Jakarta,ItWorks- Tak mau ketinggalan, sebagai salah satu upaya transformasi dan inovasi bisnis, PT Pos Indonesia menghadirkan inovasi baru layanan POSGIRO Mobile untuk memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam hal layanan financial yang dapat diakses kapan saja dan dimana pun. Dengan layanan ini, masyarakat atau pelanggan kantorpos tidak perlu lagi datang langsung, antri di loket PT Pos, namun cukup menggunakan handphone untuk melakukan berbagai transaksi, bayar-bayar, kirim uang hingga mengelola dananya di rekening Giropos.
Di era disrupsi teknologi yang kian dirasakan dalam dunia bisnis, PT Pos Indonesia Persero) juga terus berjuang keras menahan gempuran kompetitor agar bisa terus eksis dan berdaya saing dengan melakukan inovasi bisnis melalui transformasi digital business. Bukan sekadar di core business sebagai logistic dan delivery company, kali ini PT Pos merambah bisnis layanan keuangan dengan menghadirkan layanan jasa keuangan, POSGIRO Mobile.
“POSGIRO Mobile’ merupakan platform digital berbasis rekening Giropos yang diberikan kepada pemilik rekening Giropos, sehingga dengan layanan ini mereka bisa mengakses layanan Giropos dan layanan keuangan pos lainnya secara ‘mobile’ dari prangkat handphone. Platform ini bisa digunakan untuk pengiriman uang melalui layanan Weselpos Instan, pengelolaan keuangan melalui layanan Giropos, menyimpan dana di rekening Giropos, serta transsaksi lainnya dengan basis Rekening Giropos. Layanan ini juga dalam rangka untuk semakin mendorong inklusi keuangan di kalangan masyarakat, apalagi kami memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia,” papar Manager Marketing PT Pos Indonesia, Arwansyah saat presentasi dan wawancara penjurian Ajang “Top Digital Award 2019” yang diselenggarkan Majalah ItWorks bekerjasama dengan lembaga riset independent dan sejumlah Asosiasi TI & Telco, belum lama ini, di Gedung WTC I Jl, Jenderal Sudirman Jakarta.
Penjurian yang berlangsung 75 menit, berlangsung interaktif yang dalam kesempatan itu ia dibantu oleh Ratih Angcera selaku Asisten Manager Business Suport PT Pos Indonesia (Persero). Dalam kesempatan itu, ia memaparkan banyak hal tentang strategi yang dilakukan PT Pos Indonesia dalam upaya untuk terus bertahan dari gilasan era disrupsi teknologi yang berdampak pada usaha perseroan. Termasuk tren bisnis pengiriman yang memanfaatkan aplikasi yang diakui turut memakan pasar PT Pos. Strategi baru merambah bisnis layanan kuangan digital seperti Pos Giro Mible ini diharapkan bisa mendongkrak dan lebih menggairahkan bisnis PT Pos Indonesia ke depan.
Layanan ini merupakan inovasi dari layanan keuangan legacy selain Weselpos yang dimiliki oleh PT Pos Indonesia (Persero). Layanan Giro Pos ini kemudian didigitalisasi, direvitalisasi dengan menghadirkan teknologi yang setara dengan layanan perbankan. “Kami membeli Core Banking System (CBS) untuk backbone layanan ini, di mana dengan teknologi ini kami juga akan mengintegrasikan layanan keuangan dan layanan pos lainnya di PT Pos dalam satu platform,” ungkap Arwansyah.
Produk layanan ‘POSGIRO Mobile’ ditujukan untuk memudahkan bertransaksi. Pelanggan Kantorpos diberikan kemudahan dan fasilitas layanan keuangan secara ‘mobile’ yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Di antaranya seperti layanan bill payment untuk pembayaran berbagai tagihan. Mulai dari tagihan pembayaran rekening, listrik, PDAM, cicilan motor, pembelian pulsa, token atau voucher, dan lainnya.
Bisa juga untuk pengiriman uang melalui layanan Weselpos Instan. Pengelolaan Keuangan melalui Layanan Giropos: menyimpan dana di rekening Giropos. Bahkan juga akan dikembangkan luas untuk fasilitas Scan QR Code untuk pembayaran/pembelian via merchant/Micro Payment dengan basis Rekening Giropos.
Dengan adanya Layanan ‘POSGIRO Mobile’ diharapkan dapat melengkapi jaringan dan titik layanan (Point of Sales) PT Pos Indonesia (Persero) yang sudah tersedia sebelumnya sekitar 58.700 titik dalam bentuk Kantorpos, Agenpos, Mobile Postal Service, dan lain-lain di seluruh Indonesia. “Kami berharap ‘POSGIRO MOBILE’ dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dengan memudahkan mereka dalam mengakses layanan keuangan (khususnya yang disediakan oleh PT Pos). Dengan ‘POSGIRO Mobile’ Pelanggan Kantorpos tidak perlu datang langsung, antri di Loket. Cukup menggunakan handphone- nya untuk melakukan apa saja, bayar-bayar, kirim uang hingga mengelola dana,” ujarnya.
Kemudhan ini juga untuk mendukung kemudahan akses finansial bagi masyarakat hingga daerah pelosok. Pos Indonesia memiliki sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau hampir di semua kecamatan dan kelurahan/desa, hingga ke lokasi terpencil di Indonesia.
Dengan kekuatan jaringan yang luas ini, PT Pos juga membuka layanan TopUp e-money melalui kerjasama dengan bank, di antaranya debngan Bank Mandiri. Sehingga masyarakat bisa isi saldo e-money cukup dating ke Kantor Pos. Pilihan denominasi top up mulai dari minimal 20.000, 50.000 dan selanjutnya kelipatan 50.000 sampai dengan maksimal Rp 2.000.000. Pemegang kartu datang ke loket Pos, menyerahkan uang tunai dan kartu mandiri e-money kepada petugas Pos. Selanjutnya petugas Pos akan melakukan top up dan update saldo kartu di sistem aplikasi Pos. Pemegang kartu juga menerima bukti struk top up dan kartu yang sudah terupdate saldonya dari petugas Pos.
Dari sisi pengembangan solusi teknologi digital untuk mendukung core business PT Pos, juga terus dilakukan. Misalnya melakukan pelacakan kiriman dengan mengembangkan layana aplikasi tracing system (Lacak Kiriman), di mana pelanggan PT Pos Indonesia melakukan tracking resi melalui website resmi yang beralamat di http://www.posindonesia.co.id. Caranya mudah, cukup masukkan nomor resi, isi captcha dan klik button ‘cari kiriman’. Memiliki sejarah yang panjang sejak tahun 1746 Pos Indonesia terus berkomitmen menjadi Platform Logistik National yang bisa diandalkan karena memiliki jaringan yang luas dan lengkap tersebar ke seluruh Indonesia. (AC)














