ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Penyebab Hape Lokal Kalah Dihantam Hape China

adam
5 December 2019 | 12:00
rubrik: Product
Realme Resmi Luncurkan Ponsel Murah C2 di Indonesia, Harganya?
Share on FacebookShare on Twitter

Nasib vendor ponsel lokal dipertanyakan di tengah gempuran bertubi-tubi dari produsen ponsel China. Vendor ponsel lokal seperti Advan, Mito, Polytron, hingga Evercoss pun kini tak terdengar lagi gaungnya pada lima besar penguasa ponsel Indonesia.

Padahal hingga 2018, beberapa nama vendor lokal seperti Advan dan Evercoss masih masuk daftar lima besar ponsel Indonesia.

Melihat gencarnya produsen ponsel China merayu pengguna ponsel tanah air, analis pasar IDC Indonesia Risky Febrian menilai sangat sulit bagi vendor lokal untuk berkompetisi.

Berikut empat alasan mengapa hal itu bisa terjadi.

1. Produsen China ambil pasar

Pasalnya vendor-vendor yang saat ini ada di posisi lima besar dari luar negeri sudah mulai bermain di segmen ultra low end dan low end. Padahal kedua segmen itu adalah sumber pendapatan vendor lokal untuk bisa terus menjalankan bisnis.

Awalnya menurut Rizky vendor lokal bisa bertahan hidup dari pasar low end dan ultra low end. Ini adalah pasar ponsel murah dengan rentang harga di bawah Rp1,4 juta (ultra low end) dan ultra low end (Rp1,41-2,9 juta).

“Mereka masih bisa suvive (bertahan) di pasar Rp1-2 juta. Tapi makin ke sini makin banyak vendor global yang agresif di rentang harga ponsel Rp1 juta sampai Rp2 juta,” kata Risky di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

2. Spesifikasi kalah

Advan jadi salah satu vendor lokal yang sempat duduk di posisi lima besar di Indonesia (Eric Ireng). Hal lain yang membuat vendor lokal keok dari segi spesifikasi yang ditawarkan. Vendor-vendor papan atas, menurut Rizky punya tawaran lini produk yang lebih beragam dengan tawaran spesifikasi yang lebih menarik.

“Ini membuat lokal vendor sangat sulit berkompetisi. Karena dari segi spesifikasi pun kalah jauh dibandingkan dengan penawaran yang ditawarkan top vendor ini,” tuturnya.

BACA JUGA:  Eufy Hadirkan Penyedot Debu RoboVac X8 Hybrid

3. Pergeseran pasar

Lebih lanjut menurut Rizky, penyebab lain akibat pergeseran pasar. Dua hingga tiga tahun ke belakang, menurut Rizky pasar ultra low end dengan harga di bawah Rp1 juta masih ada.

Tapi sekarang pada kuartal tiga 2019, pangsa pasar ponsel ultra low end menyusut jadi 19 persen. Padahal pada 2-3 tahun ke belakang, pangsa pasar ponsel kategori ini menguasai 30-40 persen pasar. Saat ini pasar ponsel low end dan menengah lah yang menguasai pasar. Gabungan kedua ponsel yang dipasarkan di kedua kategori ini menurut Rizky mencapai 70 persen.

“Shifting (pergeseran) dari ultra low end ke midrange makin kencang di tahun ini 2019,” ujarnya.

Di sisi lain, segmen high end (di atas US$400) di Indonesia hanya lima persen. Tingkat pertumbuhannya pun stagnan dan tidak terlalu besar. Larisnya ponsel di kedua segmen ini menurut Rizky sesuai dengan karakter pasar negara berkembang. Sehingga, daya beli masyarakat memang ada di segmen menengah.

4. Selera konsumen berubah

Hal lain yang membuat pasar ponsel lokal makin ciut adalah pergeseran selera pasar.

“Balik ke tren konsumen, kebutuhan spesifikasi lebih tinggi karena konsumsi media dan mobile gaming makin tinggi,” tuturnya.

Selain itu, para vendor juga menawarkan tawaran ponsel dengan nilai tambah yang lebih menarik pada ponsel menengah. Sehingga membuat pasar ini makin moncer di pasaran.

Strategi bertahan

Oleh karena itu, demi bertahan dari gempuran ponsel China ini, menurut Rizky para vendor lokal lantas mencoba mengalihkan bisnis mereka.

“Bukan hanya fokus ke ponsel pintar tapi banyak vendor lokal menawarkan smart home, atau smart tv, wearable devices, smart watch. “Nah ini strategi mereka juga. untuk survive (bertahan). Mereka tak hanya lagu bergantung pada produk smartphone,” ujarnya.

BACA JUGA:  Zenly V5 dengan Desain Ulang Hadirkan Fitur Unik Bagi Pengguna

Produsen ponsel asal China mendominasi lima besar vendor dengan angka pengapalan terbesar di Indonesia berdasarkan laporan International Data Corporation (IDC) pada kuartal ketiga 2019 (Q3).

Pada kuartal ketiga ini, produsen ponsel asal China seperti Oppo (26,2 persen), Vivo (22,8 persen), Realme (12,6 persen), dan Xiaomi (12,5 persen) mencatat angka pengiriman ponsel yang fantastis. Vendor asal Korea Selatan, Samsung bertengger di peringkat ketiga dengan angka 19,4 persen.

Tags: hape chinahape lokal
Previous Post

BPPT Ungkap Potensi Manfaat Kecerdasan Buatan di Indonesia

Next Post

Sasar Millennial, Bank Mandiri Suntik Dana ke Startup Halofina

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Couchbase Luncurkan AI Data Plane: Infrastruktur Data Terpadu untuk Agen AI Enterprise

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berapa Kepemilikan Saham Nadiem Makarim di Gojek?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tingkatkan Kepuasan Pelanggan, Honda Perbarui Aplikasi Honda e-Care

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Zebra dan Salesforce Perkenalkan Solusi POS Ritel Berbasis Cloud di Android

Dari Logistik hingga Limbah Tekstil: Mengubah Wajah Industri Ritel melalui RFID dan Digital Product Passport

Fauzi
30 June 2026 | 16:58

Oleh: Eric Ananda, Country Manager Indonesia, Zebra Technologies Industri pakaian dan tekstil merupakan motor penggerak utama bagi perekonomian Indonesia. Sepanjang...

Mengurangi ‘Biaya Koordinasi’ untuk Implementasi Private AI yang Lebih Efektif

Fauzi
29 June 2026 | 16:31

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera Private AI sering dipahami sebagai pendekatan yang menjaga data dan model tetap berada...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto