ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Inovasi Desain dan Aplikasi Bisa Tingkatkan TKDN Industri Perkapalan

Ahmad Churi
27 September 2018 | 10:53
rubrik: Event
Inovasi Desain dan Aplikasi Bisa Tingkatkan TKDN Industri Perkapalan

Foto bersama: Kepala Badan Litbang (Balitbang) Perhubungan, Kementerian Perhubungan Sugihardjo (batik biru tengah) foot bersama dengan peserta narasumber, pembahsa dan peserta di pembukaan FGD TKDN industri perkapalan, di Jakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ItWorks- Inovasi aplikasi software, rancang bangun desain pembangunan kapal dan aspek lainnya oleh pelaku usaha dalam negeri, perlu terus didorong untuk bisa meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di industri perkapalan. Apalagi Indonesia juga punya potensi, baik dari material bahan baku, kemampuan SDM, seperti tenaga ahli dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan lainnya yang bisa didorong dan dioptimalkan untuk mendukung TKDN ini. Namun supaya lebih fokus dan terarah, perlu ada standardisasi tersendiri terkadit TKDN di industri perkapalan.

Setidaknya ini salah satu benang merah dari Forum Group Discussion (FGD) bertema “Tingkat Kesiapan Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk Mendukung Pembangunan dan Perekayasaan Sarana Angkutan Maritim” yang digelar oleh Badan Litbang (Balitbang) Perhubungan, Kementerian Perhubungan pada (26/9), di Jakarta. Diskusi ini menghadirkan pembicara dan pembahas dari unsur pemerintah sebagai regulator, pakar perkapalan dan kepelabuhanan, Bappenas, praktisi bidang industri perkapalan, pelaku usaha pelayaran, serta BPPT. Salah satu tujuannya yakni ingin mendapatkan masukan terkait upaya pemberdayaan industri galangan kapal dang angkutan pelayaran di Indonesia dalam perspektif peningkatan komponen TKDN.

“Upaya pemerintah meningatkan TKDN untuk indutri kapal ini perlu dukungans emua pihak terkait. Namun sampai saat ini belum ada standardisasi mengenai TKDN di dalam pembangunan kapal ini. Padahal menurut saya ini sangat penting, sebagai acuan sekaligus untuk mengarahkan pengembangannya ke depan. Sebab dalam pembangunan kapal, itu komponennya sangat banyak sekali yang terkait biaya. Mulai dari pembuatan desain atau rancang bangun oleh konsultan, pembuatan sistem aplikasi perangkat lunak untuk berbagai alat dan mesin di dalam kapal, hingga komponen fisik atau hardware-nya. Makanya TKDN di perkaspalan ini perlu ada kejelasan bahkan juga standarisasi tersendiri. Apakah hanya yang terkait pengunaan komponen atau juga yang terkait pekerjaan yang ada value ekonominya. Sebab desain dan rancanag bangun oleh tenaga dalam negeri misalnya, itu ada lokal valuenya juga. Karena itu, kami sengaja mengadakan forum diskusi ini dengan menghadirkan berbagai kalangan untuk bisa memberikan masukan terkait TKDN perkapalan ini,” ungkap Kepala Badan Litbang (Balitbang) Perhubungan, Kementerian Perhubungan Sugihardjo, saat membuka FGD pada (26/9), di Jakarta.

BACA JUGA:  TOP Digital Awards 2023: Wujudkan Layanan Publik Berkualitas, Pemkab Cirebon Optimalkan SPBE

Menurutnya, saat ini ada yang menyebut bahwa TKDN pembuatan kapal di Indonesia sudah mencapai 35%, bahkan lebih. Namun karena belum ada standardisasi untuk hal itu, klaim tersebut belum sepenuhnya bisa dikatakan valid. Apalagi pembangunan kapal di dalam negeri juga belum ada standarisasinya. “Karena itu, kami berupaya mendorong semua pihak terkait untuk bersama melakukan kajian ini,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Dr. Ir. Paulus Raga, pembicara dari Badan Litbang Perhubungan -Puslitbang Transportasi Laut. Dalam kesempatan itu ia memaparkan hasil riset mengenai kebutuhan komponen dalam negeri (TKDN) untuk mendukung pengembangan transportasi maritim dengan mengambil lokasi riset di galangan kapal di Batam. Disebutkan ada 44 komponen yang sudah bisa dipenuhi oleh produk pendukung lokal dalam industri pembuatan kapal. Meliputi pembangunan tug boat, tongkang, container, dan kapal roro. Ke 44 komponen itu seperti plat kapal, cat kapal, besi siku, mesin bantu, deck crane, pompa-pompa, pipa-pipa, dan lainnya yang sebagian sudah bisa dipenuhi di dalam negeri, namun juga banyak yang masih impor.

Ditegaskan tingkat kandungan dalam negeri dalam pembangunan kapal tidak bisa digeneralisasi terhadap semua kapal, tetapi sangat tergantung pada jenis dan ukuran masing-masing kapal, sumber pendanaan, lokasi galangan, skala perusahaan galangan, dan inovasi yang dilakukan galangan kapal. Ia mencontohkan untuk kapal kecil TKDN bisa dipenuhi hingga 60%, bahkan lebih, namun untuk kapal besar jenis tertentu, TKDN-nya bisa lebih kecil.

Sementara itu Dirut PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Edy Widarto dalam paparannya mengatakan, hingga saat ini industri perkapalan nasional masih kekurangan pasokan komponen dari dalam negeri, sehingga sebagian besar masih bergantung pada komponen impor. Dari ribuan komponen yang dibutuhkan untuk memproduksi sebuah kapal, hanya sebagian kecil yang sudah diproduksi di dalam negeri. Ada banyak faktor yang membuat industri pendukung perkapalan masih belum bisa diandalkan, seperti keterbatasan modal dan kemampuan dalam menghasilkan berbagai rekayasa industri.

BACA JUGA:  Bea Cukai Berikan Edukasi Goes To Campus

Untuk sementara, produsen lokal baru bisa membuat komponen sederhana, seperti jangkar, pintu, papan, dan baling-baling. Untuk kapal ukuran kecil, komponen impor yang dibutuhkan sekitar 35 persen, sedangkan untuk kapal ukuran besar bisa 60 persen lebih. Artinya ketergantungan terhadap produk luar negeri masih tinggi. Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hal ini tentu bisa membuat biaya produksi kapal dalam negeri melambung, sehingga daya saingnya pun juga rendah. “Saat ini komponen lokal industri galangan kapal antara 35-40%. Namun hal itu juga tergantung jenis, tipe dan ukuran kapal,” ujarnya.

Padahal sejalan dengan tekad pemerintah membangun bidang kemaritiman, prospek indusuri perkapalan juga makin menjanjikan. Apalagi dengan adanya program program Tol Laut yang dicanangkan oleh Pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, di mana hal ini juga sangnat membutuhkan banyak armada kapal. “Jika akan membangun kapal, PT IKI juga sudah punya kemampuan membangun kapal mulai dari kapal sederhana sampai dengan kapal canggih, namun penggunaan bahan baku dari luar memang masih tinggi,” ujarnya.

Dr. Umar Aris , Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Kementerian Perhubungan.

Dalam kesempatan itu, Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Kemhub Dr. Umar Aris sebagai pembahas dalam FGD menandaskan, bahwa upaya pemerintah memberdayakan industri galangan kapal dan angkutan pelayaran ini sudah lama digaungkan. Ia mencontohkan adanya Instruksi Presiden (Inpres) No 5/2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional, dimana jika hal ini dilaksanakan secara konsisten dan didukung semua pihak, termasuk lembaga keuangan, maka kekuatan industri maritim Indonesia akan sangat diperhitungkan.

“Semangat memberdayakan industri maritim, baik industri kapal dan angkutan pelayanan, sebenarnya sudah lama muncul. Nah upaya mendorng TKDN di perkapalan ini sebenarnya hanya salah satu bagian saja, tapi gate besarnya, itu sudah ada. Hanya saja ini perlu komitmen dan dukngan semua pihak yang terkait. Cuma praktiknya yang sampai saat ini masih lemah, masih ada ego sektoral. Ini yang harus dibenahi bersama. Perbankan misalnya, sampai saat ini masih banyak yang enggan. Padahal dukungan ini penting,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kemensos Kembangkan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation, untuk Kelola Data Kemiskinan yang Akurat dan Aktual

Hal senada diungkapkan Adi Pradana dari Bappenas yang juga sebagai pembahas dalam FGD itu. Ia menyatakan, saat ini sudah dikembangkan sedikitnya lima kawasan ekonomi khusus (KEK) termasuk wilatah Timur, seperti di Morowali dan Konawe yang cukup luas. Di kedua KEK itu tersedia industri berbasis timah, di mana jika dikembangkan dengan baik, dari sana bisa memasok kebutuhan komponen pendukung industri perkapalan di dalam negeri.

“Untuk meningkatkan TKDN di perkapalan, perlu kerja keras dan butuh kepedulian dari semua pihak. Industri perkapalan yang baik, juga harus didukung industri komponen perkapalan yang baik pula. Dengan industri komponen yang kuat, tentu akan memberikan nilai tambah makin besar bagi ekonomi di negeri ini,” ujarnya. (Red-AC)

Tags: TKDN Pekapalan
Previous Post

Google Ancam Karyawannya untuk Tidak Ikut-ikutan Politik

Next Post

Alexa Guard, Sistem Pintar Satpam Keamanan Rumah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Desty, Startup Teknologi Berkomitmen Berdayakan UMKM di Tanah Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antares, Platform IoT Telkom Diakui Dunia Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samsung Perkenalkan Exynos 2200 dengan Xclipse GPU Berbasis AMD RDNA 2

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Selamatkan Hiu Paus Dengan Main Game Ocean Buddy di Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto