memanfaatkan energi gelombang hingga akhirnya memunculkan efisiensi dan menghemat bahan bakar. Kita mengharapkan agar para nelayan dibantu,”ujarnya penuh harap.

Kapal Pelat Datar memang  memiliki daya saing kuat. Hal itu terhitung mulai dari biaya produksinya, yang  jauh lebih murah jika dibandingkan dengan kapal-kapal berbahan baku kayu maupun fiber.

Dibandingkan  dengan ukuran yang sama misalnya 10 GT menggunakan fiber atau kayu, Kapal Pelat Datar hanya menggunakan bahan baja. Tapi sering kali dianggap mahal harganya, padahal jauh lebih murah. Dari sisi harga kalau megambil contoh 10 GT, apabila pakai fiber harganya di angka Rp 420 juta, tapi kalau pakai baja angkanya di angka Rp 270 juta sampai Rp 275 juta. Jauh lebih murah.

Keunggulan lain  daya tahan atau jangka waktu Kapal Pelat Datar bisa hingga puluhan tahun. Jauh berbeda jika kapal terbuat dari bahan fiber atau kayu. Selain bahan dasar, kata Nasir, Kapal Pelat Datar juga berbahan bakar lebih hemat. Sehingga, harga kapal  ini pun jauh lebih murah tapi memiliki daya tahan lebih lama. “Ini adalah produk yang sangat menjanjikan untuk kapal di Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA:  Klarifikasi Peran BPPT Terkait Pengadaan Bus TransJ

Nasir yakin target pembuatan Kapal Pelat Datar sebanyak 3.500 dapat terpenuhi dalam jangka waktu setahun. Karena, kapal ini dapat diproduksi hingga 10 unit per hari. Kalau satu hari 10 kapal pelat datar, satu bulan berarti bisa 300 kapal. Kalau itu butuhnya hanya 3.500, berarti kita bisa menyuplai kebutuhan ini di angka 3.600 sampai 3.700 (per tahun), tinggal waktu jam kerjanya untuk mencapai hal itu.

Kehadiran Kapal Pelat Datar, menjadikan  Indonesia  memiliki identitas “Kapal Nasional” yang membedakannya dengan kapal negara manapun di dunia. Hal ini dapat dicapai bukan dengan teknologi yang kompleks dan sangat canggih, tetapi teknologi sederhana namun menyimpan kekuatan global. Sasaran “Kapal Nasional” ini dapat dimulai dari kebutuhan kapal ikan 10 GT-200 GT.

Kapal baja sangat dibutuhkan nelayan Indonesia untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing terhadap negara lain. Kapal dari kayu dan fiberglass terbatas dari segi ukuran dan kekuatan. Material kayu untuk membuat kapal juga semakin sulit diperoleh sehingga harganya menjadi sangat mahal. Sedangkan material fiberglass selain masih diimpor, tidak ramah lingkungan, sementara rendahnya permintaan kapal dengan material ini oleh nelayan.

Kapal Pelat Datar mampu menjadi solusi yang tepat sasaran sehingga nelayan kita tidak semakin terpuruk. Selain itu dengan diperkuatnya armada kapal ikan, nelayan dapat diberdayakan untuk turut serta menjaga perairan NKRI. Untuk mencapai visi ini, tentu sangat diperlukan dukungan Pemerintah untuk produk Kapal Pelat Datar melalui program yang konkrit serta keterlibatan berbagai pihak seperti Biro Klasifikasi Indonesia, perguruan tinggi, asuransi, perbankan, serta industri penunjang.

Diketahui  mensejahterakan nelayan Indonesia tidak cukup dengan memberikan bantuan kapal. Keterlibatan Pemerintah secara aktif dalam pembuatan kapal akan menimbulkan rasa memiliki yang tinggi. Hal ini terlihat pada saat mereka membuat kapal kayu, kemudian mengoperasikannya, dan memelihara kapal tersebut.

Itu inovasi Kapal Pelat Datar. Kehadiran  kapal yang terbuat dari pelat baja ini  sangat dibutuhkan oleh nelayan untuk mengembangkan diri dalam menghadapi persaingan yang makin ketat. Secara Nasional, pengembangan kapal nelayan dari pelat baja juga sangat strategis untuk pengembangan industri baja Indonesia.  (DJU)

 

 

 

Tags: bppt
Previous Post

Acer memperkenalkan Chromebook baru, untuk membantu bisnis Google

Next Post

Tri Ajak Mellenial Berbagi Berkah Ramadhan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Huawei Luncurkan HUAWEI Mate 80 Pro, Bawa Kamera Canggih dan Durabilitas Terdepan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mendukung NVIDIA Nemotron, Dataiku Hadirkan Framework Open Source untuk Explainability Agen AI Enterprise

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPJS Kesehatan Hadirkan Layanan 24 Jam via Chat, Komdigi Dorong Perluasan Layanan Publik Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamatkan Hiu Paus Dengan Main Game Ocean Buddy di Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto