Jakarta, ItWorks- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terus berupaya meningkatkan sosialisasi mengenai pentingnya keamanan siber, khususnya pada keamanan data dan informasi yang merupakan aset bernilai tinggi. Kali ini dilakukan kepada para milenial dalam forum Pesantren Digital yang diselenggarakan Sobat Cyber Indonesia bersama Mastel Academy melalui aplikasi Lite.
Keamanan siber merupakan sebuah proses yang melibatkan orang (people), proses (process), dan teknologi (technology). Kondisi ketiga aspek ini harus selalu seimbang. Selain teknologi, aspek sumber daya manusia juga harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini dan di masa mendatang. Pemahaman ini penting bagi para kaum milenial yang setiap hari sudah terbiasa menggunakan perangkat teknologi digital untuk mendukung berbagai aktivitasnya.
Berdasarkan Indonesia Millennial Report 2019 yang dipublikasikan oleh IDN Research Institute mencatat, bahwa 94% generasi milenial terkoneksi dengan internet. Hal ini menunjukkan bahwa generasi milenial memiliki potensi yang sangat besar dalam menjembatani digital divide atau kesenjangan digital yang menjadi salah satu tantangan terbesar di era digital.
“Generasi milenial merupakan generasi yang lahir dan tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Karena itu, generasi milenial harus pandai dan jeli dalam memanfaatkan teknologi dan menangkap peluang usaha baru untuk menjawab kebutuhan dan gaya hidup yang semakin menantang dan dinamis”, ungkap Sekretaris Utama BSSN Syahrul Mubarak saat memberikan sambutan di Pesantren Digital yang diselenggarakan Sobat Cyber Indonesia melalui aplikasi Lite pada (06/05/2020) dirilis Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN, baru-baru ini.
Disebutkan, peran nyata BSSN di antaranya diwujudkan melalui program-program yang dapat mendukung pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Seperti Literasi Keamanan Siber untuk para pelaku start-up e-commerce, workshop secure coding bagi pengembang start-up digital, seminar dan edukasi ke masyarakat tentang kesadaran keamanan data pribadi, dan banyak program lainnya.
Ditambahkan, di era digital generasi milenial memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi digital. Ekonomi digital Indonesia diprediksi akan menjadi yang terbesar di ASEAN pada tahun 2025 dengan nilai pasar mencapai US$ 100 juta miliar dan 3,7 juta lapangan pekerjaan baru akan terbuka pada tahun yang sama. Hingga awal 2020, jumlah start-up di Indonesia mencapai lebih dari 3.000 perusahaan dengan pertumbuhan tertinggi di tiga sektor, yaitu on- demand services, financial technology (fintech), dan e-commerce.
Syahrul menambahkan bahwa keamanan siber suatu hal yang perlu menjadi perhatian agar proses bisnis yang berjalan dalam dunia siber dapat berjalan dengan aman, sehingga dapat menghindari kejadian yang tidak diinginkan, apalagi sampai menghentikan proses bisnis yang ada. Strategi Keamanan Siber Nasional ciri khas Indonesia tidak terlepas dari prinsip dan asas Kedaulatan, Kemandirian, Keamanan, Kebersamaan dan yang bersifat Adaptif.
Pemerintah menempatkan representatif negara dengan memberikan ruang manajemen strategi siber sebagai framework tata kelola siber secara bersama dengan akademisi, industri dan komunitas untuk mewujudkan perlindungan kepada masyarakat, seperti halnya ketika bertransaksi secara online. “BSSN hingga kini selalu berupaya untuk memberikan jaminan keamanan siber nasional, khususnya pada keamanan data dan informasi yang merupakan sebuah aset bernilai tinggi”, tegasnya.
Pesantren Digital 2020 yang di gagas oleh Sobat Cyber Indonesia bersama Mastel Academy ini sudah hari ke tiga semenjak 4 mei 2020 dan berakhir tanggal 8 mei 2020. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta Pesantren Digital meliputi Digital Enterpreneurship, Digital Marketing dan Digital Content yang sesuai dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini juga diisi oleh para narasumber dan mentor yang berkompeten dan expert di bidangnya. (AC)














