Jakarta, ItWorks- Badan Standardiasi Nasional (BSN) terus mendukung upaya pengembangan smart city di Indonesia. Salah satunya dengan menetapkankan SNI ISO 37120:2018 tentang kota dan masyarakat berkelanjutan, sebagai indikator layanan kota lebih efektif, efisien untuk kualitas hidup yang lebih baik dan berkelanjutan (sustainable).
Ajang Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) kembali digelar untuk ketiga kalinya, pada 17 sampai 19 Juli 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Kegiatan ini menjadi ajang pameran dan forum yang menampilkan konsep dari berbagai pelaku usaha, institusi dan lembaga pemerintah untuk menghadirkan solusi inovasi sistem perkotaan yang mengintegrasikan teknologi digital dan unsur lain, guna membangun sebuah kota yang dapat berkinerja dengan baik dalam pelayanan penduduk, ekonomi, pemerintahan, mobilitas dan lingkungan hidup.
Selain pameran juga diisi dengan diskusi dan seminar yang menghadirkan pakar, pelaku usaha, dan juga unsur regulator dari lembaga kepemerintahan. Dalam kesempatan itu, Ketua BSN Bambang Prasetya ikut menjadi salah satu narasumber dalam diskusi “Forum Kebijakan” yang mengusung tema “Mensinergikan Perencanaan Induk dan Pengembangan Kota Cerdas yang Terpadu” yang berlangsung dalam acara Indonesia International Smart City Expo (IISMEX) 2019 di JCC Senayan, Jakarta pada Rabu (17/7).
Dalam forum tersebut, Kepala BSN Bambang Prasetya memaparkan tentang dukungan BSN dalam implementasi Smart City dengan mengeluarkan SNI ISO 37120:2018 yang merupakan dasar dari pelaksanaan smart city. SNI ini berisi indikator, cara mengukur, dan kriteria apa saja yang ada di dalam smart city. Sehingga bisa diketahui sejauhmana keberhasilan dalam penerapan smart city di suatu daerah.
“Standardisasi itu intinya ada 2, yaitu mutu dan efisiensi. Mutu adalah kualitas pelayanan atau produk. Efisiensi adalah cost, pada pasar harga murah dan pelayanan yang efisien. “Standar itu sangat menghormati regulasi. Pada UU 23 Tahun 2014 yang diikuti setiap daerah, memuat jelas wajib pelayanan dasar apa, dan bagaimana itu dipotret menjadi kacamata smart city,” ujar Bambang pada 17/7), di hadapan peserta yang sebagian besar dari unsur pemerintah daerah (Pemda), seperti bupati, walikota, dan jajaran dinas kominfo dari seluruh Indonesia.
Dalam Forum Menteri pada IISMEX 2019, turut hadir sebagai pembicara, Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara; Plt.Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal M Piliang; Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti; dan Pemprov Jawa Timur, Wahid Wahyudi.
Ditambahkan, pengembangan SNI Smart City ini menjadi salah satu program unggulan BSN. Komite Teknis 13-11 sudah mengacu pada Technical Committee (TC) 268 di The International Organization for Standardization (ISO). BSN juga turut berpartisipasi dalam pameran Indonesia International Smart City Expo (IISMEX) 2019 di JCC Senayan, Jakarta pada 17-19 Juli 2019. Dalam pameran tersebut, BSN memperkenalkan SNI terbaru yang terkait dengan Smart city, yaitu SNI ISO 37120:2018 dan memberikan layanan konsultasi SNI kepada pengunjung ingin mengetahui lebih jauh tentang SNI.
Hal ini katanya, sejalan dengan program Indonesia untuk mengembangkan Gerakan Menuju 100 Smart City yang merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan. Gerakan ini bertujuan membimbing Kabupaten/Kota dalam menyusun Masterplan Smart City agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah.
Pameran yang dibuka oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla ini diikuti oleh berbagai sektor, antara lain dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah daerah, hingga berbagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi. (AC)














