Fortinet, perusahaan global penyedia solusi keamanan cyber, mengumumkan ketersediaan dari sistem operasi FortiOS versi 6.4. Rilis ini hadir dengan 350 fitur baru, dengan fokus yang kuat pada otomatisasi dan membangun integrasi.
Saat ini ini, teknologi AI sudah banyak ditemui pada sistem operasi. Dengannya Fortinet ingin menawarkan pencegahan dan deteksi otomatis ancaman cyber, serta respons insiden dengan memperbarui beberapa komponen FortiOS.
Tidak hanya ditanamkan ke layanan analitas FortiAnalyzer, teknologi AI juga disuntikkan ke solusi FortiSOAR yang baru. Layanan ini secara otomatis mengumpulkan informasi kontekstual dan data tambahan untuk meningkatkan respons insiden.
Selain itu, FortiSOAR juga menyediakan manajemen untuk koordinasi dan kerjasama antara tim keamanan dan respons insiden yang dipandu. Perusahan dapat beralih ke Fortinet untuk pemantauan jarak jauh dari respons insiden, yang berguna ketika tim keamanan kekurangan staf.
Fortinet juga memperluas sejumlah integrasi dengan rilis terbaru, seperti bisa lebih melindungi Office 365, berkat integrasi dengan FortiMail dan FortiCASB. Solusi Network Access Control dari FortiNAC juga akan diperbarui, guna memberikan wawasan yang lebih baik ke perangkat Linux.
Solusi Baru Fortinet
Fortinet telah mengumumkan sejumlah solusi dan layanan baru dalam beberapa hari terakhir. Fortinet awalnya merencanakan sebuah acara untuk pengguna utama, tetapi kemudian perusahaan memutuskan untuk membatalkan acara tersebut karena khawatir terhadap wabah virus corona. Kendati begitu, pengumuman yang direncanakan justru dimajukan, termasuk pengumuman FortiGate 40F. Ini adalah perangkat SD-WAN yang ditujukan untuk pengguna dari kalangan usaha kecil hingga menengah (UKM). (Fauzi)














