Memasuki usia 58 tahun, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (Bank BJB) akan fokus mengembangkan teknologi informasi (TI) untuk meningkatkan layanan bagi nasabah. BJB menargetkan, transaksi digital banking tahun ini akan semakin masif.
Demikian diungkapkan Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, M. As’adi Budiman, pada Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun di Kantor Pusat, Jalan Naripan, Bandung.
Pengembangan TI tersebut, menurut dia, juga dijadikan sarana untuk mengejar dan merealisasikan target bisnis.
“Ini tahun dimana Bank BJB untuk berinovasi dalam memberikan layanan bagi masyarakat, salah satunya melalui pengembangan TI,” ujarnya.
Fokus utama lainnya sepanjang tahun ini, menurut dia, adalah mengejar realisasi komitmen Bank BJB sebagai agen pembangunan. Ia mengatakan, Bank BJB akan terus mendukung program-program pemerintah, khususnya Pemerintah Jawa Barat sebagai pemegang saham pengendali.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat berpesan kepada agar mengutamakan prinsip tiga pro, yaitu profitability, pro development, dan pro poor. Bank BJB bertekad untuk lebih meningkatkan capaian ketiga prinsip tersebut,” ujar Adi.
Di sisi profitability, menurut dia, sudah dibuktikan Bank BJB dengan pencapaian akhir 2018. Pada periode tersebut Bank BJB mencatat kinerja positif, dengan raihan laba bersih sebesar Rp1,55 triliun, tumbuh 28,1 persen year on year (yoy).
“Realisasi laba Bank BJB per akhir 2018 berada di atas pertumbuhan laba bersih industri perbankan yang pada periode tersebut sebesar 10,36 persen yoy,” ujarnya.
Sementara dari sisi pro development, dikatakan Adi, tergambar dari dukungan Bank BJB terhadap pembangunan ekonomi di daerah maupun nasional melalui, pembiayaan di sektor infrastruktur. Hal itu sejalan dengan target pemerintah untuk memprioritaskan dua sektor tersebut.
“Bank BJB juga memprioritaskan proyek-proyek berskala nasional, seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan baru, penyediaan air minum dan pembangunan bendungan serta jaringan irigasi di wilayah Jabar dan Banten,” tutur Adi.
Untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur tersebut, menurut dia, Bank BJB berkolaborasi dengan BUMD-BUMD lain di wilayah Jabar dan Banten. Dengan demikian, program-program pemerintah dapat segera direalisasikan.
Kemudian, sesuai dengan salah satu misi Bank BJB yaitu salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), dikatakan Adi, bank yang berkantor pusat di Bandung itu telah melakukan inovasi dalam hal optimalisasi penerimaan pajak dan kemudahan dalam membayar pajak. Inovasi tersebut diantaranya dituangkan dalam Layanan Pembayaran PBB-P2, E-Channel Samsat (E-Samsat), Tabungan Samsat (T-Samsat), dan Samsat J’Bret.
“Sedangkan pro poor diwujudkan dengan mendorong pembiayaan UMKM,” kata Adi.
Pada Triwulan I 2019, Bank BJB berhasil menyalurkan kredit mikro sebesar Rp 5,5 triliun atau tumbuh 11,1 persen. Peningkatan pertumbuhan kredit di sektor UMKM, menurut dia, dilakukan melalui beberapa strategi, diantaranya program One Village One Company (OVOC) dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Selain itu, bank bjb juga terus meningkatkan akses perbankan di masyarakat pedesaan melalui layanan laku pandai. Bank BJB juga menggelar program kemitraan dengan BPR dan Lembaga Keuangan Mikro untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR),” tuturnya.
Sambut Era Teknologi, Bank BJB Kembangkan Mobile Banking
Guna menyesuaikan diri dengan era teknologi digital di industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (Bank bjb) tengah berupaya mengoptimalkan digital marketing. Salah satunya melalui pengembangan produk mobile banking yang lebih user friendly, self service banking machine, dan berbagi produk lainnya.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Bank BJB, Nia Kania, menuturkan bahwa pihaknya tidak akan berpuas diri dan akan terus berinovasi guna melebarkan sayap, meskipun aset yang dimiliki sudah menyentuh ratusan triliun.
“Bank bjb senantiasa berkomitmen untuk turut serta memajukan bangsa dengan terus hadir di tengah masyarakat melalui strategi yang berfokus untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” katanya dalam peringatan HUT ke-58 di Kantor Pusat bjb, Kota Bandung.
“Bjb harus mampu menjadi daya ungkit dan daya dorong bagi peningkatan kesejahteraan rakyat Jawa Barat,” ucapnya.
Bank bjb mampu melahirkan inovasi yang langsung menyentuh kondisi perekonomian masyarakat. Dengan begitu, Sumber Daya Manusia dan kemitraan bisa menjadi kunci utama eksistensi Bank bjb di dunia perbankan nasional maupun global.
“Saya berharap di masa yang akan datang bjb harus bisa mengeluarkan dan membuat inovasi-inovasi yang lebih hebat lagi,” katanya.














