Industri 4.0 menjadi fenomena yang mutlak dan tidak bisa dihindari. Perusahaan harus mempunyai strategi yang mampu melakukan transformasi dan inovasi untuk menyesuaikan dengan perubahan zaman. Pun demikian bagi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Salah satu langkahnya adalah memperkuat sistem teknologi informasi komunikasi (ICT) perusahaan.
“Mulai tahun kemarin kami resmi mengadakan soft lounching menuju (perusahaan) going digital dengan menyelenggarakan digital expo. Kegiatan ini sebagai langkah untuk merespon industri 4.0 ini dengan baik,” ujar Ali Mundakir, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy dalam sesi Presentasi dan Wawancara dengan Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, 29 Oktober 2019.
Sebagai perusahaan yang berkomitmen dalam transformasi digital, PGE telah mengembangkan sistem berbasis web dan mobil untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas perusahaan, baik kegiatan pemeliharaan, perbaikan, pelaporan dan lain sejenisnya.
“Kita sudah punya road map-nya, pada saatnya nanti kita deklarasikan sebagai digital office,” jelas Ali Mudakir.
Aplikasi SAMS
Untuk menunjang kinerja perusahaan, PGE menciptakan aplikasi bernama SAMS (Seamless Asset Management System). Aplikasi tersebut berbasis web apps dan mobile apps yang digunakan untuk kegiatan pemeliharaan peralatan dan asset perusahaan (plant maintenance).
“Kalau selama ini di operasional itu, request perbaikan alat banyak paper work, harus menulis dulu, kemudian di-submit ke bagian maintenance, terus harus menunggu dulu. Tapi dengan menggunakan aplikasi ini, maka semua bisa dilakukan lewat handphone,” tambahnya.
Aplikasi SAMS dapat memudahkan petugas (operator) dalam melakukan pelaporan. Sekaligus dapat mendeteksi (tracking) petugas apabila melakukan kesalahan, misalnya merekayasa laporan pekerjaan yang sebenarnya tidak dilakukan.
Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk absensi.
PT Pertamina Geothermal Energy merupakan anak perusahaan Pertamina yang berdiri tahun 2006. Perusahaan bergerak di bidang pengelolaan dan pengembangan sumber daya panas bumi meliputi kegiatan eksplorasi, eksploitasi, produksi uap dan pembangkitan listrik dan jasa konsultasi, konstruksi, operasi dan pemeliharaan serta pengembangan teknologi di bidang panas bumi.
Penulis: Abdullah Suntani














