Untuk kali kedua, Indonesia kembali menjadi tuan rumah pertemuan World Meteorological Organization (WMO) Regional Association (RA) V guna membahas cuaca, iklim, bencana terkait iklim dan upaya mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim.
Pertemuan anggota WMO RA Dilatarbelakangi meningkatnya bencana iklim secara global. sidang RA V ini menjadi titik balik yang sangat krusial untuk menjawab tantangan dan kebutuhan negara-negara anggota saat ini dan masa mendatang. Selain itu, pertemuan empat tahunan ini bisa menentukan prioritas-prioritas antarnegara dari beragam prioritas spesifik dan prioritas yang berlaku umum seperti penanggulangan bencana dan perubahan iklim.
Apalagi, secara global semua negara sedang menghadapi tantangan perubahan dan degradasi lingkungan. Namun tak ada satu pun negara yang mampu menghadapinya sendiri. Diperlukan kerjasama dengan negara lain untuk bisa ditemukan cara tepat mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Menurut Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya, dalam pertemuan dibicarakan perencanaan strategis dalam empat tahun ke depan (2014-2018). “Kami mencari jalan keluar dari masalah-masalah yang hasilnya nanti dibawa dalam pertemuan meteorologi dunia,” katanya di sela acara pertemuan WMO RA V di Kantor BMKG, Jakarta, Jumat (2/5). Pastinya, Indonesia terus fokus pada tujuan yang terukur dalam merangsang aktivitas kerjasama dan dapat menghasilkan keputusan yang strategis dan kongkrit.
RA V terdiri dari 23 negara di Asia Tenggara seperti Brunei, Indonesia, Singapura, Filipina, dan Malaysia. Sementara untuk wilayah Pasifik Selatan terdiri dari Australia, New Zealand, Papua Nugini, Timor Leste, dan negara-negara kepulauan Pasifik. Sekretaris Jenderal WMO Michel Jarraud mengungkapkan kerja sama antar negara terkait bidang meteorologi sangat penting. Sebab tidak ada negara yang bisa melakukannya sendiri.
Pertemuan WMO ini diadakan 4 tahunan dan sebelumnya didahului dengan Regional Conference yang ke-6 selama 2 hari dimulai pada Rabu (30 April 2014 – Kamis, 01/5/2014) di Jakarta dengan agenda utama menitik beratkan pada pembahasan masalah-masalah yang bersifat teknis seperti diskusi tentang program prioritas WMO yang meliputi : pelayanan meteorologi penerbangan, hidrologi, WIGOS/WIS pelayanan klimatologi, GFCS dan Pengurangan Dampak Bencana (Disaster Risk Reduction/DRR). Disamping itu juga di bahsa SOP Rencana Strategis WMO 2016-2019. (red/ju)














