ItWorks.id- Teknologi Agentic AI ERP diproyeksikan menjadi generasi baru sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang akan mendorong percepatan transformasi digital di berbagai organisasi dan perusahaan. Berbasis kecerdasan buatan (AI), teknologi ini diklaim mampu menghadirkan sistem yang lebih cerdas, fleksibel, dan efisien, sekaligus membantu perusahaan memangkas biaya operasional TI.
CEO Rimini Street, Seth Ravin, mengatakan Agentic AI ERP menjadi evolusi dari sistem ERP tradisional yang selama ini dinilai semakin sulit mengikuti kebutuhan bisnis yang bergerak cepat. Menurutnya, adopsi teknologi tersebut memungkinkan perusahaan menyederhanakan proses bisnis, meningkatkan produktivitas, serta mengurangi biaya pengelolaan sistem TI.
“Perusahaan atau organisasi di mana pun, termasuk di Indonesia, dituntut bisa lebih cepat dan lebih cerdas dalam merespons perubahan. Agentic AI ERP mampu menghadirkan kelincahan, kecerdasan, dan hasil yang terukur dengan investasi minimal serta risiko yang lebih rendah,” ujar Seth Ravin dalam temu media di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, Agentic AI ERP dirancang sebagai platform ERP berbasis kecerdasan buatan otonom yang tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga mampu merencanakan, mengambil keputusan, hingga mengeksekusi tugas-tugas kompleks secara mandiri. Dengan kemampuan tersebut, AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu, melainkan berkembang menjadi mitra kerja digital yang adaptif sekaligus memiliki kemampuan prediktif.
Menurut Seth, arsitektur Agentic AI ERP juga memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi divisi TI. Perusahaan dapat beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan bisnis maupun dinamika pasar tanpa harus melakukan pembaruan sistem secara besar-besaran yang selama ini identik dengan biaya tinggi dan waktu implementasi yang panjang.
Ia menilai banyak perusahaan saat ini masih bergantung pada ERP konvensional yang sudah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan bisnis modern. Sistem lama tersebut dinilai terlalu kompleks, kurang fleksibel, serta membutuhkan biaya pemeliharaan yang tinggi.”ERP generasi lama telah mencapai batas kemampuannya. Ke depan, Agentic AI ERP akan menjadi peta jalan menuju generasi berikutnya dari sistem perusahaan yang lebih sederhana, adaptif, dan efisien,” katanya.
Seth menambahkan, implementasi AI dalam ERP juga sejalan dengan kebutuhan percepatan transformasi digital di era Industri 4.0. Menurutnya, kemampuan mengotomatisasi berbagai proses bisnis yang sebelumnya dilakukan secara manual akan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.
Selain membahas transformasi digital, Seth juga menyoroti dampak implementasi AI terhadap dunia ketenagakerjaan. Ia mengakui sebagian pekerjaan administratif akan semakin banyak diotomatisasi, namun di sisi lain teknologi AI juga akan menciptakan jenis pekerjaan baru yang membutuhkan kompetensi berbeda.
Karena itu, ia menekankan pentingnya program upskilling dan reskilling agar tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat.”Transformasi teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga efisiensi yang dihasilkan AI tetap memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Rimini Street memperkenalkan Rimini Smart Path, sebuah metodologi yang diklaim mampu membantu perusahaan menghemat anggaran pemeliharaan perangkat lunak hingga 90 persen. Dana yang sebelumnya digunakan untuk pemeliharaan sistem ERP lama dapat dialihkan untuk investasi pada inovasi AI tanpa harus melakukan proyek migrasi ERP berskala besar yang membutuhkan biaya tinggi.
Saat ini Rimini Street melayani berbagai sektor industri, mulai dari keuangan, manufaktur, ritel hingga transportasi. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk mendukung organisasi di Indonesia mempercepat transformasi digital melalui solusi AI yang berfokus pada peningkatan nilai investasi teknologi informasi sekaligus menekan biaya operasional.















