Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan pengguna aplikasi PeduliLindungi memiliki penetrasi adopsi sebesar 5 persen.
“Total pengguna Aplikasi PeduliLindungi adalah 4.025.861 jiwa atau sekitar 5 persen dari total pengguna smartphone Indonesia. Target pengguna adalah 25 persen dari total pengguna smartphone di Indonesia, yakni sebanyak 78 juta pengguna,” jelasnya dalam siaran pers, 23/6.
PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).
Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan.
Pengguna aplikasi ini juga akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau berada di zona merah, yaitu area atau kelurahan yang sudah terdata bahwa ada orang yang terinfeksi Covid-19 positif atau ada Pasien Dalam Pengawasan.
Johnny menjelaskan saat ini aplikasi PeduliLindungi memiliki rating 4.4 yang termasuk dalam kategori disukai oleh pengguna.
“Jika dibandingkan dengan beberapa negara lain yang memiliki aplikasi sejenis dengan teknologi serupa, aplikasi PeduliLindungi memiliki rating yang cukup baik dan disukai oleh user,” paparnya.
Selain aplikasi PeduliLindungi, bersama pemangku kepentingan, Kementerian Kominfo memberikan layanan diseminasi informasi Covid-19 melalui chatbot berbasis WhatsApp melalui nomor 0813-3339-9000. Saat ini total pengguna Chatbot WA sebanyak 2.644.163 pengguna.
Bersama Kementeran BUMN, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan Kementerian BUMN memfasilitasi sms blast harian oleh operator seluler untuk diseminasi informasi terkait Covid-19. Total SMS terkirim sampai dengan 31 Mei 2020 sebanyak 2,052 miliar SMS.
Baca: Pemerintah Kembangkan Fitur Aplikasi PeduliLindungi Hadapi Kenormalan Baru














