Melalui Business Innovation Center (BIC), Kementerian Ristek berhasil melakukan intermediasi peningkatan produksi sapi dengan mengadopsi teknologi IB Saxing dan Embrio Transfer yang dihasilkan oleh LIPI. Kementerian Ristek juga menyambut baik kerja sama antara LIPI dan PT Karya Anugerah Rumpin dalam meningkatkan produksi sapi dan perbaikan genetik sapi lokal melalui implementasi teknologi IB Sexing dan Embrio Transfer.
Kesepakatan kerjasama operasional (KSO) antara Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI dan PT KAR dikembangkan dengan konsep sinergi Academician, Business and Government (A-B-G) untuk membangun suatu sistem pengembangan sektor peternakan yang memiliki daya saing dan berkelanjutan. Sinergi ketiga aktor tersebut dalam mendukung tumbuhnya inovasi dikenal sebagai Sistem Inovasi, Sistem Inovasi Nasional (SINas) pada level nasional, dan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) pada level daerah.
Daging merupakan komoditas pangan yang menjadi fokus pemerintah untuk swasembada. Di Indonesia terdapat jutaan peternak yang menjadikan peternakan sebagai mata pencahariannya. “Keberhasilan PT KAR ini nanti akan kita jadikan contoh, sehingga diharapkan bisa ditiru oleh perusahaan-perusahaan lainnya,” ungkap Menristek Gusti Muhammad Hatta pada acara jumpa pers intermediasi teknologi dalam mendukung ketahanan pangan di Jakarta.
Dari data impor sapi menunjukkan, impor daging dan sapi bakalan tahun 2011 adalah sebesar 321,4 juta dolar AS dan 328,3 juta dolar AS, dan tahun 2012 nilai impor daging dan sapi bakalan sebesar 156,1 juta dolar AS dan 285,9 juta dolar AS. Ada penurunan atau penghematan pengeluaran anggaran untuk memenuhi kebutuhan nasional sebesar 32 persen. (*/)














