Jakarta, ItWorks- XL Axiata berkolaborasi dengan Huawei Indonesia, optimalkan jaringan telekomunikasi yang traficnya melonjak saat Lebaran. Optimalisasi jaringan juga untuk mengakomodasi kebutuhan komunikasi masyarakat Indonesia agar tetap bisa melakukan aktivitas di rumah di tengah imbauan untuk mematuhi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya memutus rantai penularan Covid-19.
Kolaborasi dilakukan untuk mengoptimalkan jaringan berkinerja tinggi dengan meningkatkan kapasitas Base Transceiver Stations (BTS) di sepanjang jalur mudik. Selain itu juga melakukan penyesuaian pada konfigurasi jaringan guna mengakomodasi melonjaknya kebutuhan pelanggan XL Axiata dalam penggunaan media sosial di tengah pemberlakuan PSBB.
Melalui kolaborasi ini, Huawei Indonesia telah memberikan dukungan optimal kepada XL Axiata, penyedia layanan telekomunikasi dan solusi TIK, dalam menghadirkan layanan dengan kualitas yang tetap terjaga selama perayaan Lebaran, sekaligus mengakomodasi kebutuhan masyarakat Indonesia untuk tetap bisa melakukan silaturahmi di tengah imbauan untuk mematuhi kebijakan PSBB.
“Atas nama Manajemen XL Axiata, kami memberikan apresiasi atas persiapan yang sangat baik dari Huawei dalam mengantisipasi melonjaknya kebutuhan dan trafik telekomunikasi selama WfH (kerja dari rumah) maupun Lebaran. Kami juga mengapresiasi komitmen Huawei untuk terus menjaga kinerja jaringan agar senantiasa dalam kondisi baik, terutama selama situasi pandemi,” ungkap I Gede Darmayusa, Chief Technology Officer XL Axiata dalam keterangan tertulis kepada media (27/05/2020), di Jakarta.
Dikatakan, pandemi Covid-19 dan kebijakan PSBB di Indonesia, telah mendorong pesatnya pertumbuhan trafik komunikasi di berbagai kota. Secara khusus, trafik data selular meningkat 15%, sedangkan trafik XL Home meningkat 20%. Pertumbuhan trafik tidak hanya berdampak pada jaminan jaringan untuk WFH (bekerja dari rumah), tetapi juga berdampak pada seluruh nilai dan rantai pasokan, serta ketidakpastian pada dukungan jaringan yang penting bagi pemerintah, rumah sakit, dan pelanggan.
Sementara itu, Yang Donghai, VP Delivery and Services of PT. Huawei Tech Investment menuturkan, pihaknya merasa sangat terhormat dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh manajemen XL. Terlepas dari apapun situasi yang tengah terjadi, baik saat pandemi maupun terjadi bencana, Huawei berkomitmen penuh dalam mendukung dihadirkannya jaringan yang stabil dan lancar.
“Ke depan, kami akan terus bekerja sama dengan XL dalam mengoptimalkan seluruh manfaat dari infrastruktur TIK, sekaligus meningkatkan keamanan dan kualitas jaringan itu sendiri,” ujarnya.
Disebutkan, ahli SOC dan saintis data Huawei memanfaatkan teknologi big data dan analitik dalam menghadirkan kecerdasan di ranah bisnis dan jaringan dalam mendukung bisnis XL Axiata. Salah satu contohnya adalah penggunaan fitur analitik digitalisasi CWR Smart Insight dari Huawei untuk menganalisis mobilitas pelanggan dan pola perilaku mereka. Salah satu penerapan langsung dari teknologi tersebut adalah untuk pengiriman notifikasi agar tetap di rumah kepada pelanggan yang sedang ada di jalan atau agar mereka bisa menghindari tempat-tempat yang ramai dan sesak dengan manusia, sehingga mereka terpacu untuk selalu patuh menerapkan jaga jarak fisik.
Contoh lain dari pemanfaatan teknologi Huawei digitization planning CWR AI Traffic Forecast adalah melakukan prediksi pertumbuhan trafik dan kemacetan secara cerdas selama diberlakukan periode normal baru ini, serta mengantisipasi perubahan-perubahan perilaku pengguna. Teknologi machine learning menggantikan model prediksi yang dilakukan secara manual dengan memanfaatkan data lokal dengan mengambil kasus penerapan teknologi ini secara global, sehingga perubahan tingkat kepadatan lalu-lintas serta bagaimana pertumbuhannya bisa diprediksikan secara lebih presisi.
Hasilnya, Huawei telah berhasil menghadirkan Customer Experience Service Operation Center (CESOC) 100% virtual untuk memonitor jaringan XL Axiata 24×7 dan memperkenalkan Live Monitoring untuk pemantauan langsung Zona Merah (area dengan risiko infeksi tinggi). Selain itu, Huawei semakin meningkatkan ketersediaan jaringan secara keseluruhan sebesar 3,1% selama pandemi, yang mendapatkan pengakuan serta apresiasi tinggi oleh CTO XL Axiata, I Gede Darmayusa. (AC)














