Kolaborasi Menetapkan Tujuan untuk Mengembangkan dan Membesut Teknologi Mesin-ke-Mesin yang Mendorong ‘Internet of Things’
Jakarta, Itech – IDC memperkirakan pada tahun 2020, 50 miliar perangkat – benda-benda fisik pintar – akan terhubung satu sama lain dan dengan manusia menggunakan Internet. Selain itu, 42 persen dari semua data akan datang dari mesin dalam jangka waktu yang sama. Selanjutnya, IHS memproyeksikan bahwa 152 juta connected car akan berada di jalan raya pada tahun 2020.
Terkait hal itu, Hitachi Data Systems Corporation dan Clarion Corporation of America menggabungkan kekuatan untuk mengembangkan solusi data-driven yang baru untuk ditempatkan di generasi berikutnya dari produk konektivitas dalam-kendaraan Clarion. Kolaborasi ini akan memberikan pengemudi dan produsen wawasan bermanfaat yang akan membawa peningkatan kinerja dan keselamatan mobil, meningkatkan nilai di pasar yang sedang berkembang untuk connected car.
Bersama-sama, Hitachi Data Systems dan Clarion akan lebih mengeksplorasi sisi data-driven dari konektivitas dalam-kendaraan untuk membawa layanan konektivitas ke mobil, truk dan armada yang ada. Kerjasama ini dibangun berdasarkan kekuatan dari masing-masing perusahaan dan bertujuan untuk membangun paket solusi yang mendapatkan, menghubungkan, dan memvisualisasikan onboard data (OBD) yang akan tersedia di hampir semua mobil.
Kedua perusahaan berharap untuk merumuskan solusi fisik dan virtual baru yang membawa nilai tambah baik bagi konsumen dan produsen dengan menyediakan peralatan onboard yang lebih cerdas dan ditingkatkan dan dengan memperkuat hubungan yang lebih dekat antara penyedia dan pengguna akhir.
Dengan fokus pada keamanan, kinerja dan nilai, Hitachi Data Systems dan Clarion mencari cara untuk berinovasi dengan menghubungkan berbagai aliran data untuk membawa wawasan yang unik ke seluruh ekosistem. Misalnya, dengan prediksi pemeliharaan, produsen mobil akan dapat mendapatkan wawasan seperti angka data pemeliharaan yang penting dan kemampuan untuk memprediksi keausan dari waktu ke waktu. Hasilnya adalah biaya layanan dan dukungan yang lebih rendah, dan peningkatan kepuasan pengemudi.
Dengan peningkatkan layanan informasi-hiburan dan telematika, pengemudi akan dapat mengakses dengan aman layanan baru dalam mobil, seperti cuaca dan data GPS, untuk memungkinkan melanjutkan konektivitas mobile seiring modelnya yang berkembang. Pada akhirnya teknologi M2M yang baru ini dan kemampuannya akan memungkinkan connected car untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka, berbagi informasi penting dengan dan dari kota-kota yang terhubung.
Koneksi mesin-ke-mesin (M2M) akan memainkan peran kunci dalam memanfaatkan kekuatan Internet of Things karena ia menyentuh semua industri. Analytics akan memainkan peran penting dalam evolusi M2M karena ia memungkinkan manusia untuk menafsirkan perilaku mesin. Kemampuan untuk menganalisis data secara real time memungkinkan orang membuat prediksi yang lebih baik dan lebih cepat. Hasilnya adalah bahwa kita mulai bergeser dari wawasan deskriptif dan diagnostik yang berfokus pada masa lalu dan masa kini, ke analisa prediktif yang membantu kita mengantisipasi dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan masa depan. Ini adalah salah satu aspek yang paling menarik dari Internet of Things yang sudah matang. (ju/red)













