Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sedang bersiap untuk mendaftarkan nama domain beraksara atau berbahasa Sunda, Bali, Rejang, Batak, Bugis dan Makassar ke pengelola domain internasional ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers).
Sebelumnya, PANDI telah sukses mendaftarkan nama domain beraksara Jawa ke ICANN, dari tujuh aksara daerah Indonesia yang sudah masuk standar di Unicode, termasuk aksara Sunda, Bali, Rejang, Batak, Bugis, dan Makassar.
“Kelanjutan untuk mendaftarkan seluruh aksara yang ada di Indonesia sebagai Internationalized Domain Name (IDN) sebagai bentuk nyata pelestarian di dunia digital,” kata Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo dalam siaran pers, Jumat, 6/6.
Yudho menambahkan bahwa pendaftaran kali ini akan lebih mudah proses administrasinya, karena 6 aksara tersebut sudah terdaftar sebelumnya di Unicode.
Heru Nugroho selaku Wakil Bidang Pengembangan Bisnis dan Marketing PANDI mengatakan, “Harapannya semoga langkah kita mendapat dukungan dari berbagai daerah tersebut, baik dari pemerintahan ataupun komunitas penggiat aksara seluruh daerah yang aksaranya akan kami daftarkan sebagai nama domain, sehingga mereka bisa peduli dan bisa bekerjasama dengan baik agar bisa mempermudah dan mempercepat proses pendaftarannya,” ungkapnya.
Saat ini PANDI sedang menjalin komunikasi dengan beberapa komunitas pegiat aksara daerah untuk mempermudah pendaftaran sebagai nama domain. Kegiatan yang diinisiasi PANDI ini banyak mendapat dukungan dari komunitas pegiat aksara daerah setelah keberhasilan pendaftaran aksara Jawa (Hanacaraka). Komunitas yang sudah menyatakan siap bekerjasama untuk mendukung Pandi saat ini ialah komunitas dari aksara Sunda dan Bali.














