Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) berpendapat terjadi perubahan tren belanja di kalangan masyarakat dengan adanya Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang diselenggarakan di sejumlah e-commerce dan marketplace Indonesia.
Manager of Public Policy and Government Relations idEA, Rofi Uddarojat melalui siaran virtual, 21/7 mengatakan pihaknya mencatat sepanjang tahun 2019, terjadi sebanyak 9,1 triliun transaksi daring (online) di saat Harbolnas
“Pertumbuhan e-commerce ini sangat pesat. Harbolnas di tanggal 11/11 dan 12/12 adalah puncaknya dimana masyarakat berbelanja produk lokal maupun impor,” kata Rofi Uddarojat.
Rofi menambahkan bahwa besarnya angka transaksi e-commerce sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan, khususnya bagi pelaku bisnis, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dan ekonomi kreatif.
“Ini merupakan tonggak penting, karena menandakan pertumbuhan dan kepercayaan dari konsumen. Ditambah dengan program ‘Bangga Buatan Indonesia’, juga menjadi respon kami untuk memaksimalkan digitalisasi (ke pelaku UMKM dan konsumen),” kata Rofi.
Melalui situs “Bangga Buatan Indonesia”, pelaku UMKM dapat bergabung dengan pelatihan, program, dan panduan-panduan dari pemerintah dan platform digital lain untuk mendukung digitalisasi yang lebih luas bagi produk lokal.
“‘Bangga Buatan Indonesia’ menjadi gerbang yang disediakan agar UMKM lebih mudah untuk onboarding ke digital. Setidaknya sekarang sudah 1.500 UMKM siap dilatih dan scaling up,” ujar Rofi.
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dengan tema #KitaBelaKitaBeli telah diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI pada Kamis (16/7).
Melalui Gernas BBI, pemerintah memberikan stimulus khusus UMKM dan ultramikro sebesar Rp123,46 triliun dari total anggaran program pemulihan ekonomi nasional Rp607,65 triliun.
Head of Public Policy & Government Relations Shopee, Radityo Triatmojo mengatakan bahkan di luar Harbolnas pun, saat ini tren di layanan marketplace tersebut kian menunjukkan pertumbuhan, baik dari sisi penjual maupun pembelinya.
“Trennya, sekarang secara organik, jumlah penjual baru sangat meningkat, didukung dengan ‘Bangga Buatan Indonesia’,” kata Radityo Triatmojo.
Baca: idEA: Ditarik Pajak Online Kami Deg-degan Dan Bisa Mati














