Semakin berkembangnya dunia digital serta penggunaan media sosial oleh masyarakat, diperlukan pendidikan berkomunikasi di internet khususnya bagi generasi muda, untuk menghindari pelanggaran hukum melalui dunia maya.
“Kita antisipasi ke depannya akan makin banyak pengguna social media dan internet, di mana paling banyak penggunanya anak muda. Oleh karena itu, perlu adanya pendidikan berkomunikasi di dunia maya,” ujar pelaku dan pemerhati media sosial, Enda Nasution, di Jakarta, Senin (11/11).
Menurut Enda, kasus-kasus seperti penculikan karena berkenalan di jejaring media sosial seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, dapat dicegah dengan adanya pelajaran formal sejak dini, mengenai keamanan dan cara berkomunikasi yang baik di dunia maya.
Di kota-kota besar di Indonesia, sejak tingkat sekolah dasar (SD) memang sudah mulai diperkenalkan pendidikan IT. Namun, Enda menilai pendidikan ini tidak cukup untuk anak-anak.
“Sekarang yang dibutuhkan bukan hanya IT, namun juga bagaimana berkomunikasi di dunia digital, (antara lain soal) pengetahuan mengenai privasi. Jangan membagikan foto pribadi dan alamat pribadi di dunia maya, apalagi (oleh) pengguna anak di bawah umur,” tambahnya.
Enda berujar, saat ini dunia maya sangat berpengaruh di kehidupan sehari-hari. Sehingga menurutya, perlu menjadi pelajaran wajib sejak anak-anak, bagaimana mengenal cara-cara menjaga diri di dunia maya.
“Pendidikan ini bukan hanya untuk menghindari bahaya, tetapi juga untuk bagaimana berkomunikasi yang baik di dunia maya. Misalnya (soal) mengirim SMS yang baik ke guru,” tutupnya. (marcapada@yahoo.com)














